Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MAHASISWA Fakultas Ilmu Komputer (FIK) Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Medan mendukung ketahanan pangan dengan mengimplementasikan teknologi Internet of Things (IoT) di sektor peternakan.
Hal itu diinisiasi oleh lima mahasiswa FIK angkatan 2020 yaitu Erick Laurianto, Felice Clarissa, Felic, Erica Gracia, dan Elbert Widjaja yang didampingi dosen pembimbing sekaligus Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UPH Kampus Medan Okky Putra Barus.
"Kami berharap, inovasi transformasi peternakan digital ini dapat bermanfaat bagi peternakan di Nusantara dalam mengatasi permasalahan peternakan konvensional dan ikut beralih mengikuti perkembangan digital,” ungkap Erick Laurianto dalam keterangannya, Kamis (29/9).
Dijelaskannya, kendala yang sering dihadapi oleh para peternak domba dan kambing adalah pengelolaan pembibitan, pembiakan, dan juga pengelolaan kesehatan ternak.
Seiring dengan berkembangnya sebuah usaha peternakan, maka dibutuhkan pengelolaan yang lebih detail dan treatment khusus pada setiap ternak.
Kesalahan dalam pemberian treatment dapat menyebabkan tumbuh kembang dan juga masa pembiakan ternak menjadi tidak optimal.
Melihat permasalahan yang terjadi, mahasiswa FIK UPH berupaya untuk mengimplementasikan teknologi IoT kepada salah satu peternakan dengan konsep modern yang berlokasi di Deli Serdang, yakni Arjuna Farm.
“Di UPH kami dilatih untuk berani mengimplementasikan hasil pembelajaran yang kami ikuti selama kuliah ke dalam banyak kegiatan dan ide-ide inovatif seperti implementasi IoT di Arjuna Farm," imbuhnya.
Program ini terealisasi melalui dukungan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) yang berlangsung selama empat bulan, yaitu dari bulan Juni sampai September 2022.
Sebelumnya, Erick dan tim melakukan diskusi dan menganalisis peternakan Arjuna sehingga mereka semakin memahami parameter penting yang perlu dimonitor oleh peternak.
Selanjutnya Erick dan tim mencoba menerjemahkannya ke dalam sebuah sistem informasi sehingga peternak dapat langsung melakukan monitoring melalui laptop terkait treatment apa saja yang sudah diberikan kepada ternak, masa-masa pembiakan ternak, dan juga kondisi status ternak secara real-time.
Tidak berhenti sebatas pembuatan sistem, mahasiswa juga melakukan sosialisasi kepada peternak agar mereka mampu untuk menggunakan teknologi ini secara mandiri.
Setelah melalui masa implementasi dan evaluasi selama dua bulan, maka angka kematian ternak dapat ditekan ke angka yang optimal.
"Sebelumnya, sekitar lima ekor ternak mati setiap bulannya, tetapi kini hanya satu ekor setiap bulannya. Selain itu, pemberian treatment dapat lebih terarah sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pembiakan yang akan dievaluasi di masa mendatang," kata Erick.
Pemilik Arjuna Farm, Suhairi mengaku sangat terbantu dengan adanya inovasi teknologi dari mahasiswa.
Sistem yang dirancang sangat modern serta berfungsi dengan baik serta fitur-fitur yang mendukung seperti pencatatan detail ternak, penjadwalan pakan dan treatment, penjadwalan perkawinan dan perkembangbiakan, serta pencatatan bobot ternak, sehingga ternak yang dijual optimal.
"Dengan mengimplementasikan IoT, saya hanya perlu melakukan scanning sehingga sangat menghemat waktu dalam pencarian ternak serta lebih efektif dalam melakukan pencatatan detail ternak,” ungkapnya.
Dia pun berharap, teknologi ini dapat menekan angka kematian ternak, membantu aktivitas peternakan menjadi lebih mudah, efektif, dan terstruktur, serta dapat diimplementasikan di peternakan lainnya.
Sementara itu, dosen pembimbing Okky Barus mengapresiasi cara kreatif mahasiswa untuk membantu mengelola peternakan di kota Medan.
Menurutnya, UPH senantiasa mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa diluar kampus, salah satunya dengan cara mengintegrasikan kegiatan luar kampus tersebut dalam mata kuliah.
"Mahasiswa tetap memiliki kesempatan untuk mengikuti perkuliahan, tetapi lebih dari itu, mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengimplementasikan apa yang telah mereka pelajari dalam project-project atau inovasi yang mereka lakukan diluar kampus," terangnya.
Prototype dari luaran hasil PKM ini diharapkan dapat diimplementasikan oleh para peternak lainnya serta dapat mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan kedepannya.
Karya inovatif dan kontribusi ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa UPH Kampus Medan didorong untuk terlibat aktif, baik di dalam maupun di luar kampus, serta dipersiapkan untuk menjadi ‘The Next Great Achiever’ yang siap mengabdi bagi perubahan bangsa. (Van/OL-09)
Bantuan beasiswa dari ICMI ini ditujukan bagi mahasiswa UICI yang memiliki potensi akademik tinggi namun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Ada 10 tenant ZCorner di Universitas Wahid Hasyim Semarang yang siap melayani dan memanjakan lidah para mahasiswa.
Untar berharap seluruh proses yang dijalani dapat memberikan solusi yang paling tepat, berimbang, dan bertanggung jawab bagi semua pihak terkait.
Para mahasiswa ini akan melaksanakan berbagai program mulai 2-22 Februari 2026. Adapun pemberangkatan dilakukan dalam dua gelombang, pada 2 dan 11 Februari 2026.
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai budaya kerja profesional dan pentingnya integrasi tim legal dalam kesuksesan berbagai sektor bisnis.
TEKNOLOGI Earth Intelligence dan Satelit internet of things (IoT) diperkirakan berkembang pesat dalam lima tahun ke depan.
Perusahaan rintisan (startup) pun berupaya mematahkan klaim itu dengan mengandalkan kepercayaan dan jaringan personal.
Sinar Mas Land berkomitmen untuk terus berinovasi melalui pemanfaatan AI dan IoT dalam meningkatkan kualitas produk dan manajemen properti serta kepuasan konsumen.
Pinisi memanfaatkan teknologi internet of thing (IoT) yang merupakan sistem manajemen kapal pintar untuk mendukung digitalisasi operasional kapal secara keseluruhan.
Sejumlah dosen UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Carangwulung Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang.
SEJUMLAH tim dari SMA/SMK dan sederajat serta universitas berlomba menciptakan solusi berupa prototipe AI dan IoT paling inovatif dan kreatif dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved