Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HIGHSCOPE Indonesia secara rutin mengadakan HighScope Indonesia Annual Conference sejak 2011 silam. Konferensi ini merupakan wadah untuk pendidik HighScope Indonesia dan dari luar Indonesia dari berbagai jenjang sekolah untuk saling bertukar pikiran, dan terutama menjadi kesempatan belajar berkesinambungan bagi seluruh peserta.
Pendiri dan CEO HighScope Indonesia Antarina S.F Amir menyampaikan, konferensi ke-12 tahun ini memiliki tema ‘Empowering Future-Ready Citizens with Concepts, Skills, and Values,’. Dengan ini HighScope Indonesia berharap dapat menginspirasi dan membimbing para guru, kepala sekolah, dan pendidik yang hadir untuk mempersiapkan generasi selanjutnya agar menjadi future-ready citizens, dengan membekali mereka dengan concepts, skills, dan values yang mereka butuhkan sehingga siap menjadi self-regulated leaders, expert thinkers, innovators, dan problem solvers.
“Peran guru tidak hanya mengajarkan subject outcomes kepada siswanya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana mereka mengajarkan konsep (concepts) learner outcomes dalam kegiatan sehari-hari untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan skills untuk menerapkannya dengan values,” kata Antarina belum lama ini.
Menurut dia, guru merupakan katalis perubahan, tidak hanya dalam sistem pendidikan tetapi lebih penting lagi dalam kehidupan siswa. Guru memiliki dampak yang tidak perlu dipertanyakan lagi dalam kehidupan setiap siswa, di dalam maupun di luar lingkungan akademik sekolah.
“Kami percaya guru adalah aktor utama dalam mendukung siswa kami mencapai long-term goals mereka. Oleh karena itu, sebagai pendidik, mereka tidak boleh berhenti belajar tentang bagaimana menerapkan strategi pembelajaran yang baik untuk siswa,” jelas Antarina.
Baca juga: Kesehatan Mental Adalah Fondasi untuk Masa Depan Anak
Sementara itu, Presiden HighScope Educational Research Foundation, Jay McTighe menjelaskan fungsi performance task sebagai alat penilaian. Ini dapat membantu guru mendapatkan bukti bahwa siswa benar-benar berkembang dalam kompetensi penting.
Terutama, bagaimana cara guru dapat membuat dan meningkatkan existing tasks.
“Sebagai pendidik kita semua perlu mempersiapkan siswa agar tidak hanya memberikan kembali informasi yang mereka dapatkan dan diajarkan kepada mereka, tetapi untuk mendukung dan mempersiapkan mereka agar dapat menerapkan ilmu mereka secara fleksibel dan adaptif terhadap situasi baru, terhadap peluang dan tantangan yang muncul,” kata McTighe.
Pakar Value-based Education Neil Hawkes menambahkan, guru adalah pahlawan masyarakat. Dampak dari pekerjaan yang dilakukan guru tidak terukur.
“Sebagai pendidik, anda seperti dapat mengirim pesan ke masa depan, karena kondisi mereka di masa depan bergantung kepada apa yang anda lakukan saat ini. Pikirkan seseorang yang telah menginspirasi Anda? dan begitu sering anda akan mendengar nama seorang guru, yang ada untuk mereka, untuk memberikan dukungan,” kata Hawkes.
Melalui konferensi ini HighScope Indonesia berkomitmen untuk tetap konsisten dengan tujuan pendidikan, yaitu menginspirasi dan memfasilitasi siswa dalam menemukan dan mengembangkan apa yang paling mereka sukai dalam hidup. Lembaga ini juga membekali mereka dengan concepts, skills, dan values yang mereka butuhkan untuk mencapai harapan dan impian mereka dalam menghadapi tantangan saat ini dan masa depan. (R-3)
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengurangi anggaran pembangunan infrastruktur pendidikan dalam APBN.
Interaksi lintas budaya serta kesempatan membangun global networking diharapkan dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat kesiapan mereka dalam memulai karier profesional.
Di tengah derasnya arus teknologi, perhatian pada tulisan tangan terasa seperti langkah mundu
Bangsa kita telah mengalami sejarah panjang bagaimana memosisikan ujian sebagai bagian dari evaluasi hasil belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved