Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti berharap deteksi dini atau skrining terhadap penyakit kanker lebih dioptimalkan. Khususnya, dilakukan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Menurutnya, proporsi pembiayaan penyakit kanker yang dijamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk peserta saat ini sebagian besar masih terjadi di rumah sakit.
“Artinya, jika sudah sampai rumah sakit tentu tingkat keparahannya sudah tinggi. Kita berharap, FKTP terus mengoptimalkan deteksi dini pada kanker," ujar Ghufron dalam keterangan resmi, Minggu (19/2).
Baca juga: Waspadai Gejala dan Tanda Kanker Payudara
"Melalui pecegahan yang baik, diharapkan mengurangi tingkat keparahan pada penyakit ini. BPJS Kesehatan siap melakukan sinergi dan mengembangkan berbagai program deteksi dini penyakit kanker di layanan tingkat pertama,” imbuhnya.
Adapun pembiayaan terhadap penyakit kanker juga semakin tinggi. Pada 2022, nilainya mencapai Rp4,5 triliun yang terdiri dari 3,14 juta kasus. Berdasarkan sebaran peserta penyandang kanker, untuk 5 besar provinsi berada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta dan Sumatera Utara.
Diketahui, penyakit kanker merupakan salah satu penyakit dari 8 besar kategori penyakit katastropik (berbiaya mahal). Dari total pembiayaan layanan kesehatan program JKN pada 2014-2022, sebanyak 24-26% digunakan untuk pelayanan 8 diagnosis berbiaya katastropik.
Seperti, hepatitis, gagal ginjal, hemofilia, thalassemia, jantung, kanker, leukimia dan strok. Untuk penyakit kanker sendiri, sejak 2014 hingga 2022 sudah memakan biaya Rp28,89 triliun.
Baca juga: Dirut BPJS Heran Ada Pasien yang Diminta Fotokopi Kartu Saat Berobat
“Kami bersyukur program JKN masih sanggup membiayai penyakit katastropik. Kita pun harus berupaya memperbaiki area yang perlu mendapat perhatian. Misalnya, upaya pencegahan, ataupun kasus yang bersifat restriksi," jelas Ghufron.
Adapun BPJS Kesehatan sudah melakukan berbagai upaya skrining kesehatan. Pada 2022, sebanyak 15 juta peserta sudah mengikuti skrining riwayat kesehatan. BPJS Kesehatan juga menjamin layanan skrining kanker serviks melalui IVA, papsmear dan krioterapi bekerjasama dengan FKTP.
Serta, skrining untuk kanker payudara melalui Sadanis. Upaya edukasi melalui berbagai program Komunikasi, Informasi maupun Edukasi (KIE) juga terus digalakkan, termasuk lewat media sosial.(OL-11)
Hari Cuci Tangan dengan Sabun Sedunia diperingati setiap 15 Oktober untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya mencuci tangan dengan sabun guna mencegah penyakit menular.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan pentingnya deteksi dini untuk meningkatkan tingkat kesembuhan hingga 90%.
Komunisme, menurut Karl Marx, adalah sistem yang menghapus kelas sosial dengan mengendalikan seluruh kekayaan dan properti oleh negara.
Kulit jeruk dan pamelo kering dapat digunakan untuk membuat pengasapan atau yang di Bali dikenal dengan istilah nusdus. Pengasapan ini efektif dalam mengusir nyamuk dari lingkungan sekitar.
Para ilmuwan mengembangkan metode baru untuk identifikasi dini dan pencegahan penyakit jantung, berdasarkan penelitian yang memantau ribuan perempuan selama tiga dekade.
Secara umum, di dunia setidaknya ada dua jenis vaksin mpox.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui Rumah Sehat Baznas (RSB) Jawa Barat memberikan layanan kesehatan gratis bagi peserta Pesantren Kilat (Sanlat) Disabilitas
Hari Perawat Nasional 17 Maret menjadi momentum refleksi atas peran strategis perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan.
Penerbitan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 36 Tahun 2025 menjadi tonggak baru dalam penguatan tata kelola layanan kesehatan di industri asuransi.
Bumame menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, mulai dari masa pre-kehamilan hingga kesehatan anak, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh 120 penerima manfaat dan turut dihadiri oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja yang juga berprofesi sebagai dokter.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved