Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) berdampak besar terhadap perubahan iklim global. Bukan hanya menyebabkan kerusakan hutan, lahan atau hunian masyarakat, tetapi juga meningkatkan emisi karbon yang akan semakin memperburuk krisis iklim.
Director of Global Fire Monitoring Center, Prof. Dr. Johann Georg Goldammer mengungkapkan bahwa gelombang panas yang terjadi di tahun 2022 ini sangat ekstrem. Berbagai sumber pantauan menunjukkan banyak wilayah di dunia yang mengalami situasi tersebut. Tidak terkecuali Eropa dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
"Kebakaran bulan lalu (di Portugal) sangat dekat dengan lingkungan masyarakat, dekat dengan desa/ kota dan itu sangat ekstrem dan sulit dikontrol. Kemudian 4 tahun kebakaran di Athena dengan korban meninggal lebih dari 100 orang. sekitar 2.500 rumah atau gedung rusak hanya dalam beberapa jam di sore hari," ujarnya dalam webinar 'Forest and Land Fire Control during 2022 Heat Wave' yang digelar Forest Digest, Sabtu (3/9).
Diungkapkan Johann, penanganan risiko kebakaran di setiap daerah tentu berbeda-beda. Hal itu sesuai dengan jenis kebakaran, misalnya kebakaran hutan berbeda dengan lahan atau juga hunian masyarakat.
Faktor penyebab kebakaran juga berbeda, mulai dari faktor alami seperti gelombang panas hingga pembukaan lahan perkebunan baru. Akan tetapi kebakaran yang disebabkan oleh cuaca ekstrem memang sulit dikendalikan.
"Salah satu masalah besar di Eropa khususnya di wilayah Mediterania kita memiliki perubahan penggunaan lahan. Ini berbeda dengan Indonesia dimana masyarakat lokal yang hidup di pedesaan meninggalkan desa. Mereka ke kota khususnya anak muda yang mencari kesempatan di kota. Kita bisa lihat tempat-tempat ditinggal. Ini artinya bahwa tidak ada penanaman lagi. Ini masalah besar bahwa api akan menemukan banyak material untuk dibakar," jelasnya.
Sebagai bagian dari manajemen kebakaran hutan dan lahan, lanjut Johann, di Eropa memiliki unit penanganannya. Setiap unit tersebut memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan mengurangi potensi kebakaran.
"Kebakaran bukan hanya menghancurkan hutan atau lahan tapi juga menyebabkan emisi yang berdampak pada aspek kesehatan publik. Jadi kami memiliki aktor berbeda yang secara sektoral, bertanggung jawab dalam manajemen kebakaran," kata dia. (H-2)
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Studi mengungkap batas ketahanan tubuh manusia pada suhu ekstrem, wet-bulb 35°C. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bisa memicu heat stroke hingga kematian.
Studi World Weather Attribution ungkap gelombang panas ekstrem yang picu kebakaran hutan Spanyol-Portugal 40 kali lebih mungkin akibat krisis iklim.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Gelombang panas ekstrem akibat krisis iklim menimbulkan dampak serius pada satwa liar di seluruh dunia. Para ahli memperingatkan ancaman kepunahan.
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia kini tak lagi sejuk di musim panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved