Jumat 30 September 2022, 11:05 WIB

Masak Lezat Makin Mudah dengan Platform Berbagi Resep

mediaindonesia.com | Humaniora
Masak Lezat Makin Mudah dengan Platform Berbagi Resep

Ist
CEO Cookpad, Rimpei Iwata. Indonesia tercatat sebagai negara pengguna Cookpad terbesar kedua setelah Jepang.

 

MEMASAK sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak masa prasejarah. Seiring dengan perkembangan yang terjadi dari masa ke masa, pola dan cara memasak juga berubah.

Kini, ketika teknologi informasi dan digitalisasi merambah hampir semua aspek kehidupan manusia, urusan masak memasak pun tak luput dari pengaruhnya.

Yang menggembirakan, kehadiran teknologi tersebut semakin memudahkan masyarakat dalam memasak. Untuk mencari resep misalnya, platform berbagi resep sangatlah membantu.

Dulu, ibu-ibu di pelosok Jawa Tengah mungkin bertanya-tanya, bagaimana caranya agar dia bisa memasak rendang enak seperti yang pernah dimakannya saat berwisata di Padang.

Atau, ibu muda yang bayinya memasuki usia konsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), mungkin bimbang mau membuat menu seperti apa untuk suapan pertama si kecil. Tapi, berkat platform berbagai resep, semua kegalauan itu bisa teratasi.

Di antara beragam platform berbagi resep, salah satu yang paling populer di dunia termasuk di Indonesia adalah Cookpad.

Berawal di Jepang pada 1997, Cookpad telah hadir di 70 negara dengan 35 bahasa pengantar, penggunanya lebih dari 100 juta.

Baca juga: Lestarikan Makanan Khas, Pemkab Lamongan Gelar Festival Kuliner

Di Indonesia sendiri, Cookpad hadir sejak 2011 dan saat ini jumlah penggunanya mencapai lebih dari 10 juta per bulan.

Soal resep, jangan ditanya, ada sekitar 2,5 juta resep masakan yang dibagikan di Cookpad Indonesia. Indonesia tercatat sebagai negara pengguna Cookpad terbesar kedua setelah Jepang.

Cookpad tentu bukan satu-satunya platform berbagi resep. Namun, platform yang bisa diakses melalui website maupun aplikasi ini tetap menjadi andalan para ibu, pehobi masak, maupun mereka yang baru belajar memasak. Apa rahasianya?

Rupanya, karakteristik Cookpad yang membagikan resep dari  kalangan ‘masyarakat biasa’ lengkap dengan berbagai ‘keterbatasan’ yang mereka miliki, justru menjadi salah satu faktor mengapa Cookpad menjadi referensi pilihan.

“Penjelasannya begini, hampir semua platform berbagi resep memiliki dua kutub. Pertama si pembagi resep, kedua si pencari resep. Banyak platform, sekitar 90 persen, memilih untuk fokus pada kutub kedua, jadi mereka lebih banyak menampilkan resep-resep kreasi mereka sendiri, resep kekinian, super otentik, dan resep dari para celebrity chef, sebagai upaya menarik perhatian para pencari resep," papar CEO Cookpad, Rimpei Iwata, dalam kunjungannya ke Jakarta, baru-baru ini.

"Langkah ini memang bagus, tapi kita harus ingat bahwa masyarakat punya keterbatasan. Misalnya, mereka tidak memiliki bumbu dan bahan super lengkap, peralatan yang memadai, atau waktu yang cukup," jelasnya.

"Ketika mereka merasa sulit mengikuti resep yang ditampilkan platform tersebut, mereka akan beralih ke yang lainnya,” papar Rimpei Iwata. 

Baca juga: 

Berbeda dengan Cookpad, sambung Rimpei yang pada kesempatan itu didampingi didampingi Direktur Cookpad Indonesia, Soetrisno Misawa, Cookpad menampilkan resep-resep dari masyarakat umum yang memang suka memasak dan berbagi resep.

Mereka menulis resep berdasarkan pengalaman memasak  menu lezat meski dengan ‘keterbatasan’ bumbu, bahan, peralatan, maupun waktu. Dengan demikian, resep mereka lebih mudah diikuti dan cocok dengan selera para pencari resep.

“Di Cookpad, kami fokus pada kutub pertama, yakni mereka yang membagikan resep. Kami membangun ekosistem ekosistem bagi masyarakat yang mau membagikan kebahagiaan dalam memasak dengan berbagi resep secara lebih mudah dan nyaman,” imbuh Rimpei.

Tanpa Iklan, Andalkan Subscriber

Dalam menjaga keberlangsungannya, Cookpad memilih model bisnis tanpa iklan. Sebagai gantinya, platform ini mengandalkan para subscriber atau pelanggan Cookpad Premium yang membayar untuk mengakses resep-resep teruji secara lebih cepat dan mudah.  

“Siapa pun bisa mengakses resep-resep di Cookpad yang jumlahnya jutaan. Bedanya, subscriber mendapatkan premium service, yaitu bisa mengakses resep yang teruji secara lebih cepat. Resep teruji merupakan istilah untuk resep yang paling banyak di lihat, di-cooksnap (dipraktikkan oleh pencari resep), dan disukai,” terang Rimpei.

Dengan tampil tanpa iklan, Cookpad menjadi tempat yang sangat nyaman untuk mencari resep masakan.

Bagi tim Cookpad sendiri, lanjut Rimpei, memilih tampil tanpa iklan dan mengandalkan pemasukan dari para subscriber mendorong mereka untuk terus berinovasi menyediakan layanan yang benar-benar berkualitas guna mempertahankan dan meningkatkan jumlah pelanggan. 

Direktur Cookpad Indonesia, Soetrisno Misawa, menambahkan, di seluruh dunia saat ini jumlah subscriber Cookpad Premium ada sekitar 2 juta. Tarif berlangganan di Indonesia cukup terjangkau, per bulan Rp20.000 (untuk perangkat Android) dan Rp39.000 (untuk perangkat iOS).

Komunitas di Berbagai Daerah

Sering terjadi, ketika sejumlah orang yang memiliki interest sama saling terhubung, ‘bertemu’ di platform digital saja tidaklah cukup.

Mereka akhirnya menjalin hubungan yang lebih erat dalam bentuk komunitas yang kegiatannya tak hanya online tetapi juga online. Pun demikian di Cookpad.

Para ibu yang memiliki kepentingan sama, entah itu sama-sama pecinta baking, pemula di dunia per-MPASI-an, penyuka Italian Korean, Japanese food, orangtua anak berkebutuhan khusus, pada akhirnya membentuk Komunitas Cookpad.

Komunitas ini ada di berbagai daerah di Indonesia dengan kegiatan beragam. 

Cookpad tentu mendukung terbentuknya komunitas-komunitas tersebut. Pada sejumlah kesempatan Cookpad memberikan support dalam pelaksanaan kegiatan mereka.

“Peran kami bukan untuk mengorganisasikan komunitas, tapi untuk berikan bantuan, apa saja yang bisa kami bantu sehingga bisa mempermudah kegiatan mereka dan membuat mereka lebih terdorong lagi untuk membagikan resep,” kata Rimpei. 

Lestarikan Kuliner Indonesia

Cookpad menyadari, Indonesia merupakan negara yang kaya akan ragam kuliner dan memiliki budaya memasak yang kuat.

“Ke depan, kami ingin turut serta melestarikan dan mengembangkan potensi tersebut sehingga generasi masa kini maupun generasi mendatang bisa menikmati kekayaan kuliner ini, bahkan tak terbatas masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat internasional. Caranya, kami akan terus fokus mendorong masyarakat untuk berbagi resep andalan,” ujar Rimpei.

Selain itu, Cookpad juga tengah menjajaki pengembangan akses ke bahan masakan berkualitas, agar masyarakat Indonesia lebih mudah mendapatkan bahan masakan produk lokal yang terjamin mutunya, lebih banyak jenisnya, dan lebih sehat.

Cookpad juga akan membantu mengembangkan keterampilan memasak para pengguna Cookpad, misalnya melalui kelas yang menghadirkan chef

“Kedua langkah ini sudah kami terapkan di luar Indonesia. Seperti, fasilitasi akses ke bahan masakan berkualitas, sudah kami terapkan di Jepang. Adapun peningkatan skill memasak kami terapkan di Inggris," katanya.

"Ke depan, kami ingin menghadirkan kedua langkah ini di Indonesia. Diharapkan, dengan bahan masakan berkualitas yang beragam jenisnya, juga keterampilan memasak yang meningkat, para ibu dan masyarakat lain semakin terdorong untuk berkreasi dalam memasak dan menyajikan menu-menu terbaik untuk keluarga,” pungkas Rimpei. (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...
DOK.MI

Angka Kasus Harian Covid-19 Bertambah Jadi 2.548 Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:00 WIB
Dengan adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.680.203...
ANTARA

Meski Masih Level 1 Transmisi Komunitas, Vaksinasi Tetap Harus Digalakkan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Minggu 04 Desember 2022, 19:57 WIB
Tren perawatan rumah sakit di ruang isolasi per tanggal 1 Desember 2022 terdapat penurunan sebanyak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya