Kamis 17 November 2022, 11:30 WIB

Bayi yang Lahir Prematur Bisa Dikenali dari Daun Telinga

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Bayi yang Lahir Prematur Bisa Dikenali dari Daun Telinga

ANTARA/Didik Suhartono
Petugas medis merawat bayi prematur di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

 

DOKTER Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof Rinawati Rohsiswatmo mengatakan salah satu ciri fisik bayi prematur bisa dikenali dari daun telinganya.

Menurut Rina, dalam acara bincang-bincang daring, dikutip Kamis (17/11), daun telinga pada orang dewasa apabila dilipat akan kembali ke posisi semula, namun hal itu tidak pada bayi prematur.

"Lihat telinga. Telinga coba dilipat (daun telinga), ini kan ada tulang rawan, kalau makin muda (usia) dilipat dia enggak balik lagi. Coba lihat bayi kecil itu kalau dilipat dia menempel terus enggak balik-balik lagi. Mungkin ini kurang bulan," ujar dia.

Baca juga: Anak Lahir Prematur Harus Dipantau, sampai Kapan?

Selain telinga, ciri fisik lainnya bayi prematur yakni puting payudara yang berwarna sangat hitam atau hanya berbentuk titik seperti kismis.

Kemudian lihat ke alat kelamin. Kalau laki-laki ada skrotum atau kantung kemaluannya itu hitam, bergaris-garis, lalu buah testis itu sudah turun nah itu cukup. Kalau yang perempuan labia-nya masih terbuka," jelas Rina.

Ciri lainnya yakni dari garis-garis di telapak tangan dan kaki. Pada bayi prematur garis ini sulit dilihat karena sangat halus, berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan yang memiliki garis pada telapak tangan dan kaki sangat jelas.

Bayi prematur lahir saat usianya kurang dari 37 minggu. Pada bayi yang lahir di usia 38 pekan dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram, dikatakan sudah cukup bulan tetapi kecil atau bayi berat lahir rendah (BBLR).

"Kalau yang cukup bulan, organnya sudah matang tetapi kecil nanti kita harus kejar beratnya. Kalau yang prematur ada dua dia belum matang organ-organnya, kecil pula," kata Rina.

Menurut Mayo Clinic, meskipun tidak semua bayi prematur mengalami komplikasi, kelahiran terlalu dini dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka pendek dan jangka panjang. 

Umumnya, semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi. Komplikasi ini antara lain masalah pernapasan, jantung, otak, kontrol suhu tubuh, darah dan metabolisme tubuh.

Oleh karena itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dibutuhkan perawatan untuk membantu melindungi bayi prematur dari gangguan neurologis di masa depan serta kesulitan bernapas dan infeksi.

"Perawatan intensif pada bayi prematur tidak berhenti saat bayi hidup, masih cukup panjang perjalanan, dua tahun pertama kehidupan diharapkan bayi tidak stunting, (alami) kesehatan mental, autisme, itu juga harus diperhatikan," pungkas Rina. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Social Chic Bandung 2022 Hadirkan Ekshibisi dan Festival Musik di Kota Kembang

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:58 WIB
Festival and Exhibition Social Chic yang digelar pada 9-1 Desember 2022 di Secapa AD, Hegarmanah, Bandung, akan menghadirkan deretan...
DOK Sinar Mas Land.

Program Sekolah Berhati Binaan Sinar Mas Land Raih ISDA

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:47 WIB
Sinar Mas Land kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dalam ajang Indonesia Sustainable Deinarvelopment Goals Award (ISDA)...
Ist

Peduli Jantung, RS Jantung Jakarta Gelar Fun Fit Play - Citos Sehat & Seru

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 06 Desember 2022, 13:40 WIB
Permasalahan penyakit jantung tidak hanya dihadapi Indonesia, kesehatan jantung juga menjadi masalah di banyak negara di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya