Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAM Perindustrian (Kemenperin) lewat Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu berdaya saing dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Selain menerapkan kurikulum yang link and match dengan industri, BPSDMI Kemenperin juga menghadirkan program pembelajaran Silver Expert pada unit pendidikan yang dikelolanya, yakni 9 SMK, 11 Politeknik, dan 2 Akademi Komunitas yang tersebar di wilayah Indonesia.
"Program pembelajaran Silver Expert merupakan program yang dilaksanakan seluruh unit pendidikan Kemenperin, dengan cara menghadirkan pelaku industri yang sudah berpengalaman di bidangnya untuk mengajar di lingkungan sekolah," ujar Erika Fatma, Kepala Prodi Manajemen Logistik Industri Elektronika di Politeknik APP Jakarta, Jumat (2/12).
Pada tahun ini, Politeknik APP Jakarta menghadirkan beberapa pelaku industri yang menjadi dosen tamu dari industri-industri ternama di Indonesia, di antaranya ialah Alexander Gunadisastra (Head of EOL PT Daimler Commercial Vehicle Manufacturing Indonesia), Sendy D.C Sopacua (Fulfillment Director PT JD.ID), Indah Suciarti (Manager Capability Academy Management PT. Kimia Farma, Tbk), serta Wahyu K Wicaksono (Supply Chain Director Avian Brand).
Baca juga: Lulusan Langsung Kerja, Kemenperin Cetak 899 Wisudawan di Makassar
“Silver Expert sangat membantu menambah wawasan mahasiswa mengenai perkembangan terkini dan masalah-masalah aktual yang terjadi di industri, serta memahami aplikasi dari ilmu dan keterampilan yang telah dipelajari di kampus. Kami juga melihat mahasiswa antusias untuk mendengarkan materi dari praktisi,” jelas Erika.
Tidak hanya bertujuan untuk berbagi dengan mahasiswa di Politeknik APP Jakarta, program pembelajaran Silver Expert ini juga diselenggarakan sebagai wadah untuk berbagi dengan dosen mengenai perkembangan isu-isu, tantangan dan strategi yang dihadapi oleh perusahaan terkait dengan bidang mata kuliah yag diajarkan.
Untuk membentuk SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri, program pembelajaran Silver Expert didakan 1 kali dalam setiap Semester, sehingga masing-masing mahasiswa akan mendapatkan program ini sebanyak 5 kali hingga lulus.
"Expert yang diundang pun merupakan Expert di bidangnya, dengan posisi minimal Senior Manager ke atas dengan pengalaman lebih dari 5 tahun," tambah Erika.
Sebelumnya, Kepala BPSDMI Arus Gunawan mengungkapkan masalah-masalah yang dihadapi penyelenggaraan vokasi nasional, di antaranya ialah kurikulum pendidikan dan pelatihan vokasi yang belum selaras dengan kebutuhan industri.
"Dari permasalahan yang kita hadapi, kunci keberhasilan penyelenggaraan pendidikan vokasi adalah kerja sama dengan industri dalam mencetak lulusan yang langsung dapat bekerja di industri," ujar Arus.
Oleh karena itu, program pembelajaran Silver Expert dihadirkan sebagai bentuk kerja sama dengan industri, serta mendorong dan meningkatkan daya saing SDM industri di Indonesia. (RO/OL-09)
Fokus entitas adalah pada pemberdayaan, baik melalui peningkatan kemampuan komunikasi strategis maupun melalui dukungan emosional dan edukasi bagi perempuan.
GUNA membuka lapangan kerja bagi para ibu, Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever kembali menggelar pelatihan pengolahan kuliner populer, yakni nugget dan dimsum mentai.
Enduro Entrepreneurship Program tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada penciptaan pelaku usaha bengkel yang tangguh, berdaya saing, dan siap mandiri.
Pelatihan pengembangan manajemen meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia.
EDP PPM Manajemen terus menghadirkan pembelajaran yang relevan dan aplikatif bagi para profesional lintas industri.
SYAIFULLAH, 39, warga Desa Dusun Slabayan, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa timur, terlihat serius.
Industri makanan dan minuman Indonesia tumbuh 6,4% pada Triwulan III 2025. Namun, konsumsi susu nasional masih rendah dan ketergantungan impor bahan baku jadi tantangan utama.
PENGUATAN pendidikan vokasi merupakan strategi utama dalam membangun industri nasional yang bernilai tambah tinggi, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Doddy Rahadi menyebutkan bahwa pendidikan vokasi menjadi tulang punggung industri.
KEPALA Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi industri.
Guna mencetak SDM industri yang kompeten, salah satu langkah strategis yang dilakukan Kemenperin adalah penyelenggaraan Pelatihan Industrial-Based Curriculum (IBC).
Program ini merupakan peta jalan strategis untuk mengimplementasikan revolusi industri keempat di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved