Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta Ignatius Rudy Pratikno mengatakan masyarakat perlu memperkuat barisan untuk menetralisir virus radikalisme dan intoleransi yang masih menghantui elemen bangsa.
"Kita perlu memperkuat barisan untuk menetralisir mereka yang radikal dan intoleran," kata Rudy seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (30/12).
Dia menyebut penyakit ideologis yang ingin mengubah ideologi, sistem, dan menebar perpecahan di tengah masyarakat merupakan salah satu potensi virus yang masih menggerogoti bangsa ini.
Rudy menilai kekeliruan dalam menerima informasi menjadi salah satu penyebab mudahnya seseorang cenderung melakukan hal-hal tercela yang mengganggu kerukunan hidup umat beragama dan bermasyarakat.
"Karena sebetulnya mereka bukan ingin melakukan kegiatan radikal atau tidak bertoleransi, tapi kebanyakan mereka mendapatkan informasi dan pemahaman yang salah sehingga akhirnya jadi banyak yang menganut ideologi radikal," ujarnya.
Ia mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap kerawanan terjadinya perpecahan antarsuku dan umat beragama menjelang tahun politik, baik yang tampak di dunia maya maupun keseharian.
"Tahun 2023 kan sudah mulai, kita kenal sebagai tahun politik. Tentu faktor-faktor politik itu akan banyak masuk dalam masyarakat, termasuk umat beragama. Nah, jangan sampai membuat keseluruhan bangsa ini menjadi pecah," tuturnya.
Baca juga: Tahun Baru 2023 Peningkatan 366 Kasus Covid-19
Rudy berpesan agar pesta politik yang berlangsung sementara itu tidak memecah belah kerukunan bangsa akibat nafsu politik maupun politik identitas. Dalam memilih pemimpin, ujarnya, masyarakat perlu bijak melihat sepak terjang dan program yang diusung.
"Kepada umat kita selalu memberitahukan bahwa pemilihan pemimpin itu jangan berdasarkan suku, jangan berdasarkan agama, dan jangan karena golongan. Tapi kita melihat track record dia," tuturnya.
Untuk itu, lanjut Rudy, masyarakat perlu memperkuat barisan guna merawat Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai bentuk vaksinasi bagi ketahanan ideologi. Ia berharap segenap tokoh agama berperan aktif memberikan penjelasan terkait pentingnya merawat empat pilar kebangsaan itu kepada umat.
"Mengajak dan menjelaskan agar masyarakat tahu karena kehidupan kebangsaan kan tidak bisa kita pisah-pisahkan, kalau kita sibuk urusan kecil-kecil saja yang diributkan ya, nanti akibatnya kan bisa parah," katanya.
Ia mendukung hadirnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Pelarangan Ideologi selain Ideologi Pancasila sebagaimana rekomendasi yang dikeluarkan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK).
"Setiap usaha untuk mempersatukan bangsa dan menyejahterakan seluruh bangsa harus kita dukung, di mana ada moderasi keagamaan dan sebagainya. Semua itu sudah mulai berjalan baik," pungkasnya. (Ant/OL-16)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
INDONESIA bukan bangsa kecil. Ia lahir dari semangat, darah, dan cita-cita luhur: memerdekakan manusia dari ketakutan, kebodohan, dan ketidakadilan.
FORUM Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) merekomendasikan perlunya langkah tegas negara melalui revisi regulasi hingga pembentukan UU Anti-Intoleransi.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan upaya mencegah intoleransi memerlukan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama akan bergerak cepat dalam menangani berbagai kasus intoleransi yang masih terjadi di sejumlah daerah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan menyiapkan dua pendekatan agar insiden perusakan rumah doa di Padang, Sumatra Barat tak terulang
Ikrar setia NKRI dicetuskan dalam upacara resmi yang digelar di Pos Sinak BNPB Satgas Yonif 142/KJ, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.
BINGKAI Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus terus diperkuat dengan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda dan membangkitkan semangat Sumpah Pemuda.
Adapun delapan poin utama yang tertuang dalam Piagam Pemuda Riau untuk Indonesia, yakni menjunjung tinggi nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat sesuai aturan perundang-undangan.
Bukan sekadar peringatan sejarah, Asyura 2025 serukan solidaritas bagi Palestina dan janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jaga NKRI! Temukan tantangan persatuan & strategi memperkuatnya. Artikel ini wajib dibaca untuk Indonesia yang solid!
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved