Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SIRKULASI siklonik yang terpantau di Perairan Barat Aceh, Samudra Hindia Barat Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Perairan Utara Papua dan Papua, membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Laut Andaman hingga Pesisir Utara Aceh.
Berikut, Kalimantan Selatan hingga Pesisir Utara Jawa, Laut Sulawesi hingga Selat Makassar, Papua hingga Laut Arafuru bagian Utara. Lalu, Perairan Utara Papua, serta daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat Aceh-Sumatera Utara, di Samudra Hindia Barat Sumatera.
Koordinator Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin mengatakan bahwa adanya sirkulasi siklonik mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitar. Berikut, sepanjang daerah konvergensi/konfluensi tersebut.
Baca juga: BMKG: Siklon Tropis 93S Berpotensi Timbulkan Cuaca Ekstrem
"Labilitas Lokal Kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal terdapat di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Banten," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (14/11).
"Kemudian, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua," imbuhnya.
Intrusi udara kering (dry intrusion) di Belahan Bumi Selatan (BBS) melintasi wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa, yang mampu mengangkat massa udara basah di depan batas intrusi. Sehingga, menjadi lebih hangat dan lembab, yaitu di Perairan Selatan Jawa.
Baca juga: BMKG Minta Warga Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem Selama Sepekan ke Depan
Menurutnya, seluruh provinsi di wilayah Indonesia akan berpotensi terjadi hujan lebat, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. "Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulayan Bangka Belitung dan Lampung," jelas Miming.
"Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua," sambungnya.
Sementara itu, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur diprakirakan berpotensi mengalami hujan, yang dapat disetai dengan kilat/petir dan angin kencang.(OL-11)
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Sebanyak 62 jadwal perjalanan kereta cepat Whoosh kembali normal usai gempa bermagnitudo 4,9 di Kabupaten Bekasi.
Sistem peringatan dini gempa bumi memanfaatkan jaringan sensor seismik untuk mendeteksi gelombang primer (P)—gelombang cepat yang muncul pertama kali saat gempa terjadi.
BMKG membuat sistem peringatan dini tsunami Indonesia (InaTEWS) yang resmi beroperasi sejak 11 November 2008.
Potasium bisa dijadikan indikator baru dalam pemantauan aktivitas vulkanik, terutama untuk menilai potensi terjadinya letusan besar yang memicu pembentukan kaldera.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyebaran informasi kebencanaan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk operator seluler dan televisi.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved