Kamis 03 November 2022, 22:10 WIB

Faktor Terbesar Kasus Gangguan Ginjal Akut: Cemaran EG dan DEG

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Faktor Terbesar Kasus Gangguan Ginjal Akut: Cemaran EG dan DEG

Antara
Petugas mengamankan obat sirop yang diduga menjadi penyebab gangguan ginjal akut.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penyebab terbesar dari kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPA) ialah zat Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). 

Namun, Kemenkes juga masih mendalami berbagai faktor lain. "Berdasarkan kajian Kemenkes, faktor risiko terbesar penyebab terjadinya GGAPA saat ini intoksikasi zat EG dan DEG," kata Juru Bicara Kemenkes M. Syahril Syahril saat dihubungi, Kamis (3/11).

Baca juga: IDAI Sempat Frustasi Cari Penyebab Gangguan Ginjal Akut pada Anak

Setelah menyingkirkan faktor penyebab lain, seperti infeksi, dehidrasi dan perdarahan. Lalu, penyakit lain termasuk demam berdarah dan faktor bawaan (komorbid) pada anak 0-18 tahun.

"Saat ini, kita fokus pada penanganan dengan faktor risiko penyebab terbesar. Sedangkan kemungkinan penyebab lain terus dilakukan kajian," imbuhnya.

Baca juga: Polisi Hentikan Sementara Operasional PT Afi Pharma

Pihaknya terus melanjutkan penggunaan obat penawar dari GGAPA, yakni Fomepizole. Diketahui, 95% pasien anak di RSCM menunjukkan perkembangan yang membaik. Artinya, efikasinya positif dalam memberikan kesembuhan.

"Kita cukup beruntung saat ini ada 246 vial Fomepizol di Indonesia. Sebagian besar atau 87% adalah donasi gratis dari negara lain," pungkas Syahril.(OL-11)
 

Baca Juga

Dok. BKKBN

BKKBN dan TNI AD Gelar Pelatihan Optimalkan Peran Babinsa dalam Penurunan Stunting

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:39 WIB
Program Bapak Asuh Anak Stunting yang pertama kali dimulai dari Pak Kasad memberikan pengaruh besar kepada jajaran di...
Dok. BWI

Rakornas BWI Optimalkan Potensi Wakaf Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:34 WIB
Belum lagi tumbuhnya Gerakan berwakaf dari kelompok masyarakat seperti ASN, karyawan swasta, akademisi dan pelajar, intinya literasi wakaf...
Ist

Tren Peminat Program Studi Ilmu Komunikasi Meningkat di Jabodetabek

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 16:52 WIB
Anggota pengurus yang dilantik sebanyak 120 orang yang merupakan pengelola program studi Ilmu Komunikasi dari berbagai kampus yang berada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya