Jumat 06 Januari 2023, 10:48 WIB

Upaya Penanganan Pandemi Meningkat dalam 2 Tahun Terakhir

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Upaya Penanganan Pandemi Meningkat dalam 2 Tahun Terakhir

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

KEMENTERiAN Kesehatan (Kemenkes) telah meningkatkan penanganan covid-19 selama 2 tahun terakhir. Salah satunya melalui pemanfaatan dari sisi sains dan teknologi untuk memproses identifikasi jenis atau varian virus.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan langkah ini penting karena semua lonjakan kasus yang terjadi di seluruh dunia disebabkan bukan oleh pergerakan atau mobilitas, tapi disebabkan terutama karena adanya varian baru.

Sehingga, varian-varian baru ini perlu diidentifikasi secara rutin dan diketahui pola penyebarannya seperti apa.

Tercatat pada akhir Desember 2020 Indonesia baru berhasil mengidentifikasi sekitar 140 varian baru yang dilakukan selama 9 bulan di 16 laboratorium. Kini jumlah laboratorium dan kemampuan identifikasi varian baru di Indonesia telah berkembang pesat.

"Sekarang di Desember 2022 ini, kita sudah tumbuh dari 16 lab menjadi 41 lab, dengan 56 alat. Dan kita sudah berhasil meningkatkan secara drastis kapasitas sequencing kita yang tadinya cuma 140 dalam 9 bulan, menjadi di atas 5 ribu dalam waktu sebulan," kata Bdui, Kemarin (5/1).

Baca juga: Negara Uni Eropa Didesak Wajibkan Tes Covid-19 Bagi Pelancong Asal Tiongkok

Inisiatif lain yang dilakukan oleh Kemenkes adalah menyiapkan kebutuhan oksigen di rumah sakit dan juga bagi masyarakat yang membutuhkan.

Karena ketika terjadi lonjakan kasus varian Delta, sempat terjadi kelangkaan oksigen di masyarakat.

Selain itu, terdapat layanan telemedisin bagi pasien yang positif covid-19. Total ada sekitar 1,6 juta pasien positif covid-19 yang menerima pesan WhatsApp untuk melanjutkan konsultasi lewat telemedisin.

"Dalam jangka waktu satu tahun ada 500 ribuan orang yang membutuhkan obat-obatan bisa kita layani dengan telemedisin, langsung dikasih tele-resep dan dikirim obatnya," ujarnya.

Dan terakhir ada aplikasi PeduliLindungi untuk tracing dan surveilans masyarakat dan telah di download oleh sekitar 104 juta masyarakat Indonesia. (Iam/OL-09)

Baca Juga

Dok. UNJ

14 Prodi Pascasarjana UNJ Masuk Daftar Tujuan Beasiswa LPDP 2023

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 12:07 WIB
"Bagi masyarakat yang ingin melanjutkan studi di Pascasarjana UNJ dapat juga memanfaatkan program beasiswa dari LPDP," ujar...
Antara

BMKG Ingatkan Pemda Waspadai Karhutla

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:46 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan pemerintah daerah untuk mewaspadai dan...
Ist

Portal I-LEAD ICEL Penting sebagai Aktualisasi Demokrasi Lingkungan di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 10:58 WIB
KLHK terus berusaha untuk melengkapi upaya dalam proses penanganan lingkungan dengan berbasis pada scientifc sensing dan evidence...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya