Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf merasa kecewa dengan komitmen Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) terkait seleksi ASN PPPK Guru 2022. Hingga kini tidak ada kepastian hasil seleksi akan diumumkan, sementara nasib para guru honorer kian tak menentu.
"Kecewa sekali dengan komitmen pemerintah menyelesaikan masalah PPPK ini. Karena rencana Februari-Maret sudah selesai. Lalu ditunda dan belum ada kepastian," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (14/2).
Menurutnya dari komitmen Kemendikbud-Ristek, seleksi PPPK 2022 harus selesai di bulan Februari - Maret 2023. Selajutnya akan dilakukan seleksi PPPK 2023 sehingga bisa mengejar target rekrutmen 1 juta guru.
Penundaan ini, kata politisi Demokrat itu, tidak hanya mengganggu jadwal seleksi selanjutnya. Di sisi lain ada para guru honorer yang harus hidup tanpa digaji lantaran sudah dinyatakan lulus passing grade.
Baca juga: PB IDI Kirim Relawan Tenaga Medis untuk Bantu Gempa Turki
"Jika ditunda harus jelas kepastiannya sampai kapan. Karena para guru sudah banyak yang telah lulus P1 tapi belum dapat gaji. Bahkan yg dari swasta sudah dikeluarkan dari sekolahnya dan tidak mendapat pemasukan apa apa sampai saat ini," imbuhnya.
DPR sejauh ini terus berupaya menekan pemerintah agar bisa menuntaskan masalah ini. Di Komisi X sejak tahun lalu sudah diusulkan menjadi pansus dan dibawa ke pimpinan DPR yang sampai sekarang juga belum mendapat respon.
Melihat tata kelola seleksi PPPK Guru yang kian hari kian buruk. Dede menyampaikan bahwa sudah saatnya Presiden Joko Widodo turun tangan. Masalah kesejahteraan guru sangat penting untuk masa depan Indonesia, untuk generasi Indonesia yang lebih baik.
"Kami terus mendorong agar sebaiknya Presiden mau turun tangan menyelesaikan masalah ini segera. Ini lebih urgent jika dibandingkan masalah Merdeka Belajar saja," tandasnya.
Adapun, pengumuman seleksi PPPK Guru sejatinya dijadwalkan pada awal Februari. Akan tetapi hingga kini masih ditunda dan belum ada penyampaian lanjutan. (OL-4)
Pensiunan harus menjaga keamanan data pribadi dan tidak memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) diperkirakan akan rampung dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.
KPK menanggapi peluang pengembalian 57 mantan pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) 2021 setelah Komisi Informasi Pusat memerintahkan BKN membuka hasil tes.
TERNYATA fenomena honorer tidak hanya terdapat di lingkungan guru di persekolahan, di lingkungan perguruan tinggi pun telah lazim terjadi.
Kejagung menggeledah 16 lokasi terkait dugaan korupsi ekspor CPO, menyita dokumen, alat elektronik, dan mobil mewah. 11 tersangka ditahan 20 hari.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
PEMERINTAH Kabupaten Bekasi mengalokasikan anggaran senilai Rp176 miliar untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN dan PPPK menjelang Lebaran 2026.
GUBERNUR NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengungkap potensi dampak serius terhadap sekitar 9 ribu Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemprov NTT.
Kementerian Agama menegaskan bahwa pihaknya terus memperjuangkan guru madrasah swasta agar bisa diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) membantah tidak memiliki dana untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu pada Januari 2026.
Agus menilai, prioritas pengangkatan ASN seharusnya diberikan kepada sektor yang lebih krusial bagi hajat hidup masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved