Rabu 23 November 2022, 13:00 WIB

Jarang Bergerak Tingkatkan Risiko Varises

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Jarang Bergerak Tingkatkan Risiko Varises

womansday.com
Ilustrasi

 

ORANG-ORANG yang jarang bergerak aktif dalam kehidupan sehari-hari bisa berisiko mengalami varises. Hal itu dikatakan dokter spesialis bedah vaskular Febiansyah Kartadinata Rachim.

"Malas bergerak membuat aliran darah jadi melambat," kata dokter dari Universitas Padjajaran itu, dikutip Rabu (23/11).

Ketika aliran darah melambat, darah bisa membeku dan membuat katup di pembuluh darah bekerja lebih keras.

Baca juga: Komplikasi Varises Bisa Sebabkan Serangan Jantung hingga Stroke

Varises adalah insufisiensi vena kronis, saat ada gangguan aliran darah dari pembuluh darah vena tungkai ke jantung.

Varises terjadi akibat dari abnormalitas fungsi sistem vena yang disebabkan inkompetensi katup vena.

Ketika katup bekerja secara baik, darah bisa mengalir dengan lancar ke jantung. Pada varises, katup di pembuluh darah vena mengalami malfungsi.

Selain karena jarang bergerak, faktor risiko dari varises dipengaruhi oleh kehamilan, penggunaan alas kaki hak tinggi juga membuat tekanan di betis terlalu tinggi, akibatnya sirkulasi darah jadi tidak lancar.

Kebiasaan buruk seperti merokok juga berisiko menimbulkan varises.

Dokter Spesialis Bedan Subspesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular Konsultan RS Pondok Indah-Pondok Indah itu mengatakan, yang berbahaya dari rokok adalah zat karsinogenik yang merusak lapisan pembuluh darah di bagian dalam yang bersinggungan dengan darah.

"Akibatnya, katup-katup di pembuluh darah semakin cepat rusak," jelas dia.

Konsumsi alkohol, kegemukan, penambahan usia serta riwayat keluarga juga merupakan faktor risiko dari varises.

Secara statistik, perempuan lebih berisiko terkena varises karena data menunjukkan 81,3% penderita varises adalah kaum Hawa.

Febiansyah menjelaskan sebetulnya angka kejadian hampir sama, namun data menunjukkan lebih banyak perempuan karena mereka cenderung lebih peduli dan segera berobat ketika timbul gejala varises.

Gejala yang patut diwaspadai adalah adanya pelebaran pembuluh darah vena di kaki, kemudian muncul bengkak di pergelangan kaki.

Waspada juga bila kaki mudah kram dan nyeri. Ini terjadi karena 'racun' yang harusnya dialirkan ke jantung malah menumpuk di kaki akibat gangguan sirkulasi. 

Akibatnya, warna kulit jadi semakin gelap dan menyebabkan kulit kering, gatal-gatal dan pada akhirnya ketika timbul luka, proses penyembuhannya jadi semakin lama.

Namun, belum tentu gejala tersebut memastikan seseorang varises. Untuk mendapatkan jawaban pasti, seseorang harus menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi katup di pembuluh vena dengan Doppler Ultrasonography, dengan dokter akan memeriksa kondisi katup di pembuluh darah. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

ICMI akan Jadi Pelopor Transformasi Bangsa dengan Nilai Universal Islam

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:51 WIB
ICMI menyelenggarakan Silaknas sekaligus memperingati Milad ICMI yang ke-32 pada Sabtu hingga Minggu (4/12) di Gedung Badan Riset Inovasi...
ANTARA/ ASEP FATHULRAHMAN

Calon Mahasiswa Baru Bebas Pilih Prodi di PTN, MRPTNI Sebut Sudah Ada Kajian

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:50 WIB
PTN percaya mahasiswa dengan jurusan apa pun di SMA/MA/SMK dan Paket C  bisa memilih prodi yang diminati tanpa dibatasi pengelompokan...
Ist

CEO Media Group: Masjid sebagai Zona Membangun Peradaban

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:07 WIB
Raker yang mengambil tema 'Masjid sebagai Pusat Peradaban' itu  diwarnai penyampaian survei kepuasaan jemaah Masjid...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya