Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Kebijakan Publik Universitas Indonesia Zuliansyah mengatakan bantuan langsung ke masyarakat kecil di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) cukup memberikan katalis positif terhadap peningkatan kepuasan bagi Jokowi.
“Memang kalau kita lihat itu kan rakyat cukup puas ya dari 62,6% naik menjadi 67%,artinya naik sekitar 5% dalam jangka waktu yang cukup singkat. Memang, kalau kita lihat disurveinya itu bahwa kemudian bantuan langsung kepada rakyat itu memberikan porsi yang tertinggi ya memang kalau kita lihat dari logikanya itu memang pas,” ujar Zuliansyah, Selasa, (4/10).
Dosen Fakultas Ilmu Administrasi UI itu menambahkan, manfaat dari bantuan yang diterima langsung oleh masyarakat terbukti mengatrol tingkat kepuasan di samping program-program Presiden Jokowi yang sudah lama dikerjakan seperti pada sektor infrastruktur.
“Artinya itu kan program langsung diterima oleh masyarakat, lalu ada survei maka tentu saja ia akan mengalami kenaikannya kepuasannya. Walaupun ada beberapa program-program Presiden Pak Jokowi yang sudah lama dilakukan seperti infrastruktur jalan dan sebagainya Itu juga kepuasannya cukup tinggi,” ulasnya.
Namun, Zuliansyah juga memberikan masukan kepada pemerintah terhadap masalah lain di masyarakat seperti kenaikan harga bahan pokok yang harus diperhatikan dan harus segera ditangani.
“Harus segera memperhatikan variabel-variabel masyarakat yang merasa tidak puas itu harus disentuh terus itu harus ditangani secara cepat,” tuntas Zuliansyah
Sementara itu, Peneliti Bidang Ekonomi Makro dan Perdagangan Internasional Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Iwan Hermawan mengatakan bantuan sosial (bansos) akan menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Menurut Iwan Hermawan, bansos akan berdampak terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,0067%.
“Kenaikan harga BBM dan bansos masih akan memberikan dampak positif terhadap PDB,” kata Iwan Hermawan.
Iwan Hermawan menyebut bansos akan menjaga penurunan daya beli masyarakat berada di angka 0,18% dan kenaikan inflasi di angka 1,17%.
Dia melanjutkan bansos juga akan menjaga penurunan nilai ekspor di angka 0,30% dan penurunan nilai impor di angka 0,64%.
Sementara, dia mengatakan penyesuaian harga BBM malah akan meningkatkan kinerja industri teknologi serta minyak dan gas (migas).
Selain itu akan meningkatkan kinerja sektor mesin dan perlengkapannya sebesar 3,2%, sektor gas bumi dan panas bumi sebesar 0,36%, dan pertambangan sebesar 0,28%.
Diketahui, pemerintah sedang menyalurkan bansos sebesar Rp24,17 triliun untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah adanya penyesuaian harga BBM, yang terdiri dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp12,4 triliun, Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 9,6 triliun dan subsidi transportasi sebesar Rp2,17 triliun. (RO/OL-1)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Pemerintah menyalurkan BLT Kesra tersebut sekaligus untuk tiga bulan yakni Oktober, November dan Desember 2025.
Pemerintah terus mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terdampak bencana Sumatra.
Pos Indonesia menunjukkan perannya sebagai perpanjangan tangan negara melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Kota Padang.
Bantuan langsung tunai (BLT) untuk para korban bencana Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Di tengah tekanan ekonomi yang masih membayangi sebagian warga, Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) menjadi penyangga penting.
MENTERI Energi dan Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membenarkan rencana pemerintah menghapus subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan diganti menjadi bantuan langsung tunai (BLT).
MENTERI Energi dan Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membenarkan rencana pemerintah menghapus subsidi bahan bakar minyak atau subsidi BBM dan diganti menjadi bantuan langsung tunai (BLT).
Pemberian BLT hari ini merupakan kompensasi dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) 2022 lalu.
Kementerian Keuangan yang telah melakukan pembayaran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) Periode Triwulan III Tahun 2022 sebesar Rp98,77 triliun (termasuk pajak).
Muhammad Rudi menjelaskan dalam penyaluran BLT BBM, Pemko Batam menggandeng PT Pos Indonesia karena percaya dengan kinerja BUMN tertua ini dalam menyalurkan bantuan.
PT Pos Indonesia mengejar waktu penyaluran BLT BBM tahap 2, PKH, dan bansos sembako (Bantuan Pangan Non Tunai/BPNT) tidak melebihi target yang ditetapkan Kemensos.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved