Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengurus Nasional Generasi Emas Indonesia (BPN-GESID) baru saja menggelar prosesi pelantikan perdana setelah organisasi itu dibentuk pada pertengahan 2022. Acara pelantikan ini pun berlangsung secara khidmat di Gedung Nusantara V DPR-MPR, Rabu (31/5).
Selain pengurus, hadir juga para Koordinator Wilayah (Korwil) dari 38 Provinsi yang tersebar di seluruh Nusantara. Kehadiran para Korwil ini membuktikan bahwa komitmen anak muda dalam membangun Indonesia tak pernah padam dan akan terus menyala sampai kapanpun.
President Executive BPN-GESID Viviana Hanifa mengatakan, potensi anak muda Indonesia sejauh ini belum terkelola secara baik sehingga banyak sekali pemuda, terutama pemuda yang tinggal di pelosok desa tidak mampu mendayagunakan kapasitas dan potensi yang dimiliki untuk memajukan desanya.
Baca juga : Sukses Hadirkan Gerakan Perubahan, 13 Anak Muda RI Jadi Ashoka Young Changemaker
"Kehadiran GESID sebagai mediator yang siap menampung aspirasi dari seluruh anak muda se-Indonesia yang ingin sama-sama memajukan desanya," kata Viviana Hanifa dihadapan para peserta yang hadir di acara pelantikan.
Viviana menyebut, pemuda desa harus menjadi pilar penting pembangunan bangsa dengan mengambil posisi sebagai agregator, integrator dan konsolidator dalam menentukan arah perjalanan bangsa kedepan menuju Indonesia emas di 2045.
Baca juga : Ini Kriteria Capres dan Cawapres yang Ideal Bagi Anak Muda Versi PROJO Muda
"GESID melihat masa depan bangsa ini sebenernya ada di desa, bukan di kota, untuk itu, potensi anak muda di desa ini yang perlu kita dorong agar mereka bisa tampil kreatif, inovatif dalam menghadirkan perubahan di desanya masing-masing," ujar Viviana.
Kandidat doktor Universitas Brawijaya itu juga mengatakan Indonesia akan segera memasuki puncak bonus demografi di 2035 mendatang dengan usia produktif diatas 191 juta jiwa dari total populasi yang mencapai 273,87 juta jiwa.
"Jika dihitung mundur, berarti kita punya waktu tersisa 12-13 tahun lagi untuk mengejar bonus demografi, bonus yang hanya bisa dinikmati sekali dalam 100, 500, atau mungkin 1.000 tahun kedepan, dan setelah masa itu berakhir maka bonus demografi pun lenyap, dengan begitu, kesempatan Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera akan hilang begitu saja," cetus Viviana.
Menurut Viviana, bonus demografi adalah peluang emas bagi Indonesia untuk menjadi negara hebat dengan pendapatan per kapita per-tahun di atas US$13.000 dan pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen per-tahun. Maka 13 tahun ke depan merupakan masa paling menentukan dalam lembaran sejarah bangsa ini.
"Bila gagal memanfaatkan momentum berharga ini, Indonesia akan terus menjadi negara berpendapatan menengah (middle income trap), bahkan mungkin bisa turun level menjadi negara berpendapatan terendah (lower income)," pungkasnya. (RO/Z-5)
PERCEPATAN transformasi digital dibutuhkan untuk memajukan berbagai bidang, termasuk dalam memajukan dan memperkuat jejaring organisasi.
Kehadiran AIIR menjadi tonggak penting dalam dunia pasar modal Indonesia.
ANGGOTA Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas mengapresiasi terbentuknya Tim Reformasi Penyelamatan IKAL Lemhannas, yang diharapkan dapat mewujudkan kembali marwah organisasi.
Bursa pemilihan Ketua Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta mulai memanas.
Spyware adalah jenis perangkat lunak yang diam-diam di-instal di komputer pengguna untuk mengumpulkan data mereka.
PERWATT, yang didirikan pada 19 Safar 1414 H bertepatan dengan 15 Agustus 1993 di Jakarta, merupakan wadah yang menghimpun alumni perempuan dari berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Potensi bonus demografi 2045 terancam gagal total jika usia produktifnya lumpuh akibat utang dan mentalitas instan.
Generasi muda perlu ruang untuk kembali merumuskan harapan dan arah masa depan.
Jika bonus demografi ini bisa dikapitalisasi dengan benar, negara akan bisa melakukan saving dan reinvestasi setiap tahun.
Saat bonus demografi, terjadi surplus usia produktif yang sangat tinggi. Angkanya rata-rata 70% dari keseluruhan jumlah penduduk usia produktif.
Meski tingkat pengangguran terbuka turun ke angka 4,7%, jumlah absolut pengangguran justru meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved