Jumat 23 September 2022, 15:57 WIB

Status PPKM Bisa Dicabut Bulan Depan

Atalya Puspa | Humaniora
Status PPKM Bisa Dicabut Bulan Depan

MI/AGUS M
Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono

 

EPIDEMIOLOG dari Universitas Indonesia Pandu Riono optimistis bahwa status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akan dicabut bulan depan. Pasalnya, saat ini ia menilai bahwa kondisi pandemi di Indonesia sudah semakin membaik dan terkendali.

"Saya kira, tunggu saja bulan ini atau awal bulan depan, saya optimstis pembatasan kegiatan akan dicabut sesuai dnegan usulan ahli. Tapi memang pandemi itu kan mulai dari adanya virus, tapi respon dan kapan untuk mengakhiri itu keputusan politis. Ada pertimbangan yang harus kita pahami," kata Pandu dalam Media Briefing Kementerian Kesehatan, Jumat (23/9).

Saat ini sendiri, Pandu menyebut bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah menghadiri United Nation (UN) Meeting di New York. Setelah mereka kembali ke Indonesia, Pandu meyakini bahwa pemerintah akan langsung membahas rencana tahapan peniadaan PPKM dalam rapat terbatas.

Ia melanjutkan, kondisi pandemi covid-19 di Indonesia sudah terkendali dapat dilihat dari beberapa aspek. Diantaranya positivity rate yang menurun menjadi 6,31%. Selanjutnya kapasitas tempat tidur rumah sakit yang belakangan ini tidak pernah di atas 5%, hingga jumlah kematian yang terus menurun.

Selain itu, saat ini hampir semua masyarkat Indonesia sudah memiliki kadar antibodi yang tinggi. Berdasarkan serosurvei yang dilakukan oleh Kemenkes, kadar antibodi masyarakat meningkat dari yang tadinya 444 pada Desember 2021 menjadi 2.097 pada Juli 2022.

Baca juga: Muhammadiyah Kritik Nadiem Karena Bentuk Tim Bayangan Berisi 400 Orang

"Saat ini pemerintah dan ahli juga tengah menyusun roadmap untuk hidup berdamppongan dengan pandemi. Kita (ahli) mengusulkan agar tahapannya jelas. Kalau nanti susunanya sudah dibahas, bisa langsung dikomunikasikan ke publik," imbuh dia.

Pada kesempatan itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril mengungkapkan bahwa WHO sudah mengumumkan tanda-tanda akan berakhirnya pandemi pada 14 September 2022 lalu. Namun demikian, bukan berarti pandemi bisa menghilang dengan sendirinya. Ada sejumlah hal yang harus dilakukan.

Diantaranya yakni tetap mempertahankan vaksinasi, tetap melakukan testing dan sequencing, tetap mempertahankan sistem kesehehatan, tetap mempertahankan upaya pencegahan dan pengendalian dan tetap harus memberikan informasi mengenai pandemi kepada publik.

"Tentu optimisme itu harus kita jemput denga enam strategi yang dipaparkan WHO. Semua negara harus melakukan ini agar seluruh dunia mengalami penurunan dan pelandaian kasus covid-19," pungkas dia. (OL-4)

Baca Juga

Dok. Klinik Insomm

Insomnia Banyak Terjadi, Klinik Ini Tawarkan Sleep Restoration Programme untuk Capai Tidur Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 10:01 WIB
"Banyak sekali dampak negatif yang terjadi pada individu yang kesulitan tidur. Kami sangat berusaha agar setiap  individu bisa...
dok.ist

Akhir Pekan, Healing di Nebula Glamping jadi Pilihan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 08:29 WIB
Nebula Glamping merupakan penginapan yang berada di lahan seluas 1,2 hektar milik Perhutani di Desa Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor,...
DOK Pribadi.

Nadiem Makarim Terinspirasi Model Pendidikan ala Pendiri Nahdlatul Ulama

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 02 Oktober 2022, 07:03 WIB
Menurutnya, model pendidikan KH Hasyim Asy'ari yang memanusiakan manusia terbukti berhasil mencetak generasi penerus yang berkarakter,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya