Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK tidak disadari bahwa insomnia atau kurang tidur dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan, baik secara fisik maupun mental.
Kebutuhan akan tidur manusia sama pentingnya dengan kebutuhan mengonsumsi makanan dan minuman. Setiap orang perlu untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian menjalani aktivitas.
Pada umumnya, kebutuhan jam tidur seseorang dipengaruhi oleh usianya, bayi dan balita membutuhkan waktu tidur yang lebih lama dari orang dewasa.
Menginjak usia sekolah hingga lanjut usia, waktu ideal tidur akan semakin berkurang. Bagi orang dewasa, butuh kurang lebih 7 sampai 8 jam untuk mendapatkan kualitas tidur yang baik dan ideal.
Usia-usia produktif seperti pada usia dewasa yang memiliki banyak aktivitas membuat waktu istirahat terutama tidur menjadi sangat penting.
Ketika menjalani banyak aktivitas setiap harinya, waktu istirahat dan tidur terkadang ikut berkurang atau bahkan tidak sempat.
Apabila hal ini terjadi secara terus-menerus akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan baik secara fisik maupun mental.
Kondisi kurang tidur seringkali dikaitkan dengan berbagai macam risiko penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga stroke.
Namun, tak banyak yang menyadari dibalik itu semua kurang tidur juga akan mempengaruhi kesehatan mental seseorang.
Orang dengan jam tidur yang kurang akan mudah lupa, mudah lelah, mudah tersinggung, stress, gangguan bipolar, kecemasan bahkan hingga mengalami depresi.
Selain itu, kurang tidur juga dapat menyebabkan kesulitan berkonsentrasi karena membuat kerja otak menjadi lambat.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, lama kelamaan akan berkembang dan menjadi gangguan kesehatan mental yang parah.
Efek bahayanya kurang tidur ini juga ditekankan oleh Kementrian Kesehatan (Kemenke). Kemenkes menginformasikan terdapat tujuh ancaman yang mengintai akibat dari kurangnya waktu tidur.
Kurang tidur bisa menyebabkan hilang konsentrasi, memperburuk kondisi kesehatan tubuh, kulit menjadi terlihat lebih tua, hilang fokus ketika berkendara, munculnya obesitas, stress meningkat, dan sering lupa.
Di samping itu, dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ yang merupakan seorang dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikoterapis berpengalaman juga turut menyetujui bahwa kurang tidur menimbulkan efek buruk bagi mental.
Dokter yang kerap kali memberikan edukasi mengenai kesehatan mental kepada masyarakat tersebut memberikan cara terbaik untuk mengatasi masalah tidur pada konten terbarunya di Instagram.
Menurutnya, menjaga kesehatan mental dengan hal-hal dasar salah satunya adalah dengan memiliki kualitas tidur yang baik atau good sleep hygiene.
“Bagaimana cara menjaga kesehatan jiwa? jawabannya selalu back to basic. Makan dengan gizi seimbang, terhubung, berolahraga, dan tidur dengan kualitas yang baik,” kata dr. Jiemi.
“Oleh karena itu, penting untuk menjaga sleep hygiene intinya adalah menjaga kebiasaan tidur yang baik,” lanjutnya.
Hal tersebut dikarenakan kualitas tidur yang buruk dapat menyebabkan meningkatnya stres, depresi, serta menurunnya produktivitas yang akan mengganggu kesehatan mental seseorang.
Beberapa saran yang dari dr. Jiemi Ardian untuk menjaga kualitas tidur di antaranya adalah menghindari alkohol, kafein, dan nikotin ketika menjelang sore hari, mengurangi cahaya di dalam kamar.
Selain itu perlu juga mengatur suhu yang optimal untuk tidur, serta menciptakan rutinitas pra-tidur yang menenangkan salah satunya yakni dengan menggunakan Sukha Sleep Aromatherapy Spray.
Dengan bahan-bahan khusus yang telah dikaji mampu menenangkan untuk menjaga kualitas tidur serta dengan aroma khas “sweet aromatic floral”, Sukha Sleep Aromatherapy terbukti mampu membantu masalah kesulitan tidur.
Karena bukan obat tidur ataupun bius, Suka Sleep Aromatherapy tidak memberikan efek dengan instan namun sangat aman sebagai terapi alternatif tanpa menyebabkan efek samping maupun ketergantungan.
“Ini bukan obat sebenarnya, ini digunakan untuk menjaga kualitas tidur supaya tetap baik dan nyaman.” Jelas dr. Jiemi Ardian.
Cara penggunaannya cukup mudah, yakni hanya perlu disemprotkan ke tempat tidur seperti ke selimut atau bantal.
Selain itu, Sukha Sleep Aromatherapy juga bisa didapatkan dengan mudah karena telah tersedia di Halodoc, Shopee, dan Tokopedia. (RO/OL-09)
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses biologis penting yang dikendalikan oleh otak dan hormon, seperti melatonin.
Riset terbaru University of Michigan menemukan neuron di hipotalamus berperan menjaga kadar gula darah, terutama pada empat jam pertama tidur.
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Pelajari manfaat meditasi bagi mental & fisik, teknik populer, serta panduan pemula yang mudah dan konsisten.
Penelitian terbaru mengungkap gejala apnea tidur obstruktif (OSA) cenderung memburuk di akhir pekan akibat perubahan pola tidur.
Dalam era kerja cepat dan tuntutan multitasking, kelelahan setelah jam kerja bukan lagi hal aneh—terutama bagi generasi milenial dan Gen Z.
Memasuki usia Spring Air yang ke-100 pada 2026, Spring Air memperkuat reputasinya sebagai pelopor teknologi tidur.
Produk yang menawarkan solusi untuk tidur lebih nyenyak adalah Nutrilite™ Healthy Sleep Solution.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved