Kamis 24 November 2022, 10:50 WIB

Laki-Laki Harus Terlibat untuk Turunkan Angka Kematian Ibu

Dinda Shabrina | Humaniora
Laki-Laki Harus Terlibat untuk Turunkan Angka Kematian Ibu

ANTARA/ Teguh Prihatna
PELAYANAN KB: Petugas melakukan pendataan saat melayani masyarakat mendapatkan KB gratis yang diadakan oleh BKKBN Kepulauan Riau.

 

TREN tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih terjadi hingga saat ini. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan angka jumlah kematian ibu pada 2021 sebanyak 6.856. Angka itu meningkat dari sebelumnya 4.197 pada  2019.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Lenny Rosalin menyebut peran laki-laki sangat penting untuk dapat mencegah bahkan menurunkan AKI.

“Dukungan dan peran laki-laki sangat penting untuk selalu mendampingi, mendukung dan bekerja sama meningkatkan kesehatan ibu dari saat kehamilan, persalinan dan pasca persalinan seperti menyusui dan pengasuhan,” ujar Lenny dalam keterangannya, Kamis (24/11).

Lenny sepakat jika pelibatan laki-laki dalam mendukung kesehatan ibu perlu menjadi tren baru di masa kini dan masa depan. Jumlah laki-laki sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia. Jika laki-laki sudah mulai terlibat, maka pencegahan dapat maksimal dilakukan.

“Sekarang ini harus kita gaungkan bahwa laki-laki itu bisa turut menyelamatkan ibu agar tidak meninggal. Sehingga kita harapkan AKI bisa turun dengan kontribusi dan peran laki-laki” ujar Lenny.

Di samping mencegah risiko kematian pada ibu, Lenny menuturkan ada banyak efek baik dari dukungan dan peran yang positif dari laki-laki, seperti ibu tidak stress selama masa kehamilan, anak yang dilahirkan lebih sehat, dan lebih berkualitas.

“Saya melihat bukan laki-laki tidak mau terlibat, mungkin mereka belum tahu dan paham. Makanya kami perlu siapkan materi advokasi menggunakan bahasa mereka, cara yang mudah dipahami laki-laki dengan bersinergi dan melibatkan berbagai stakeholder terkait. Kami berharap dengan peran laki-laki meningkat, paling tidak kematian ibu dapat dicegah,” jelas Lenny.

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN, Eni Gustina menjelaskan ada beberapa penyebab tidak langsung dari kematian ibu yaitu Tiga Terlambat (3T) terlambat memutuskan, terlambat mencapai tempat pelayanan kesehatan, terlambat mendapakan pelayanan dari fasilitas kesehatan, dan Empat Terlalu (4T) terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu sering melahirkan, dan terlalu dekat jarak kelahiran. Sejumlah strategi dilakukan untuk mendorong partisipasi laki-laki dalam penurunan AKI.

“Pilar utama dalam menurunkan angka kematian ibu adalah family planning (keluarga berencana) yang tentu membutuhkan peran dan partisipasi laki-laki. Partisipasi dalam penurunan AKI untuk mengatasi Tiga Terlambat dengan partisipasi dalam perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi (P4K) melalui Suami SIAGA. Sedangkan untuk mengatasi Empat Terlalu dengan partisipasi dalam keluarga berencana seperti perencanaan jumlah anak, pengambilan keputusan dalam ber-KB dan kesertaan dalam KB laki-laki,” jelas Eni.

Zumrotin K Susilo dari Yayasan Kesehatan Perempuan mengatakan pelibatan laki-laki terutama dalam penurunan AKI seharusnya sudah dimulai dari keluarga. Keluarga terlibat dengan menerapkan dan mengajarkan pemahaman gender di keluarga bahwa laki-laki dan perempuan itu harus saling menghormati, saling melindungi dan saling membantu. Diharapkan nilai gender yang sudah dimiliki dapat memunculkan sikap tanggung jawab ketika dewasa.

“Setiap pasangan yang merencanakan akan mendapatkan anak, maka dia harus juga mempunyai tanggung jawab bersama antara perempuan dan laki-laki. Nilai ini sebaiknya sudah ditanamkan di dalam keluarga sejak dini. Perempuan hamil itu perlu kasih sayang supaya emosinya stabil dan dia bahagia, itu perlu sekali jangan sekali-sekali para lelaki melakukan kekerasan dalam bentuk apapun kepada istrinya yang sedang hamil karena itu akan berpengaruh,” jelas Zumrotin. (H-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Cegah Lonjakan Sub Varian Baru dengan Prokes dan Vaksin

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:46 WIB
Agus mengingatkan masyarakat untuk tidak abai memakai masker, terutama pada ruangan yang tertutup guna menekan risiko penularan...
ANTARA

Erick Thohir Dinilai Kompeten Pimpin Indonesia

👤Widhoroso 🕔Jumat 09 Desember 2022, 17:04 WIB
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memiliki pengalaman panjang dalam dunia ekonomi...
Ist

Konkretkan Upaya Kaji Ulang Konstitusi, DPD RI Teken MoU dengan UI

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 16:57 WIB
Jalinan kerja sama dalam MoU tersebut meliputi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mendukung Pelaksanaan Tugas dan Fungsi DPD...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya