Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan, Teknologi (Kemendikbud-Ristek) akan kembali menyelenggarakan seleksi ASN PPPK Guru di bulan Oktober 2022. Pada seleksi tahap ke-3 ini, pemerintah menyediakan lebih dari 319 formasi.
"Setelah kita melalui proses panjang koordinasi dengan daerah maka tahun ini formasi yang tersedia adalah 319.797," ujar Plt. Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Prof. Nunuk Suryani, Kamis (29/9).
Dijelaskannya, mekanisme seleksi kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, pemerintah akan menggunakan mekanisme tertutup dan terbuka. Untuk mekanisme tertutup, diperuntukkan bagi para honorer yang sudah lulus passing grade pada seleksi tahun lalu. "Itu tinggal penempatan, tidak usah ikut tes lagi dan jumlahnya sampai 130 ribu," imbuhnya.
Baca juga: Kemendikbudristek Gelar Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan 2022
Selanjutnya, bila masih tersedia formasi di daerah maka akan dilakukan kesesuaian atau verifikasi untuk 724 ribu lebih guru non ASN di sekolah negeri. "Yang berikut yaitu THK 2 guru honorer sekolah negeri yang sudah mengajar minimal 3 tahun dan terdata di Dapodik. Baru jika masih ada formasi kita akan mengikuti seleksi terbuka," terangnya.
Diungkapkannya, pemerintah memang memprioritaskan honorer yang sudah lulus passing grade. Sebab, jumlahnya lebih dari setengah total peserta yang lulus seleksi tahun lalu.
Di tahun 2021 pemerintah sudah menyelenggarakan seleksi ASN PPPK Guru dan menghasilkan 293 ribu lebih guru yang lolos passing grade. Dari total tersebut, 130 ribu diantaranya belum mendapatkan formasi di daerah.
Lebih lanjut, Nunuk mengatakan bahwa seleksi ASN PPPK Guru merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan guru secara nasional dan melakukan pemerataan distribusi guru. Dari perhitungan kementerian, kebutuhan guru secara nasional mencapai 781 ribu.
"Kalau berdasarkan perhitungan kami sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Namun daerah kan tidak mengusulkan sebagaimana yang kami sampaikan. Lalu selain melalui ASN PPPK kami menempatkan guru sesuai dengan yang kita butuhkan di rombel satuan pendidikan yang membutuhkan. Satu lagi adalah tentu saja kami mengirim surat himbauan kepada kepala daerah seluruh Indonesia agar melakukan distribusi guru yang ada di daerah masing-masing," jelas Nunuk.
Dia meminta para guru yang akan mengikuti seleksi ASN PPPK Guru tahun ini untuk terus memantau informasi terbaru. Kemendikbud-Ristek telah menyediakan laman gurupppk.kemdikbud.co.id dan media sosial untuk memberi akses informasi yang seluas-luasnya. (H-3)
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengangkat PPPK dari SPPG tahap 2 sebanyak 32.000 formasi dari SPPG, Komisi IX DPR RI minta MBG berdampak
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan akan mengangkat pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap 2 sebanyak 32.000 formasi
WAKIL Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pegawai SPPG yang diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) PPPK sebanyak 32.000
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Banyak ASN yang masih bingung mengenai "cara install" dan "daftar".
Fungsi paling mendasar dari ASN Digital adalah sebagai hub atau pusat kendali layanan.
Para tenaga honorer dari tenaga kesehatan (nakes) dan guru yang tergabung dalam “Aliansi Honorer Non Data BKN Gagal CPNS Indonesia” berunjuk rasa di Jakarta.
Melalui Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2025, masyarakat dari 15 golongan kini bisa menikmati layanan TransJakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara gratis.
Sementara Kasat Intelkam Polres Bangka Iptu Djunaidi mengatakan, sejak di penerimaan P3K dibuka kamis lalu jumlah pemohon SKCK membludak.
Bupati Eka Putra juga menyampaikan, akan memperjuangkan tenaga honorer ini untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu.
Acara pelantikan ini menjadi momen penting bagi para tenaga honorer dan tenaga kerja non-ASN yang selama ini telah berkontribusi dalam pelayanan publik di Kota Bengkulu.
Sembilan ribu honorer ini merupakan para tenaga honor yang menyebar di seluruh OPD. Banyak dari tenaga honor merupakan tenaga teknis
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved