Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
11 Desa binaan Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas Raih Penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta (28/10). Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan pada acara puncak Festival Iklim dengan mengusung tema "Tingkatkan Aksi Iklim untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat".
Selain itu, unit usaha APP Sinar Mas, PT Wirakarya Sakti (WKS) juga memperoleh penghargaan sebagai perusahaan yang konsisten dalam mendukung ProKlim. Penghargaan diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya didampingi Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Laksmi Dhewanthi, dan diterima oleh para perwakilan pemerintahan daerah terkait baik secara luring maupun daring.
"Penghargaan yang diberikan kepada Ibu dan Bapak yang hadir pada hari ini merupakan pengakuan resmi atas kerja keras ibu dan bapak aktor aksi agenda iklim di lokasi ProKlim. Kepala Daerah yang telah menjalankan fungsi pembinaan dengan baik, begitu pula dunia usaha yang mengambil peran aktif dalam mendukung dan mendampingi pelaksanaan ProKlim," kata Siti dalam keterangan yang diterima, Senin (31/10).
Di tempat terpisah, Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata mengatakan bahwa dukungan terhadap ProKlim merupakan perwujudan peran serta perusahaan dalam melibatkan, membina, dan bersinergi dengan masyarakat untuk berperan aktif dalam aksi nyata memitigasi perubahan iklim, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
"Dalam mendukung Proklim kami berupaya memperkuat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di lingkup unit forestry, dan program CSR di lingkup pabrik kami. Program ini dijalankan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mencapai keberlanjutan lingkungan dan hutan, serta mensejahterakan masyarakat sekitar operasional kami," terang Suhendra.
11 desa binaan yang memperoleh penghargaan ProKlim yang meliputi empat desa binaan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di antaranya PT Wirakarya Sakti Dusun Mudo, dan Desa Sungai Terap, Jambi, serta PT Arara Abadi di Desa Pinang Sebatang Timur, dan Desa Muara Kelantan, Riau.
Penghargaan ProKlim juga diberikan pada tujuh desa binaan program CSR dari pabrik, di antaranya PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (IKPP) Perawang di Desa Tualang Riau, PT IKPP Tangerang di Desa Pakulonan, Desa Pakualam, dan Desa Jelupang, Tangerang, Banten, PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills di Desa Kutamekar, dan Desa Kutanegara, Karawang Jawa Barat serta PT Ekamas Fortuna di Desa Sengguruh di Malang, Jawa Timur. (RO/Ant/OL-15)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Pemerintah mencabut izin 28 perusahaan kehutanan dan non-kehutanan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terkait pelanggaran hukum dan kerusakan lingkungan.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa manusia memiliki kewajiban moral tanpa batas untuk menjaga kelestarian alam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved