Sabtu 22 Oktober 2022, 17:39 WIB

Hari Santri Nasional, Menag: Tinggalkan Perilaku Kekerasan Di Lingkungan Pesantren

Dinda Shabrina | Humaniora
Hari Santri Nasional, Menag: Tinggalkan Perilaku Kekerasan Di Lingkungan Pesantren

ANTARA
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

 

MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan agar para santri fokus belajar dan berkarya. Menag mengakui, beberapa kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pesantren membuatnya prihatin.

Hal itu diungkapkan Yaqut terkait peringatan Hari Santri Nasional 2022 yang jatuh setiap 22 November. Menag menyebut pihaknya telah berupaya untuk membuat langkah konkrit dengan membuat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 73 tahun 2022 tentang Pencegahan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan Kementerian Agama.

"Hari santri ini harusnya menjadi momentum, mengingatkan kepada santri itu tugas mereka itu ya belajar, ngaji, tidak aneh-aneh. Apalagi melakukan kekerasan, baik itu fisik maupun seksual,” kata Menag kepada Media Indonesia, Sabtu (22/10).

Menurut Menag, PMA yang telah diterbitkan itu sudah lebih dari cukup untuk menangani kasus kekerasan seksual di lingkungan pesantren sekaligus pencegahannya. Namun ia mengingatkan peraturan sebagus apapun, sekuat apapun, aturan itu kan kembali ke diri masing-masing. Negara itu aturannya sudah komplit juga.

"Tanpa ada PMA itu sebenarnya sudah ada KUHP, sudah ada banyak aturan yang membatasi orang untuk berbuat kejahatan. Tapi kenyataan apa? Kejahatan masih saja terjadi. Artinya orang berbuat jahat itu tidak kemudian karena dia di pesantren, atau di tempat lain. Itu kembali ke diri individu masing-masing," ujar Menag.

Yaqut juga menyoroti persoalan senioritas yang kerap kali menjadi akar permasalahan kekerasan di lingkungan pesantren. Ia tidak membenarkan adanya perlakuan kekerasan antara senior ke junior di pondok pesantren maupun di insititusi pendidikan lain.

"Senioritas itu bukan hanya di pesantren. Di sekolah, kampus, institusi TNI, Polri, senioritas itu juga sebenarnya biasa saja. Selama senioritas itu digunakan senior untuk membimbing juniornya itu boleh-boleh saja," tutur Menag. (OL-15)

Baca Juga

freepik

Ingat, Serat tidak Hanya Berasal dari Buah dan Sayur

👤Basuki Eka Purnama 🕔Kamis 02 Februari 2023, 04:45 WIB
Konsumsi protein nabati dapat meningkatkan asupan serat karena di dalam sumber protein nabati terdapat pula...
Ist

Menteri LHK dan Dubes RI UNESCO: Status 'in Danger TRHS' Segera Diakhiri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:32 WIB
TRHS merupakan salah satu warisan alam dunia Indonesia yang terdiri dari TN Bukit Barisan Selatan, TN Kerinci Seblat dan TN Gunung Leuser...
Antara

70,65% Lansia Sudah Divaksinasi Covid-19 Dosis Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 01 Februari 2023, 22:16 WIB
Sebanyak 18.323.786 lansia telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 85,02 persen dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya