Kamis 17 November 2022, 20:48 WIB

Guru Besar di Indonesia Tidak Sampai 2%

Faustinus Nua | Humaniora
Guru Besar di Indonesia Tidak Sampai 2%

dok.Humas UPI Bandung
Rektor UPI Bandung Mengukuhkan tujuh guru besar.

 

PERSATUAN Guru Besar Indonesia (Pergubi) mengungkapkan bahwa jumlah guru besar di Indonesia masih minim. Tercatat presentase guru besar kurang dari 2% atau sekitar 5.478 profesor.

"Implikasi dari jumlah guru besar yang tidak banyak ini tentu jumlah doktor pasti tidak akan terpenuhi. Jumlah doktor yang kurang tentu dari tahun ke tahun jumlah guru besar juga tidak akan terpenuhi juga. Karena untuk mendirikan prodi S3 itu wajib memiliki dua profesor," ungkap Sekjen Pergubi, Prof. Arief dalam RDPU bersama Komisi X DPR RI, Kamis (17/11).

Kurangnya jumlah guru besar tidak diimbangi dengan kebijakan mengakselerasi tercapainya jumlah guru besar yang dibutuhkan. Justru sebaliknya, sejumlah kebijakan malah menghambatnya.

Dijelaskannya, dosen yang ada di perguruan tinggi (PT) saat ini didominasi dosen bergelar S2 dan dengan jenjang jabatan di bawah Lektor, bahkan tanpa jenjang jabatan. Hal itu juga dipengaruhi banyaknya dosen yang belum mempunyai atau belum lulus sertifikasi dosen (serdos).

Menurut Arief, kebijakan serdos yang ada saat ini sangat menghambat para dosen. Padahal banyak dosen yang sudah mengabdi lama namun sulit untuk naik jenjang jabatannya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR Apresiasi W-20 Indonesia Ikut Sukseskan KTT G-20

"Ada kebijakan baru yang sangat menggangu kami para dosen yaitu kebijakan sertifikasi dosen yang dulu itu bagi mereka yang kerja sudah lama jenjang kepangkatan sudah tinggi Lektor, Doktor itu dihitung untuk penilaian. Misalnya Doktor angkanya 5, kemudian Lektor 4, sehingga gradenya dia lolos harus 4,0 itu sudah diperhitungkan. Itu membantu teman-teman kami lah untuk urus sertifikasi dosen," terangnya.

"Aturan beberapa tahun yang lalu kemudian untuk serdos setelah eligible kemudian di persyaratkan untuk masuk jadi serdos itu mereka harus tes dulu. Tesnya adalah TOEFL dan TPA. Mungkin 5-6 kali ujian gak lulus. Harus ada afirmasi bagi mereka yang sudah berkontribusi besar," sambung Arief.

Arief menilai hal tersebut sangat kontradiktif dengan keinginan Menteri Nadiem Makarim yang ingin memberi kebebasan di PT. Kebijakan MBKM ternyata tidak semerdeka yang diharapkan para dosen. Aturan seperti serdos justru membelenggu dan memperlambat proses tercapainya kebebasan tersebut.(OL-4)

Baca Juga

Dok Litbang MI

PPOK Juga Ancam Perokok Pasif

👤Naufal Zuhdi 🕔Kamis 01 Desember 2022, 07:05 WIB
Karena fungsi paru tidak bisa kembali normal, pasien PPOK dianjurkan melakukan rehabilitasi medik untuk melatih otot...
Antara

KPI Dukung Pelaksanaan ASO Tahap II

👤Ant 🕔Rabu 30 November 2022, 23:08 WIB
Adapun wilayah-wilayah yang akan melaksanakan ASO tahap II ini antara lain Kota Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang dan...
Antara

Stigma Negatif Masih Melekat pada ODHIV

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 30 November 2022, 22:51 WIB
Padahal, penularan HIV bisa terjadi dengan berbagai cara. Mulai dari penggunaan jarum suntik yang tidak aman, transfusi tidak aman, hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya