Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT yang hendak menjalankan tradisi mudik Lebaran 2023, disarankan untuk tetap menjaga stamina dan juga istirahat yang cukup agar tidak hilang fokus saat melakukan perjalan yang jauh.
Senior Instructor dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan setidaknya terdapat empat hal dasar yang harus dilakukan pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik dalam keadaan berpuasa.
"Tidur cukup ini sangat penting, sebelum melakukan perjalanan longtrip," kata Sony, dikutip Rabu (5/4).
Baca juga: Mudik Membawa Anak, Ini yang Perlu Disiapkan
Tidak hanya memperhatikan istirahat yang cukup, para pengendara juga diharuskan memperhatikan komposisi kandungan makanan yang bergizi pada saat sahur. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga kondisi agar terus prima meski dalam keadaan puasa.
Puasa juga menurutnya bukan menjadi suatu halangan untuk orang berkegiatan meski berkendara dalam jarak yang cukup jauh. Terlebih perjalanan yang ditempuh untuk mengunjungi orang-orang tercinta di kampung halaman.
"Isi perut dengan makanan-makanan yang ringan namun penuh gizi," saran dia.
Baca juga: Kominfo Luncurkan Buku Elektronik Panduan Mudik Lebaran 2023
Manajemen waktu, menurut Sony, juga penting untuk diperhatikan. Waktu terbaik untuk melakukan perjalanan dengan jarak jauh adalah waktu pagi hari sekali. Pada waktu-waktu itu, energi dari diri seorang sedang dalam kondisi yang baik dan prima.
"Usahakan berangkat saat subuh, karena di jam tersebut tubuh manusia sedang ngeboost," jelas dia.
Dengan begitu, semua kendala dalam perjalanan akan bisa dilalui dengan baik. Kondisi-kondisi ini juga dapat mencegah luapan emosi ketika berkendara yang banyak disebabkan oleh berbagai hal.
Untuk para pengendara yang hendak melakukan perjalanan mudik Lebaran 2023, selain memperhatikan kesehatan kendaraannya juga penting untuk memperhatikan kesehatan dari tubuh mereka dan juga tidak untuk terlalu memaksakan melakukan perjalanan dalam kondisi tubuh yang tidak fit yang justru akan dapat membahayakan orang di sekitar. (Ant/Z-1)
Di tengah suasana Lebaran, penderita penyakit autoimun perlu memerhatikan kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan atau flare up.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (22/3), ayah Vidi, Harry Kiss, membagikan potret dirinya bersama sang istri di depan rumah.
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Petugas kebersihan Purwakarta tetap bekerja saat Lebaran demi menjaga kota tetap bersih. Aris, salah satu petugas, rela tidak berlebaran bersama keluarga demi tugasnya.
Puan Maharani memberikan sinyal positif pertemuan lanjutan dengan Presiden Prabowo Subianto pasca pertemuan Megawati di Istana Merdeka.
Meski sulit menolak hidangan khas Lebaran seperti opor ayam dan rendang, menjaga pola konsumsi tetap menjadi kunci utama untuk menghindari lonjakan kolesterol.
"Perubahan cuaca yang cepat juga perlu menjadi perhatian dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, termasuk aktivitas luar ruang seperti ibadah dan wisata."
BNPB memprediksi cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga sedang dalam tiga hari ke depan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang selama mudik Lebaran.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Perawat PMI Cabang Jakarta Timur, Ahmad Zulfikar, menjelaskan bahwa pemudik yang memeriksakan diri rata-rata mengeluhkan sakit kepala hebat.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
AKTIVITAS perlintasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Nusa Tenggara Timur, mengalami lonjakan signifikan pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved