Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BANTUAN terhadap korban gempa Cianjur, Jawa Barat masih terus mengalir. Salah satunya adalah bantuan dari Politeknik Sahid, yang berkesempatan menyalurkan bantuan bagi para korban gempa yang menewaskan ratusan orang dan warga yang kehilangan tempat tinggal.
Saat Ini program pemulihan terus dilakukan oleh pemerintah setempat dengan stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat bahu membahu untuk Cianjur cepat bangkit dan pulih.
Sebagai Perguruan Tinggi Vokasi di bidang Pariwisata, Politeknik Sahid turut serta membantu korban gempa di Cianjur tepatnya pada tanggal, 27 Desember 2022 – melalui Badan Koordinasi Penanggulangan Bencana Alam (BKPBA) Politeknik Sahid.
"Kami menyalurkan bantuan berupa kebutuhan sekolah anak-anak, memberikan edukasi cara menghias donat dan juga trauma healing kepada anak anak di Desa Keramat Kabupaten Cianjur-Jawa Barat. Adapun bantuan yang disalurkan berupa: Tas, tempat pensil, ballpoint, rautan, penghapus dan buku tulis," kata Ujang Ismanto, Bagian Kemahasiswaan Politeknik Sahid dalam keterangan pers nya, Senin (2/1/2023).
Selain itu bentuk dukungan dari Politeknik Sahid terhadap korban gempa di Cianjur lanjut Ujang bukan kali pertama dilakukan. Bulan lalu tanggal 29 November 2022 juga menyalurkan bantuan di Desa Mangunkerta Kec. Cugenang Kabupaten Cianjur Jawa Barat.
"Bantuan yang diberikan berupa Kebutuhan Bahan makanan dan perlengkapan balita serta anak-anak seperti pampers dan sereal," ujarnya seraya diamini oleh Direktur Politeknik Sahid - Assoc. Prof. Dr. Nenny Wahyuni, S.E.,M.M. yang senantiasa mendukung serta mendorong kegiatan kampung Cekattan untuk membantu korban bencana alam di Indonesia.
Sementara, Dr. Suci Sandi Wachyuni, S.TP.,M.M. selaku Kepala Biro Penjaminan Mutu sekaligus sebagai Kepala BKPBA Politeknik Sahid mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan kepada saudara saudara kita yang terdampak bencana serta sebagai bentuk TRIDHARMA Perguruan Tinggi untuk membantu menyelesaikan permasalahan bangsa dan berperan serta dalam program Kampung Cekattan (Cepat, Tanggap, Kolaboratif untuk Bangkit dan Tangguh Bersama) yang diluncurkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
"Semoga bantuan yang kami lakukan dapat meringankan beban saudara saudara kita di Cianjur khususnya anak anak dengan harapan mengurangi bahkan menghilangkan syok atau traumanya akibat bencana yang dialaminya," Kata Suci Sandi Wachyuni. (OL-13)
Baca Juga: Lingkungan Pendidikan Belum Bisa Diandalkan Cegah Kasus Perundungan
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh menyalurkan bantuan kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie, Selasa (17/3).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi langkah cepat sektor swasta dalam membantu mempercepat pemulihan fasilitas publik di daerah bencana.
Di dalam rumah yang masih digenangi lumpur sisa bencana, ditemukan banyak jejak kaki mencurigakan.
Psikolog klinis Anna Aulia mengungkap mengapa warga desa lebih cepat bangkit pascabencana banjir dibanding warga kota. Simak analisis daya tahan psikologisnya.
Penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang pindah dari tenda ke hunian sementara (huntara) yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Desa Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang.
Ibas mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap agar pengungsi tidak terlalu lama berada di tenda darurat.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved