Kamis 29 Desember 2022, 10:07 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Karhutla 2023 Lebih Besar Dibanding 2022

Atalya Puspa | Humaniora
BMKG Ingatkan Potensi Karhutla 2023 Lebih Besar Dibanding 2022

dok.ant
Titik panas di kawasan Sumatera saat kemarau 2023 (Agustus-September) yang dapat lebih besar potensi karhutlanya

 

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepala daerah dan instansi terkait bahwa potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2023 akan lebih besar dibanding 2022. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan, hal itu disebabkan karena curah hujan tahunan 2023 diprediksi umumnya pada kategori normal, dan akan sedikit lebih rendah dibanding tahun 2022.

Berdasarkan kondisi iklim hingga Juni 2023, secara umum potensi rendah untuk kejadian titik api. Perlu diwaspadai kemarau 2023 (Agustus-September) yang dapat lebih besar potensi karhutlanya dibanding saat kemarau basah di tahun 2020-2022.

"Secara khusus, perlu diwaspadai potensi karhutla di wilayah utara Sumatera, yaitu Sumut, Riau dan Aceh pada Februari 2023," kata Dwikorita dalam keterangan resmi, Kamis (29/12).

Untuk menghadapi ancaman karhutla ke depan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengingatkan kembali kepada jajarannya untuk mengedepankan lima instrumen berkaitan dengan solusi permanen pengendalian karhutla. Yaitu sistem pemantauan hotspot dan operasi, teknologi modifikasi cuaca (TMC), operasi lapangan, landscape management gambut dan law enforcement serta livelihood dan kesejahteraan masyarakat.

"Terima kasih kepada semua pihak, baik di pusat maupun daerah, bahwa pada tahun 2022 kita sudah melalui dengan baik. Masih ada catatan kejadian karhutla, tetapi masih dapat diatasi dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengungkapkan, berdasarkan satelit Terra/Aqua (NASA) dengan confident level diatas 80%, terdapat 1.297 titik hotspot pada 1 Januari-28 Desember 2022). Pada periode yang sama tahun 2021 jumlah hotspot sebanyak 1.278 titik. "Terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 19 titik atau 1,49 persen," katanya.

Sementara, luas karhutla periode tahun 2022 terdapat penurunan akumulasi luas karhutla sebesar kurang lebih 154.180 hektare (42,96%) dibanding periode tahun 2021. (OL-13)

Baca Juga: BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Laut Jawa Hingga Akhir Tahun 2022

Baca Juga

dok.ist

Srikandi Ganjar ikut Tekan Angka Perempuan Putus Sekolah di Jabar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 10:09 WIB
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat pada tahun ajaran 2020/2021 ada ribuan anak putus...
dok.Isr

Pada 2022, Aircraft Cleaning PT GDPS Temukan Barang Penumpang Capai Rp300 Juta

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 05 Februari 2023, 09:55 WIB
SIKAP menjunjung tinggi nilai integritas Aircraft Cleaning PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) menunjukkan hasil yang baik di tahun...
ANTARA FOTO/Indrianto Eko S

Peringati Hari Lahan Basah Sedunia, KLHK Tanam 30 Ribu Mangrove

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 05 Februari 2023, 09:37 WIB
Tidak hanya menanam mangrove, KLHK bersama mitra menyemai bibit kerang sebanyak 20 ribu bibit yang kondisinya sehat dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya