Selasa 01 November 2022, 17:38 WIB

304 Anak Sudah Terkena Gangguan Ginjal Akut, 159 di Antaranya Meninggal

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
304 Anak Sudah Terkena Gangguan Ginjal Akut, 159 di Antaranya Meninggal

Antara
Ilustrasi kondisi unit IGD di sebuah rumah sakit.

 

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) melaporkan hingga 31 Oktober 2022, kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal pada Anak (GGAPA) mencapai 304 orang. Sebanyak 159 kasus di antaranya meninggal dunia, 46 pasien masih dirawat dan 99 anak dinyatakan sembuh.

"Jumlah pasien anak laki-laki sebanyak 179 orang (59%) dan perempuan 125 orang (41%)," ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan M Syahril dalam konferensi pers secara daring, Selasa (1/11). 

"Kalau melihat kelompok umur, paling banyak terjadi pada anak umur 1-5 tahun sebanyak 173 orang. Yang lainnya di bawah 1 tahun 46 kasus, 6-10 tahun sebanyak 43 kasus dan 11-18 tahun sebanyak 42 kasus," imbuhnya.

Baca juga: PT Yarindo Bantah Produknya Sebabkan Ratusan Anak Meninggal

Sementara terkait data kematian pasien, paling banyak terjadi di kelompok umur 1-5 tahun, yakni 106 anak. Lalu, di bawah 1 tahun sebanyak 21 anak, kelompok umur 6-10 tahun sebanyak 23 anak dan umur 11-18 tahun sebanyak 9 anak.

Lebih lanjut, Syahril menjelaskan bahwa sejak 18 Oktober 2022, pemerintah sudah mengumumkan larangan obat sirop sampai dengan penelitian. Adapun sejak saat itu, penambahan kasus tidak terlalu signifikan dan angka kematian menurun.

Baca juga: Pakar: Polri Bisa Jerat Produsen Obat Kasus Gagal Ginjal Akut

Data tersebut merupakan hasil laporan dari 27 provinsi. Untuk provinsi yang paling banyak ditemukan kasus gangguan ginjal akut, yakni DKI Jakarta dengan 79 kasus. Lalu, Jawa Barat 37 kasus, Jawa Timur 25 kasus, Sumatera Barat 22 kasus, serta Aceh 31 kasus.

Sampai 31 Oktober 2022, obat antidotum, yakni Fomepizole, sudah terdsitribusi 146 vial ke 17 rumah sakit di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Bali, Aceh, Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Sumatera Selatan.

"Kita masih mempunyai stok 100 vial lagi. Totalnya ada 246 Fomepizole yang didatangkan atau obat penawar untuk khusus gagal ginjal akut," papar Syahril.(OL-11)

Baca Juga

MI/Ramdani

Komisi X DPR RI Minta Perpusnas Tingkatkan Unsur Literasi Masyarakat

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 08:30 WIB
Ia menyatakan Indeks Literasi Masyarakat yang disusun Perpusnas dapat menjadi landasan kebijakan literasi...
Dok. DPR RI

Anggota DPR Dorong Pabrik Semen Indarung dan PLTA Rasak Bungo Jadi Warisan BUdaya UNESCO

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 08:00 WIB
Menurut Rieke, kedua bangunan tersebut menyimpan banyak memori perjuangan rakyat Minang pada masa penjajahan dan telah berkontribusi besar...
Ist

Mydoremi Ajak Anak Indonesia Berkreasi di Dunia Digital

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 06:46 WIB
Mydoremi Co-founder, Cisca Chang, menyatakan bahwa Mydoremi membuat kegiatan pembelajaran yang fun (edutainment) melalui Mydoremi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya