Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBENARNYA tidak ada rekomendasi resmi terkait seberapa sering seseorang harus mengganti piyama dan mencucinya, namun pakar dermatologi di Westlake Dermatology, Austin, Texas Jennifer Gordon menyarankan sekitar tiga hingga empat malam sekali.
"Saya akan mengatakan mungkin setiap tiga sampai empat malam jika Anda memakainya secara teratur, seperti setiap malam," kata Gordon seperti dilansir dari Health, Rabu (31/5).
Menurut dia, apabila seseorang banyak berkeringat saat tidur, atau jika dia mengenakan piyama tanpa pakaian dalam, mungkin lebih baik mencucinya setiap hari atau dua hari sekali.
Baca juga: Hasil Studi: 34 Menit Tunda Waktu Tidur Tingkatkan Risiko Hipertensi
Hidung mungkin menjadi panduan yang lebih baik daripada kalender, ungkapnya.
"Tes bau benar-benar salah satu indikator terbaik apakah pakaian perlu dicuci," ujar Gordon.
Berbeda dengan pakaian yang dikenakan saat siang hari atau saat berolahraga, piyama biasanya tidak menimbulkan kotoran atau noda yang terlihat.
Baca juga: Tidur yang Cukup Penting bagi Tumbuh Kembang Anak
Ada sejumlah kemungkinan yang bisa seseorang alami apabila jarang mengganti dan mencuci piyama, salah satunya meningkatnya iritasi kulit.
Piyama akan mulai menyerap banyak keringat, minyak alami, dan sel-sel mati yang dikeluarkan oleh kulit saat seseorang tidur.
Hal-hal tersebut belum tentu berbahaya. Tetapi mungkin semua penumpukan dapat menyebabkan penyumbatan pori yang dapat meningkatkan risiko jerawat atau ruam.
Kemudian, microbiome kulit juga dapat mulai menumpuk di piyama. Keringat bercampur dengan bakteri ini mungkin mulai membuat piyama berbau tidak sedap. (Ant/Z-1)
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses biologis penting yang dikendalikan oleh otak dan hormon, seperti melatonin.
Riset terbaru University of Michigan menemukan neuron di hipotalamus berperan menjaga kadar gula darah, terutama pada empat jam pertama tidur.Â
Menghadapi persaingan ketat itu, produsen piyama lokal, Cielyn Sleepwear, sukses bertahan dan kini menginjak usia yang ke-9.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved