Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA sebagai negara berkembang melakukan pembangunan infrastruktur secara masif untuk menjangkau seluruh daerah. Namun demikian, kondisi demografis Indonesia yang sangat beragam mengakibatkan munculnya potensi kompleksitas tinggi dalam infrastruktur. Hal ini memerlukan perhatian khusus karena dapat menyebabkan ketidaktepatan desain yang membawa pada kegagalan infrastruktur. Salah satu kompleksitas utama yang muncul dalam desain ialah penentuan karakteristik mekanis tanah.
Hal itu diangkat dalam Forum Group Discussion Prodi Teknik Sipil berjudul Aplikasi Metoda Elemen Hingga dalam Desain Proyek Fondasi + Galian dalam Gedung Tinggi dan Infrastruktur di Jakarta yang digelar Universitas Bakrie, akhir bulan lalu. Dalam dunia teknik sipil, tanah merupakan hal sangat penting dalam pembangunan infrastruktur. Semakin kuat tanah, bangunan akan lebih stabil. Oleh sebab itu, penentuan karakteristik mekanik tanah secara tepat menjadi penentu perencanaan infrastruktur. Hal inilah yang melatari Kreasireka berupa Advanced Geo Calculation for Infrastructure Problem merupakan cara baru untuk menentukan sifat mekanik tanah sebagai lapisan geser dan pegas yang memiliki nilai berbeda bagi berbagai jenis tanah.
Acara itu diikuti oleh puluhan mahasiswa teknik sipil. "Tahun ini Prodi Teknik Sipil telah mendapatkan proposal Kedaireka yang kedua kali. Oleh sebab itu kami mengucapkan terima kasih kepada PT Geomarindex yang turut membantu menyelesaikan luaran dengan judul Advanced Geo Calculation for Infrastructure Problem," ujar Prof. Sofia W. Alisjahbana selaku Rektor Universitas Bakrie dalam sambutan acara itu.
Ia juga menyampaikan ketercapaian IKU yaitu IKU 2 terkait mahasiswa memperoleh pengalaman 20 SKS di luar kampus salah satunya magang di PT Geomarindex dan IKU 5 tentang penelitian dosen serta IKU 7 mengenai mata kuliah di Prodi Teknik Sipil yang menggunakan Project Based Learning. Pemaparan materi dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama, pakar Geotechnical Engineering yaitu Prof. Ir. I Wayan Sengara, MSCE., MSEM., Ph.D berbagi pengetahuan mengenai Tantangan Pembangunan & Perkembangan Ilmu Geoteknik, Perkembangan Pemodelan Geoteknik, Pengenalan Metode Elemen, dan pada sesi kedua membahas tentang Aplikasi MEH Beban Statistik dan Aplikasi MEH Beban Seismik.
Di akhir acara, Prof. Wayan menyimpulkan bahwa perkembangan pemodelan geoteknik telah memberikan suatu kemajuan, kemudahan, dan percepatan dalam proses desain sehingga optimasi desain dapat ditingkatkan. Forum Group Discussion ini ditutup dengan penyerahan suvenir dari Prof. Sofia kepada Prof. Wayan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama peserta. Prof. Wayan mengatakan bahwa program Kedaireka ini merupakan langkah awal untuk berkolaborasi. (RO/OL-14)
Menteri ATR Nusron Wahid, menegaskan bahwa pelayanan publik di bidang pertanahan harus bertransformasi agar sesuai dengan karakter masyarakat masa kini, khususnya generasi muda
KEMENTERIAN Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen mengakselerasi penyelesaian pengaduan masyarakat terkait persoalan pertanahan dan konflik agraria.
Pakar hukum agraria Universitas Gadjah Mada (UGM), Rikardo Simarmata, menilai kasus ini sebagai cerminan ketidaksinkronan regulasi antara hukum pertanahan dan perairan.
KEMENTERIAN Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) saat ini secara aktif terus membangun Zona Integritas di seluruh satuan kerja (satker).
Pembentukan bank tanah saat ini memiliki urgensi di tengah intensitas kebutuhan tanah untuk pembangunan yang terus meningkat.
Sarana Jaya menggandeng Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi DKI Jakarta dalam asistensi Penanganan bidang Pertanahan
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
MIU kini menaungi puluhan ribu mahasiswa dari lebih 130 negara, dengan cabang di berbagai kawasan dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved