Jumat 30 Desember 2022, 08:54 WIB

Perusahaan Berkinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Meningkat

Indriyani Astuti | Humaniora
Perusahaan Berkinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup Meningkat

Dok. KLHK
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menerima penghargaan Green LeadershipUtama PROPER 2022

 

PERUSAHAAN yang memiliki kinerja dalam pengelolaan lingkungan semakin meningkat setiap tahunnya. Itu tercermin dari bertambahnya penerima anugerah Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Pro-per) pada 2022 yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang memberikan penghargaan itu mengatakan adanya peningkatan perusahaan yang mengikuti Proper menandakan perusahaan sadar akan pen-tingnya peran mereka dalam pengelolaan lingkungan hidup.

“Bagi dunia usaha, Proper sekaligus menjadi platform untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau,” ujar Wapres saat memberi sambutan dalam acara Anugerah Proper 2022 di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta, kemarin.

Selama kurang lebih 25 tahun, ujar Wapres, anugerah Proper ditujukan untuk mendorong agar setiap aktivitas bisnis industri lebih dari sekadar pemenuhan ketaatan terhadap peraturan lingkungan hidup atau beyond compliance. Setiap tahun, imbuh Wapres, kriteria penilaian dalam pemberian anugerah Proper semakin kompleks mengikuti kebutuhan dan tuntutan zaman.

“Tahun ini, penilaiannya sudah mencakup penerapan kriteria penilaian daur hidup (life cycle assesment) dan pelaksanaan inovasi sosial,” ucap Wapres Ma’ruf.

Selain itu, pada tahun ini Wapres menegaskan ada pula kategori khusus yakni green leadership. Hal itu bertujuan menilai para pemimpin tertinggi perusahaan dalam membawa perusahaannya memenuhi berbagai kriteria yang berwawasan masa depan, seperti pengelolaan ener-gi, air, limbah, dan sebagainya.

“Saya berharap makin banyak perusahaan yang akan jadi agen perubahan, utamanya dengan melibatkan para pemangku kepentingan untuk ikut menjaga lingkungan dan mengurangi jejak dampak lingkungan,” tutur Wapres.

51 Proper Emas

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menjelaskan ada beberapa peringkat kinerja dalam Proper. Dari 3.200 peserta pada tahun ini, sebanyak 51 perusahaan mendapat peringkat emas, 170 perusahaan kategori hijau, dan kategori biru 2.031 perusahaan. Dari kriteria itu, ada perusahaan yang juga mendapatkan kinerja dengan kategori merah sebanyak 887 perusahaan dan hitam sebanyak 2 perusahaan.

“Sebanyak 59 perusahaan tidak dapat diumumkan karena masih dalam proses penegakan hukum dan tidak lagi beroperasi,” ucap Siti.

Ia menjelaskan Proper merupakan program pemerintah untuk penilaian terhadap kinerja lingkungan perusahaan atas upaya-upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan dengan tujuan mendorong dunia usaha meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungannya.

Selain itu, perusahaan juga didorong terus berkembang dan mengalami proses perbaikan secara berkelanjutan. Adapun penilaian Proper, sambung Menteri LHK, dilakukan oleh Dewan Pertimbangan Proper yang imparsial dan independen beranggotakan dari unsur akademisi dan tokoh masyarakat.

Seperti diutarakan Wapres, variabel penilaian Proper berkembang dari waktu ke waktu, yang menurut Siti, ditetapkan dan disusun secara konseptual. Ia mencontohkan sebelumnya digunakan variabel penilaian dalam kerangka life cycle analysis atau assesment, inovasi sosial dan sosial return on investment. Pada 2022, variabel itu berkembang yaitu dalam kerangka kepemimpinan yakni kategori khusus Green Leadership.

“Faktor leadership jadi penting karena motivasi, komitmen, konsistensi dalam kebijakan, implementasi dan kebijakan alokasi dukungan merupakan faktor kunci dalam kinerja lingkungan entitas bisnis,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Wapres mengingatkan bagi perusahaan yang masih berada di level hitam dan merah. Ia menyakini perusahaan-perusahaan tersebut dapat mengejar ketertinggalan dengan merujuk pada praktik-praktik terbaik dalam memenuhi standar lingkungan.

“Selain itu, saya harap perusahaan level hijau dan emas persentasenya akan lebih banyak lagi. Berbagai inovasi dan prestasi yang diciptakan agar terus dijaga dan ditingkatkan dengan mengutamakan dampak konkret pada lingkungan hidup,” pesan Wapres.

Wapres menyampaikan komitmen Indonesia dalam meningkatkan target penurunan emisi. Indonesia menargetkan penurunan emisi menjadi 31,89% dengan kemampuan sendiri dan 43,20% dengan dukungan internasional pada 2030. Dalam mencapai target tersebut, kata Wapres, membutuhkan peran serta dari industri dan dukungan multipihak.

“Partisipasi aktif dunia usaha dalam aksi nyata mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan berkelanjutan, sangat dinantikan,” pungkas Wapres.

Peningkatan peserta

Menteri Siti dalam laporannya mengatakan bahwa ada peningkatan jumlah entitas perusahaan peserta Proper sebanyak 25% dalam dua tahun terakhir. Peningkatan jumlah peserta itu memberikan konsekuensi atas capaian angka tingkat ketaatan. “Dengan hadirnya perusahaan baru, capaian rata-rata tingkat ketaatan mengalami penurunan,” tuturnya.

Siti juga memaparkan alasan utama penurunan capaian rata-rata itu. Perusahaan, ujarnya, masih mengalami kesulitan dalam pemenuhan kewajiban dan pemantauan data pemenuhan ketentuan teknis, juga dalam pengelolaan limbah bahan baku yang berbahaya dan beracun (B3) dan permasalahan perizinan. Sektor industri tekstil disebut merupakan industri yang mengalami penurunan tingkat ketaatan terbesar tahun ini.

Adapun dampak dari anu-gerah Proper, Siti merinci pada 2022 tercatat sebanyak 872 eko-inovasi dilahirkan perusahaan dan dinilai sebagai penghematan. Penghematan itu sebesar Rp126,28 triliun atau 23% lebih hemat dari 2021. Di samping itu, jumlah inovasi, terang Siti, juga meningkat sekitar 25% dari tahun sebelumnya yaitu 697 inovasi.

“Eko-inovasi tahun ini terlihat pada elemen-elemen yakni penghematan energi sebesar 469,3 juta giga joule, dan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 112,9 juta ton CO2 ekuivalen,” papar Siti.

Selanjutnya, emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor pertanian tahun 2020 dan kebakaran hutan sebesar 183 juta ton. Lalu pada 2021 sebesar 137 juta ton menurun jika dibandingkan dengan sektor energi pada 2020 dengan GRK sebesar 590 juta ton.

“Ini mengandung makna penurunan emisi yang dilakukan oleh industri sebanyak 3.200 entitas memiliki arti signifikan dalam upaya pada generasi iklim. Ketiga, penurunan emisi konvensional sebesar 11,92 juta ton terdiri dari sulfur dan nitrogen,” papar Siti.

Terkait pengurangan limbah B3, Siti mengatakan itu berkurang 25,26 juta ton. Adapun untuk efisiensi air sebesar 326,62 juta m3, penurunan beban pencemaran air sebesar 33,01 juta ton dan upaya perlindungan keanekaragaman hayati seluas 111.000 hektare. “Upaya perbaikan kinerja pengelolaan lingkungan ini akan berdampak positif pada masyarakat,” ucapnya.

Siti Nurbaya melanjutkan pada 2022 dampak dari praktik pengelolaan lingkungan yang baik oleh perusahaan turut mendongkrak pemberdayaan masyarakat. Dari data Kementerian LHK, sebesar Rp1,89 triliun telah bergulir di masyarakat untuk kegiatan pemberdayaan.

Begitu pula kontribusinya pada capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Pada 2022, Siti memaparkan terdapat 13.355 kegiatan berkait SDGs dengan total dana yang dikucurkan sebesar Rp46,28 triliun.

“Angka ini meningkat 19,66% dari sejak pertama penilaian Proper diluncurkan pada 2018 dan sebanyak 99 inovasi sosial telah dipresentasikan oleh perusahaan dengan profit yang dominan ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan pemberdayaan kesejahteraan petani dan nelayan,” paparnya.

Green Leadership

Pada kesempatan itu, Siti menjelaskan Green Leadership dianggap penting sebagai penjabaran kebijakan green economy, green industry, dan green technology yang dilakukan pemimpin tertinggi dalam perusahaan. Konsep Green Leadership dalam kinerja Proper, terang Siti, dikembangkan sebagai salah satu tolok ukur kemampuan dan seorang pimpinan dalam menentukan kebijakan yang pro-lingkungan.

“Seorang pemimpin harus mampu memengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasinya untuk mendukung kebijakan pro lingkungan. Di samping itu kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik menjadi hilir implementasi dan bukti nyata keberhasilan seorang green leader,” ucapnya.

Pada penyerahan Anugerah Proper, sebanyak 15 pimpinan tertinggi atau CEO dari 99 perusahaan kandidat dengan kategori emas terpilih untuk dinilai sebagai green leader. Mereka mendapatkan kesempatan di hadapan Dewan Pertimbangan Proper mempresentasikan kapasitasnya dalam membawa perusahaannya menuju perusahaan berkelanjutan.

“Kelima belas perusahaan tersebut telah menempuh serangkaian penilaian future feat society criteria yang memiliki tujuh kriteria dasar yaitu bidang energi, air, sumber daya alam, limbah, pencemaran, kebutuhan hidup, serta kesehatan ekosistem dan komunitas,” terang Siti.

Penghargaan khusus tersebut, sambung Siti, telah dianugerahkan pada pimpinan perusahaan yang dinilai berhasil dan mampu menginspirasi individu lain dalam melakukan pelestarian lingkungan. Terdapat 3 CEO mendapatkan penghargaan green leadership utama serta 2 CEO mendapatkan penghargaan green leadership inspiratif. 

Penerima Penghargaan Green Leadership PROPER tahun 2022:

Kategori Green Leardership utama

*Direktur Utama PT. PLN (Persero) 

*Direktur Utama PT Pertamina (Persero)

*Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul

Kategori Green Leardership Inspiratif

*Presiden Direktur PT Kalbe Farma, Tbk

*Presiden Direktur PT. Golden Energy Mines, Tbk

(Ind/S3-25)

Baca Juga

medcom.id

Simak! Tindak Penanganan Pertama pada Keseleo atau Terkilir

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:55 WIB
Keseleo umumnya terjadi pada area yang aktif melakukan pergerakan, misalnya pergelangan kaki atau belakang...
HO

Mengenal Sosok ONIC Vior Dan Kecintaannya Pada Mobile Legends

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:45 WIB
GAME Multi-player Online Battle Arena (MOBA) selalu identik dimainkan kaum pria, tak terkecuali di dunia...
medcom.id

Penyebab Cedera ACL dan Cara Penanganannya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:45 WIB
Cedera ini dapat mengganggu kemampuan gerak tubuh manusia, akibatnya, aktivitas secara total dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya