Selasa 15 November 2022, 22:08 WIB

Anak Lahir Prematur Harus Dipantau, sampai Kapan?

Mediaindonesia.com | Humaniora
Anak Lahir Prematur Harus Dipantau, sampai Kapan?

MI/Adam Dwi.
Syukuran Bayi Miracle Sheena yang lahir prematur dengan berat hanya 600 gr, di RS Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta.

 

PEMANTAUAN pada anak yang terlahir prematur perlu terus dilakukan hingga dia memasuki usia dewasa. Seminggu pertama biasanya bayi-bayi ini masih banyak masalah di rumah sakit. 

"Dimulai pada minggu kedua, mungkin lebih stabil dilanjut sampai dia memasuki usia dewasa," kata Dokter Spesialis Anak Konsultan Perinatologi dan Neonatalogi Prof. Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, SpA(K) dalam webinar kesehatan, Selasa (15/11). Pemantauan yang dapat dilakukan dokter umum, spesialis multidisiplin, perawat ini meliputi sejumlah hal yakni kesehatan fisik, kognisi, dan kesehatan mental.

Kesehatan fisik meliputi pernapasan, stunting yang berpengaruh pada otak, dan lainnya. Perlu dimonitor fisik tadi, ditambah
pemantauan grafik. "Kadang-kadang setahun dua tahun masih oke, enam tahun sudah jadi obesitas," tutur Rina.

Pemantauan kesehatan fisik juga mencakup tekanan darah, kemampuan bernapas, metabolik, termasuk hormon-hormon yang sudah mulai dapat dilihat saat anak berusia enam tahun. "Kemudian, menjelang usia remaja dari 10 tahun, kadang muncul gejala-gejala pubertas tetapi terlalu dini, hormon muncul terlalu aktif. Anak prematur menjelang remaja harus tahu tentang kehidupan seksual yang sehat," kata Rina.

Menurut Rina, pemantauan secara berkala diperlukan agar nanti anak tidak mengalami masalah, termasuk saat memasuki usia sekolah agar dia dapat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkembang. "Follow up rutin harus terus dilakukan, bahkan sesudah dia pulang dari perawatan. Supaya mereka berkembang menjadi SDM berkembang, tenaga kesehatan perlu terus diseminasikan bahwa penting memantau," ujar dia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bayi prematur bila terlahir hidup sebelum 37 minggu kehamilan. Bayi dapat lahir prematur karena persalinan prematur spontan atau karena ada indikasi medis untuk merencanakan induksi persalinan atau kelahiran caesar lebih awal. 

Saat ini, diperkirakan sekitar 15 juta bayi lahir terlalu dini setiap tahun dan sebanyak satu juta anak meninggal setiap tahun akibat komplikasi kelahiran prematur. Banyak penyintas menghadapi kecacatan seumur hidup, termasuk ketidakmampuan belajar dan masalah penglihatan dan pendengaran. Secara global, prematuritas adalah penyebab utama kematian pada anak di bawah usia lima tahun. (Ant/OL-14)

Baca Juga

MI/ERIEZ M RIAL

Unisba Berada di Peringkat Atas Universitas Terbaik di Kota Bandung

👤Bayu Anggoro 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:50 WIB
EduRank menempatkan Unisba sebagai universitas peringkat 4 terbaik di Kota...
Dok. USG Education

Kemitraan USG Education-University of Essex Hasilkan Program Jalur Cepat Raih Sarjana Internasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:42 WIB
Program Pathway atau program jalur adalah program yang bertujuan menjembatani celah antara kualifikasi pendidikan terakhir yang dimiliki...
ANTARA

PGRI: Jangan Lupakan Kesejahteraan Guru

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 22:38 WIB
Pesan Presiden Joko Widodo agar kualitas guru terus ditingkatkan merupakan sebuah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya