Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk Indonesia paling banyak bekerja di sektor pertanian selama tahun 2022. Penduduk yang bekerja di sektor pertanian mencapai atau sekitar 1,86 juta orang atau naik 29,96% secara year on year (YoY).
Itu artinya Indonesia memiliki tanah yang subur dan lahan pertanian yang cukup luas. Sebagai negara agraris, Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan hasil panen. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan ekstensifikasi pertanian.
Sebenarnya ada banyak cara untuk meningkatkan hasil produksi pertanian di antaranya intensifikasi, diversifikasi, rehabilitasi, mekanisasi, hingga ekstensifikasi. Ekstensifikasi pertanian menjadi salah satu cara yang kerap ditempuh sebagai upaya meningkatkan produksi.
Lalu apa yang dimaksud dengan ekstensifikasi dan juga cara ekstensifikasi pertanian yang sering dilakukan di Indonesia? berikut penjelasanya.
1. Apa itu Ekstensifikasi
Menurut KBBI, ekstensifikasi adalah perluasan. Dalam bidang pertanian, istilah tersebut merujuk pada perluasan areal pertanian ke wilayah yang belum dimanfaatkan manusia.
Ekstensifikasi adalah bentuk dari cara untuk menigkatakan sebuah hasil produksi dengan cara melakukan penambahan dan juga perluasan dari faktor produksi yang akan digunakan.
2. Ekstensifikasi Pertanian yang Sering Dilakukan di Indonesia
Ekstensifikasi pertanian bertujuan mengatasi kekurangan lahan produktif pertanian. Penambahan lahan diharapkan bisa meningkatkan hasil produksi.
Baca juga: Kalteng Dukung Intensifikasi dan Ekstensifikasi Lahan Rawa
Tidak sembarangan, perluasan dilakukan dengan memilih lahan yang memiliki potensi pertanian. Ada beberapa cara ekstensifikasi pertanian yang sering dilakukan di Indonesia, yakni sebagai berikut:
a. Pembukaan Hutan Baru
Cara ini dilakukan dengan membuka hutan yang masih tertutup dan mengubahnya menjadi lahan pertanian. Pembukaan hutan sebenarnya telah dilakukan oleh masyarakat terdahulu. Contohnya melalui cara bertani nomaden yang membuka hutan untuk ditanami sayur, buah, dan tanaman obat.
b. Membuka Lahan Kering
Lahan kering merupakan tanah dengan kondisi tandus atau kurang subur karena kekurangan unsur hara. Namun bahan jenis ini bisa dimanfaatkan sebagai lahan baru untuk pertanian. Caranya dengan menanam tanaman yang meningkatkan kesuburan tanah, seperti kacang-kacangan. Tanah tandus juga bisa diberi air dan pupuk yang cukup agar menjadi lebih subur.
c. Membuka Lahan Gambut
Lahan gambut biasanya terletak di wilayah rawa-rawa. Lahan gambut memiliki karakter basah karena tersusun dari timbunan sisa-sisa materi organik dari pohon maupun rumput.
Dengan kondisi tersebut sebenarnya lahan gambut cocok untuk ditanami jenis sayuran seperti kangkung, genjer, selada air, hingga padi.
Selain meningkatkan produksi pertanian, ekstensifikasi juga memiliki dampak negatif pada lingkungan misalnya pemanasan global dan kerusakan ekosistem.
Tindakan membakar hutan untuk membuka lahan dapat menyebabkan punahnya flora dan fauna tertentu. Kualitas udara juga bisa memburuk akibat asap yang ditimbulkan dari pembakaran.
Oleh karenanya, laksanakan ekstensifikasi pertanian dengan cara bijak dan sesuai dengan aturan pemerintah.(OL-5)
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Studi cincin pohon pinus di Spanyol mengungkap anomali cuaca paling ekstrem sejak 1500-an. Ketidakstabilan curah hujan kini mencapai titik kritis.
Analisis mendalam Avatar: Fire and Ash sebagai metafora krisis iklim. Menghubungkan 'Bangsa Abu' dengan data kebakaran hutan global 2025-2026.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
Nantinya TPA Sarimukti terbebas dari aktivitas pemulung. Sebab, ia menilai pengelolaan sampah akan lebih optimal jika tidak ada pemulung di area TPA.
Produk yang diproduksi di pabrik Pigeon Indonesia ini dipasarkan ke pasar domestik Tanah Air, juga diekspor ke sejumlah negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved