Kamis 03 November 2022, 11:07 WIB

Masyarakat Diminta tidak Takut Lakukan Pap Smear

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Masyarakat Diminta tidak Takut Lakukan Pap Smear

ANTARA/Prasetia Fauzani
Warga memasuki bilik pemeriksaan guna mengikuti pap smear massal di gor Jayabaya, Kota Kediri, Jawa Timur.

 

SALAH satu kendala deteksi dini kanker serviks atau leher rahim adalah adanya rasa takut dari masyarakat ketika harus menjalani pap smear atau tes pap dan IVA (inspeksi visual asam asetat).

Dokter spesialis kandungan dan ginekologi Cindy Rani Wirasti mengajak masyarakat untuk menepis keraguan untuk deteksi dini karena tes tersebut tidak menyakitkan.

"Pap smear dan IVA itu tidak sakit," kata Cindy di Jakarta, Rabu (2/11).

Baca juga: Pap Smear Penting Dilakukan Perempuan yang Sudah Berhubungan Seks

Umumnya, pemeriksaan ini hanya memakan waktu yang singkat, sekitar 20 hingga 30 detik.

Berdasarkan pengalamannya menghadapi para pasien, sejumlah pasien perempuan lebih merasa nyaman memeriksa organ intim bila hanya berhadapan dengan tenaga kesehatan, tanpa ditemani teman atau keluarga.

Bila Anda merasa sungkan bila memeriksakan kesehatan ketika diantar orang terdekat, Anda disarankan untuk berkonsultasi sendirian.

Tes pap smear sebaiknya dilakukan secara rutin untuk mendeteksi gejala kanker serviks. Sebab, infeksi human papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks kerap baru bergejala ketika kanker sudah mencapai stadium lanjut.

Gejala kanker serviks stadium lanjut di antaranya adalah keluar darah saat berhubungan seksual dan keputihan yang bercampur darah.

Deteksi dini bermanfaat dalam mencegah infeksi HPV berkembang menjadi kanker serviks, dia menegaskan.

Infeksi HPV dapat dicegah dengan mendapatkan vaksin HPV yang kini menjadi bagian dari program pemerintah yang menyasar anak perempuan usia kelas 5 SD dan 6 SD. 

Meski demikian, vaksin ini juga bisa diberikan kepada orang dewasa, baik itu perempuan maupun laki-laki.

Kanker serviks terjadi ketika sel-sel kanker berkembang di leher rahim (serviks), pintu masuk rahim dari vagina. Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia).

Proses infeksi virus HPV yang mengakibatkan kanker serviks memakan waktu panjang, antara 7 sampai 15 tahun. Namun, yang sering terjadi adalah orang tidak menyadari dirinya sudah terinfeksi virus dan baru mengetahui setelah terkena kanker. (Ant/OL-1)

Baca Juga

HO

Kemenkominfo Gelar ToT Literasi Digital Bagi ASN Kemendikbudristek

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 14:04 WIB
Kemenkominfo menggelar ToT literasi digital bagi ASN di lingkungan...
Ist

Lulusan Langsung Kerja, Kemenperin Cetak 899 Wisudawan di Makassar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 13:45 WIB
Unit pendidikan yang mengadakan wisuda tersebut ialah SMK-SMAK Makassar, SMK-SMTI Makassar, dan Politeknik ATI...
Dok Nawacita

Menerima Penghargaan Nawacita Awards 2022, Ini Respons Mensos Risma

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 13:37 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapat penghargaan Nawacita Awards 2022 untuk kontribusi pemikirannya di bidang Kesejahteraan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya