Senin 31 Oktober 2022, 19:32 WIB

PT Yarindo Bantah Produknya Sebabkan Ratusan Anak Meninggal

M Iqbal Al Machmudi | Humaniora
PT Yarindo Bantah Produknya Sebabkan Ratusan Anak Meninggal

DOK.MI
Ilustrasi

 

PT Yarindo Farmatama membantah produknya yakni Flurin DMP Sirop 60 ml yang sudah diproduksi sebanyak 2.930 botol telah menyebabkan ratusan anak Indonesia meninggal karena gangguan ginjal akut pada anak (GGAPA).

"PT Yarindo telah memproduksi Flurin DMP Sirop 60 ml sudah 20 tahun, kita juga sudah memproduksi dengan standar CPOB, semua kita lakukan di sini sudah memenuhi syarat, dan sampai saat ini tidak ada orang yang meninggal karena Flurin DMP Sirop 60 ml. Selain itu, dari 102 list yang dikeluarkan Kemenkes tidak ada produk Flurin milik PT Yarindo," kata Legal Manager PT Yarindo Farmatama Vitalis Jebarus di pabrik PT Yarindo, Serang, Banten, Senin (31/10).

"Kami juga bingung ini, kami tidak pernah membeli etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG). Kita pernah sekali melaporkan pergantian manufacturing pembuatnya sebelumnya dari Jepang dan pindah ke Dow Chemical Thailand sejak 2015," tambahnya.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah menyita obat dari tiga industri farmasi antara lain PT Yarindo Farmatama yakni Flurin DMP Sirop 60 ml sebanyak 2.930 botol. Produk PT Yarindo yakni Flurin DMP mengandung 48 mg/ml, sedangkan ambang batas amannya adalah 0,1 mg/ml.

Kemudian PT Universal Pharmaceutical Industries juga disita Unibebi Demam Sirop 60 ml sebanyak 13.409 botol, Unibebi Demam Drop 15 ml 25.897 botol, dan Unibebi Cough Sirop 60 ml 588.673 botol dan bahan baku PEG dengan bahan baku dari Dow Chemical Thailand.


Baca juga: Badan POM Sebut Perusahaan Thailand Pasok Pelarut Obat Sirop ke RI


Selain itu juga ada 7 produk salah satunya yakni obat sirop Paracetamol Peppermint produksi dari PT Afi Pharma.
 
Selama ini PT Yarindo mengaku sudah 3 kali renewal atau daftar ulang dan izin keluar dari 2020-2025.

"Ini artinya Badan POM memberikan pengawasan untuk izin edar ini. Saya juga sedih karena kami sebenarnya korban dari pemalsuan dan penipuan apakah dari supplier atau manufacturing penerbit. Tapi dari bahan-bahan yang dikirim ke kami itu bahan yang sudah diteliti dengan baik sesuai CPOB," ujarnya.

Saat ini, Badan POM sudah keluarkan surat untuk menghentikan produksi obat Flurin DMP Sirop 60 ml.

Vitalis mengatakan pihaknya membeli PEG dengan dicocokkan sesuai sertifikasi dan data lainnya sampai barang datang. Sekaligus dilakukan analisa dan pemeriksaan di laboratorium secara mandiri. Setelah dilakukan tes sayangnya pihak PT Yarindo Farmatama enggan untuk menjawab hasil pemeriksaannya.

Karena hasil pemeriksaan dari Badan POM Flurin DMP Sirop 60 ml mengandung 48 mg/ml EG dan DEG, sedangkan ambang batas amannya adalah 0,1 mg/ml. (OL-16)

Baca Juga

Antara

Buka Expo Digital, Kepala BSKDN: Terapkan Ekosistem Inovasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:49 WIB
Yusharto mengatakan, digitalisasi merupakan momentum untuk bersinergi dan berkolaborasi memperkuat hubungan seluruh penyelenggara...
Ist

Keterampilan Digital dan Bahasa Inggris Kunci Memenangi Kompetisi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:29 WIB
Keterampilan digital dan Bahasa Inggris menjadi kunci dalam memenangi kompetisi global industri pariwisata di tengah situasi Volatility,...
Ist

Aksi Bom Bunuh Diri bukan Bagian dari Amalan Jihad

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:34 WIB
Musuh yang dianggap dalam Islam adalah mereka yang memerangi Islam. Sementara tidak ada bukti satu pun yang bisa ditunjukkan bahwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya