Kamis 26 Januari 2023, 14:59 WIB

Komitmen Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Direalisasikan  

Mediaindonesia.com | Humaniora
Komitmen Percepatan Penurunan Prevalensi Stunting Harus Direalisasikan  

Antara/Adeng Bustomi.
Siswa mengikuti kegiatan gerakan makan bersama di SD Negeri 1 Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (23/1/2023).

 

DUKUNG upaya percepatan penurunan prevalensi stunting dengan mengupayakan komitmen dan kolaborasi yang kuat dari para pemangku kepentingan untuk melakukan terobosan berdasarkan data yang akurat. 

"Upaya percepatan penurunan prevalensi stunting harus benar-benar dilakukan untuk merealisasikan target yang telah ditetapkan," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/1). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) mencatat prevalensi stunting di Indonesia masih 21,6% pada 2022. Angka itu turun dari tahun 2021 yang berada di angka 24,4%. 

Padahal, target prevalensi stunting nasional di bawah 14% pada 2024. Dalam upaya memenuhi target tersebut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berupaya mewujudkan lima pilar dalam percepatan penurunan stunting di tanah air. Pilar pertama adalah komitmen, pilar kedua adalah pencegahan stunting, pilar ketiga harus bisa melakukan konvergensi, pilar keempat menyediakan pangan yang baik, dan pilar kelima melakukan inovasi terobosan dan data yang baik.

Menurut Lestari, perencanaan yang dilakukan BKKBN untuk mempercepat penurunan prevalensi stunting cukup baik. Namun, upaya tersebut memerlukan dukungan semua pihak. 

Komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, benar-benar dibutuhkan agar langkah percepatan penurunan prevalensi stunting terarah dan terukur dengan baik. Dibutuhkan pemahaman masyarakat yang baik dan data yang akurat terkait stunting, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah, dalam upaya intervensi gizi masyarakat untuk percepatan penurunan stunting yang terukur. 

Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut mendorong agar komitmen yang kuat dari para pemangku kepentingan diikuti dengan gerakan mengonsumsi protein hewani secara nasional untuk anak dan balita dalam upaya mencegah stunting. Rerie mengajak semua pihak untuk terlibat dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting di Tanah Air demi kualitas generasi penerus bangsa yang lebih baik di masa datang. Ini karena, tegas Rerie, semakin besar tantangan global di masa datang memerlukan kualitas sumber daya manusia yang sehat, tangguh, dan berkarakter kuat. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Menteri LHK dan Dubes RI UNESCO: Status 'in Danger TRHS' Segera Diakhiri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:32 WIB
TRHS merupakan salah satu warisan alam dunia Indonesia yang terdiri dari TN Bukit Barisan Selatan, TN Kerinci Seblat dan TN Gunung Leuser...
Antara

70,65% Lansia Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:16 WIB
Sebanyak 18.323.786 lansia telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 85,02 persen dari...
Dok. ICM

Sejumlah Apartemen Kelolaan Inner City Management Meriahkan Perayaan Imlek 2574

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 21:58 WIB
“Dengan latar belakang yang cukup beragam, momen-momen seperti ini diharapkan dapat menjaga keharmonisan yang terjalin antar penghuni...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya