Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Tim Penyidik Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (Jabalnusra) segera melimpahkan kasus penggunaan petasan di perairan Pulau Kalong-Kawasan Taman Nasional Komodo kepada Kejaksaan Negeri Manggarai Barat, karena hasil penyidikan telah dinyatakan lengkap (P-21).
Tersangka berinisial KM (53), NS (52), dan M (26) diduga telah melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari Taman Nasional, berupa menyalakan petasan di Zona Tradisional Masyarakat Lokal dengan telah mengganggu habitat dari satwa kalong atau kelelawar. Tersangka KM dan M bertempat tinggal di Desa Labuan Bajo, Kec.Komodo, Manggarai Barat, sedangkan tersangka NS bertempat tinggal di Desa Gorontalo, Kec.Komodo, Manggarai Barat.
Kepala Balai Gakkum KLHK wilayah Jabalnusra Taqiuddin mengatakan, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 40 ayat (2) Jo. Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Jo. Pasal 55 ayat (1) ke - 1 KUH – Pidana dengan ancaman Pidana Penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.
"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat dan Balai TN. Komodo setelah mendapatkan informasi pada tanggal 31 Maret 2022 sekitar pukul 18.00 Wita bahwa telah terjadi kegiatan penggunaan dan melayangkan petasan oleh pelaku berinisial KM, NS dan M beserta sejumlah wisatawan dengan menggunakan Kapal Motor Dirga Kabila dalam rangka merayakan ulang tahun salah satu wisatawan di perairan Pulau Kalong yang sangat berdekatan dengan habitat satwa kalong kawasan Taman Nasional Komodo," kata Taqiuddin dalam keterangan resmi, Selasa (6/9).
Di tempat kejadian, tersangka KM berperan sebagai Tour Guide, kemudian tersangka NS yang merupakan Direktur PT Bali Komodo Wisata berperan sebagai penyedia petasan/penyelenggara acara. Sedangkan M merupakan anak buah kapal (ABK) yang berperan menyalakan petasan atas suruhan tour guide (tersangka KM).
Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa tiga buah Kembang api Roman Candle 0,8” 5 shots, satu unit Kapal Motor Dirga Kabila yang disewa oleh PT Bali Komodo Wisata, satu unit sekoci, dan beberapa alat bukti lainnya.
"Selanjutnya Tim PPNS Balai Gakkum KLHK Wilayah Jabalnusra segera menyerahkan tersangka berinisial KM, NS dan M beserta barang bukti tersebut di atas kepada Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Manggarai Barat," pungkas Taqiuddin. (OL-12)
Kemenhut bersama Polri berhasil menggagalkan aksi perburuan liar bersenjata di kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Komodo, Nusa Tenggara Timur.
Program ini dilaksanakan secara komprehensif, mulai survei lahan, pemilihan jenis mangrove, hingga monitoring pertumbuhan secara berkala untuk memastikan kelangsungan hidup pohon.
SEEKOR Komodo remaja ditemukan mati di ruas jalan antara Kampung Kenari menuju Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kementerian Kehutanan menghargai perhatian publik atas rencana pembangunan sarana dan prasarana wisata alam oleh PT Komodo Wildlife Ecotourism (PT KWE) di Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
KOMODO gemoy atau disingkat Komoy menghadirkan ikon ekonomi kreatif khas Indonesia Timur. Kali ini, Komoy beraksi di tengah rangkaian acara untuk anak-anak di Maluku City Mall (MCM).
Delapan wisatawan yang berlayar bersama KM Monalisa 1 berhasil diselamatkan kru KM Tsamara yang kebetulan melintas di lokasi yang sama.
Saat ini sekitar 90% wisatawan yang datang ke Labuan Bajo melakukan aktivitas di laut, mulai dari menyelam, snorkeling, hingga wisata bahari lainnya
Peresmian program ATA MODO menandai keberhasilan kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menciptakan pembangunan yang relevan, berkelanjutan.
Grup Artha Graha menyikapi pemberitaan media yang mengaitkan nama Tomy Winata dan Grup Artha Graha dalam rencana pembangunan bisnis pariwisata di Taman Nasional Komodo.
Pulau Komodo dikenal sebagai destinasi wisata kelas dunia. Namun di balik pesonanya, sektor pendidikan di wilayah ini masih menghadapi banyak tantangan.
Raco merupakan guru SD sekaligus ranger sambilan yang menjadi tulang punggung literasi di Pulau Komodo.
Indonesia’s Silent Emergency memperlihatkan perjuangan sehari-hari keluarga di pedesaan yang rawan stunting dan dampak jangka panjang stunting
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved