Rabu 21 September 2022, 22:08 WIB

Anggota MPR : Sekolah Jadi Laboratorium Toleransi dan Pluralisme

Thomas Harming Suwarta | Humaniora
Anggota MPR : Sekolah Jadi Laboratorium Toleransi dan Pluralisme

Dok. Pribadi
Anggota MPR RI Christina Aryani

 

ANGGOTA MPR RI Christina Aryani menekankan pentingnya peran sentral sekolah sebagai laboratorium toleransi dan pluralisme. Sebagai laboratorium, sekolah adalah tempat terbaik mempelajari dan mempraktikkan nilai-nilai keberagaman, saling menerima perbedaan, gotong royong dan persatuan meski berasal dari latar belakang agama, suku, dan mungkin status sosial yang berbeda-beda.

"Saya meyakini sekolah adalah tempat ideal menghidupi semangat toleransi dan pluralisme. Relasi antar peserta didik, antara guru dan murid, juga antara sesama guru, termasuk juga hubungan antar sekolah dibangun dengan nilai-nilai toleransi. Ibaratnya sekolah menjadi laboratorium tempat individu belajar menghidupi toleransi dan pluralisme," ungkap Christina saat memberikan materi Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di hadapan siswa SMA Bunda Mulia Jakarta Pusat, Rabu (21/9).

Kata Christina, para siswa di sekolah-sekolah datang dari berbagai latar belakang berbeda, baik agama, suku, bahkan status sosial. Sama halnya para guru juga beragam. 

"Lalu apa yang membuat mereka harus bersatu ya karena tujuan yang sama menghasilkan anak-anak Indonesia yang tidak saja pintar secara akademik tetapi juga perilakunya berdasarkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, dan persaudaraan," sambungnya.

Maka, lanjut Christina, sangat disayangkan jika sekolah justru menjadi tempat tumbuh suburnya eksklusivisme atau pengelompokan identitas yang justru membawa bibit perpecahan. 

Baca juga : BCA Salurkan Beasiswa Rp5,9 miliar untuk Mahasiswa dari 18 PTN

"Kalau sekolah tidak kita rawat sebagai laboratorium toleransi dan pluralisme, siapa yang mau diharapkan untuk menjaga bangsa ini di masa depan? Indonesia masa depan sangat tergantung dari anak-anak sekolah hari ini. Peran mereka sangat sentral dan strategis. Kita harus jaga bersama," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Manajer Program Yayasan Cahaya Guru, Muhammad Mukhlisin mendorong peran OSIS di sekolah agar menjalankan program kolaborasi dengan OSIS sekolah lain untuk bersama mempelajari keberagaman. 

"Makin sering berkolaborasi, saling tukar pengalaman akan semakin bagus. Pengalaman positif yang dihidupkan di antara komunitas OSIS juga akan memperkaya wawasan siswa tentang keberagaman. Ini harus terus didorong," ucapnya.

Kepala Sekolah SMA Bunda Mulia, Anastasia Sri Prihartini menambahkan, agar Sosialisasi Empat Pilar seperti yang dilakukan Christina lebih giat lagi dilakukan di sekolah-sekolah. 

"Kami ingin agar para siswa memiliki jiwa dan semangat nasionalisme yang kuat. Lebih dari itu catatan Ibu Christina soal sekolah harus jadi garda terdepan merawat toleransi dan pluralisme itu akan jadi pegangan kami," pungkas Anastasia. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/Mesakh Ananta

Misi Lestari, Berlari untuk Lingkungan

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 29 September 2022, 12:41 WIB
“Mission of The Ocean menjadi misi kolektif untuk menata kembali koneksi antara manusia dan laut, demi mewujudkan laut yang...
Freepik

Ingin Membuat Magnet? Ini Cara-Cara Paling Sederhana

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 29 September 2022, 12:30 WIB
Cara pertama untuk membuat magnet adalah dengan menggosokan magnet permanen dengan benda...
Dok. kemenparekraf

Pelatihan Sadar Wisata di Danau Toba, Kemenparekraf Dorong Kolaborasi Pentahelix

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 29 September 2022, 12:29 WIB
Dengan mengedepankan prinsip inovasi, adaptasi, dan kolaborasi pentahelix, diharapkan kegiatan ini bisa mendukung dan menggali potensi desa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya