Kamis 05 Januari 2023, 17:07 WIB

Begini Cara Mudah Bedakan Kosmetik Ilegal dan Legal

Mediaindonesia.com | Humaniora
Begini Cara Mudah Bedakan Kosmetik Ilegal dan Legal

Dok. media Indonesia
Ilustrasi produk kosmetik

 

PEREDARAN produk perawatan kulit (skincare) dan kosmetik ilegal mengancam kesehatan masyarakat Indonesia. Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di seluruh Indonesia selaku lembaga pengawas terus melakukan upaya untuk mencegah peredarannya.

Menurut Kepala Balai Besar POM di Bandar Lampung, Zamroni, kosmetik yang tidak memiliki ijin edar dan/atau palsu, adalah produk ilegal yang harus dimusnahkan.

"Ada pun ciri-ciri kosmetik ilegal selain tidak memiliki izin edar/notifikasi, label pada kemasan tidak ada atau tidak lengkap. Bila petugas Balai Besar POM mendapatinya, sesuai dengan KUHAP pasal 45 (4) dan PP nomor 72 tahun 1998, maka produk ilegal tersebut akan diamankan dan dimusnahkan.," ungkapnya kepada pers, Selasa (3/1/2023).

Label tersebut menurut Zamroni, minimal memuat nama produk, nomor izin edar/notifikasi, kode produksi, nama dan alamat produsen/importir/distributor, netto, komposisi kandungan bahan, batas kadaluarsa, kegunaan dan cara pengunaan. 

Selain itu, Bahasa asing yang tercantum pada label harus memiliki terjemahan dalam Bahasa Indonesia khususnya komposisi, cara penggunaan, dan peringatan.

Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Zamroni mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membeli skincare atau dan kosmetik ilegal.

"Masyarakat juga bisa melakukan pengecekan produk yang mengantongi izin edar BPOM juga dapat dilakukan melalui aplikasi BPOM Mobile yang dapat diunduh melalui Play Store. Selain itu BPOM mengajak pelaku usaha di bidang kosmetik untuk mengurus izin edar/notifikasi, BPOM siap melakukan pendampingan," ujar dia.

Baca juga : Kumpulan Kata-Kata Bucin Bikin Baper

Kepala Balai POM di Batam Kepulauan Riau, Lintang Purba Jaya menambahkan, dalam hal mencegah produk ilegal, BPOM makin mengetatkan pengawasan. Termasuk melakukan patroli siber khusunya di platform media sosial. 

Bahkan dalam pencegahan, menurut dia, BPOM juga telah menjalin kerja sama dengan Kepolisian untuk menghadapi kasus peredaran kosmetik ilegal. “Pelaku akan dipidanakan,” tegas Lintang.

Terkait dengan peredaran kosmetik ilegal, Lintang menambahkan, BPOM di Batam, sepanjang 2022, mendapati 4.931 buah produk kosmetik ilegal. Peredaran produk tersebut banyak melalui jual beli secara online dari luar negeri.

"Jadi, tren yang terjadi saat ini ialah penjualan secara jastip (jasa titip) online, tentu itu menjadi perhatian kami," ungkap dia.

Adapun mengenai kosmetik ilegal, pimpinan balai besar POM Batam tersebut mengatakan salah satunya adalah tidak mencantumkan bahasa Indonesia dalam bahan yang digunakan. Secara aturan barang impor harus memiliki label dan bahasa Indonesia. 

Lintang menyarankan masyarakat membeli kosmetik di toko tepercaya dan jangan sampai tertipu dengan iklan maupun testimoni. 

"Ini yang perlu diingat bahwa kosmetik bukan obat , artinya tidak langsung membuat perubahan pada wajah seseorang. Kosmetik hanya memperbaiki dan menambah penampilan  itu yang perlu diketahui," tutupnya. (RO/OL-7)

Baca Juga

Kemenag

BPJPH Beri Konsultasi Sertifikasi Halal Gratis di Pameran Satu Abad NU

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:50 WIB
BPJPH membuka layanan konsultasi Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2023 pada Pameran 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa...
Kemenag

Kementerian Agama Waspadai Isu Fanatisme Kelompok di Tahun Politik

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:35 WIB
WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi meminta jajaran Kemenag mewaspadai isu fanatisme kelompok di tahun...
Antara

Pemerintah Siapkan Program Haji Ramah Lansia dan Berkebutuhan Khusus

👤Zubaedah Hanum 🕔Minggu 05 Februari 2023, 23:25 WIB
KEMENTERIAN Agama menyiapkan program Haji Ramah Lansia dan Haji Berkebutuhan Khusus untuk pelaksanaan musim haji tahun ini karena banyaknya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya