Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis kulit Arini Widodo mengatakan selain menggunakan tabir surya, beberapa makanan dan nutrisi tertentu juga dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV).
"Makanan dan nutrisi tertentu dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV," kata anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) itu, Rabu (26/4).
Arini menjelaskan, nutrisi-nutrisi tersebut adalah antioksidan, asam lemak omega-3, karotenoid, vitamin C, vitamin E, hingga polifenol.
Baca juga: Indeks UV di Indonesia Sedang Tinggi, Warga Disarankan Pakai Tabir Surya SPF Minimum 30
Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, antioksidan dapat membantu menetralisir radikal bebas yang dihasilkan oleh paparan sinar UV yang dapat merusak sel-sel kulit.
"Makanan kaya antioksidan meliputi buah-buahan dan sayuran seperti beri, sayuran berdaun hijau, dan paprika, Kemudian juga kacang-kacangan dan biji-bijian utuh," kata Arini.
Sedangkan asam lemak omega-3, dikatakan Arini, memiliki sifat antiinflamasi dan mungkin dapat membantu melindungi dari luka bakar matahari dan kerusakan kulit lainnya yang disebabkan oleh radiasi UV,
Baca juga: Indeks UV di Indonesia Sedang Tinggi, Ini Bahaya Paparan UVA dan UVB pada Kulit
Adapun makanan yang kaya asam lemak omega-3 meliputi ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden, kacang walnut, biji rami, dan biji chia.
Kemudian karotenoid, merupakan pigmen yang ditemukan di tumbuhan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari. Karotenoid dapat ditemukan di wortel, ubi jalar, tomat, dan semangka.
Lalu vitamin C berperan dalam produksi kolagen dan dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV. Sumber vitamin C meliputi buah-buahan sitrus, stroberi, kiwi, dan brokoli.
Arini melanjutkan, vitamin E merupakan antioksidan yang dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV jika dikonsumsi bersama antioksidan lain seperti vitamin C. Anda dapat memperoleh vitamin E dari almond, biji bunga matahari, dan bayam.
Terakhir, nutrisi lain yang bermanfaat melindungi kulit dari sinar UV dan mengurangi peradangan adalah polifenol yang biasa ditemukan dalam teh hijau.
Meski dapat membantu mendukung kesehatan kulit dan melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar UV, Arini mengingatkan nutrisi-nutrisi tersebut tidak dapat menjadi pengganti tabir surya.
"Mereka bukan pengganti tabir surya dan pakaian pelindung, tidak bisa menggantikan fungsi tabir surya. Jadi, tetap penting untuk mengikuti pedoman proteksi dari sinar matahari yang sesuai untuk meminimalkan risiko kerusakan kulit akibat paparan sinar UV," kata Arini.
Ia pun tetap merekomendasikan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 dan memberikan perlindungan dari UVA dan UVB, meminimalkan waktu di luar ruangan selama indeks UV berada di puncaknya yakni sekitar pukul 10.00 hingga 16.00, hindari sengatan matahari, dan gunakan topi yang melindungi wajah, kepala, telinga, dan leher.
"Untuk kulit kering, akan lebih baik memakai tabir surya yang cream dan moisturizing. Sedangkan untuk kulit berminyak, biasanya lebih nyaman dengan konsistensi yang lebih ringan seperti gel atau lotion. Sementara kalau yang sensitif, pakai tabir surya yang hipoalergenik," pungkas Arini. (Ant/Z-1)
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved