Kamis 10 November 2022, 22:36 WIB

Satgas Covid-19: Angka Kematian Naik 232 Kasus dalam Sepekan

mediaindonesia.com | Humaniora
Satgas Covid-19: Angka Kematian Naik 232 Kasus dalam Sepekan

ANTARA
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito.

 

SATUAN Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyebut bahwa kasus kematian akibat covid-19 naik menjadi 232 kasus hanya dalam kurun satu pekan terakhir.

"Perlu perhatian pada jumlah kematian pada sepekan terakhir, yaitu sebanyak 232 kematian dibandingkan pekan-pekan sebelumnya," kata Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam Konferensi Pers Perkembangan
Penanganan Covid-19 per 10 November 2022 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (10/11).

Wiku menyatakan kasus kematian yang terus merangkak naik, perlu dijadikan perhatian bersama karena jumlah kasus yang ditemukan itu melebihi banyak kasus sebelumnya yang berkisar antara 70 hingga 160 kasus.

Provinsi yang Wiku sebutkan menjadi penyumbang kasus kematian terbanyak adalah Jawa Tengah yakni sebanyak 63 kematian dalam sepekan, diikuti Jawa Timur 26 kasus, DI Yogyakarta 20 kasus, DKI Jakarta 19 kasus dan Sulawesi Selatan 16 kasus kematian.
 
Wiku melihat hal tersebut merupakan imbas dari positivity rate per pekan, yang terus mengalami kenaikan dalam enam pekan terakhir. Per 6
November saja, angka positivity rate menyentuh 16,18%.

"Angka positivity rate dalam sepekan sebesar 16,18% ini, lebih tinggi jika dibandingkan dengan enam pekan sebelumnya yang hanya 5,92%," ujarnya.


Baca juga: Dalam Sepekan, tidak Ada Penambahan Kasus Gagal Ginjal Akut


Di sisi lain, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit (BOR) pada tingkat nasional per 9 November 2022, sudah menyentuh 10,31%. Padahal pemerintah telah berupaya untuk menyediakan sebanyak 57.832 tempat tidur yang tersebar di seluruh rumah sakit.

"Perlu diingat bahwa adanya tren peningkatan dalam enam minggu terakhir, perlu ditangani lebih lanjut baik oleh pemerintah pusat maupun daerah utamanya di tingkat provinsi," ucap Wiku.

Meski demikian, laju penambahan pada pasien yang dinyatakan telah sembuh dari covid-19 berhasil dipertahankan. Sehingga persentase kesembuhan menyentuh rata-rata 95% di sepanjang 2022. Sementara kesembuhan di enam pekan terakhir dapat dipertahankan pada angka 97%.

Wiku menekankan walaupun angka kesembuhan jauh lebih tinggi daripada kematian, semua pihak tidak dapat bersantai atau abai terhadap situasi pandemi yang masih terus memunculkan berbagai varian atau subvarian baru.

Sebab, hal tersebut dapat memperbesar potensi lonjakan kasus, yang juga dipicu oleh kembalinya aktivitas sosial dan ekonomi dalam masyarakat seperti sedia kala.

Ia mengingatkan protokol kesehatan yang rendah akan memicu kenaikan kasus karena saat ini tren mobilitas yang dilakukan masyarakat pun
sudah mencapai hingga 29% untuk tempat rekreasi, berbelanja dan perkantoran.

"Adanya tren kenaikan hendaknya dapat menjadi pengingat bahwa covid-19 masih ada. Kita harus menjaga diri kita dengan protokol kesehatan, agar berkegiatan menjadi aman dan nyaman," katanya. (Ant/OL-16)
 

Baca Juga

DOK/SMKN 2 GARUT

Paskibra SMKN 2 Garut Gulirkan Inovasi Pasheman'90

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 28 November 2022, 23:40 WIB
Pertunjukan Pasheman'90 yang atraktif, mampu menghapus stigma kaku  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka...
DOK/SMKN 1 GARUT

Inovasi Sabun Cuci Tangan SMKN 1 Garut Dorong Kemandirian Warga

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 28 November 2022, 23:25 WIB
Pembuatan sabun cuci piring dihasilkan oleh siswa-siswi SMKN 1 dari Kompetensi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas...
Dok NasDem

NasDem Setiap Hari Pasok Ratusan Tempe Azaki ke Dapur Umum Korban Gempa Cianjur

👤Media Indonesia 🕔Senin 28 November 2022, 23:10 WIB
PASOKAN kebutuhan buat masyarakat terdampak gempa Cianjur terus dilakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya