Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) berdampak besar terhadap perubahan iklim global. Bukan hanya menyebabkan kerusakan hutan, lahan atau hunian masyarakat, tetapi juga meningkatkan emisi karbon yang akan semakin memperburuk krisis iklim.
Director of Global Fire Monitoring Center, Prof. Dr. Johann Georg Goldammer mengungkapkan bahwa gelombang panas yang terjadi di tahun 2022 ini sangat ekstrem. Berbagai sumber pantauan menunjukkan banyak wilayah di dunia yang mengalami situasi tersebut. Tidak terkecuali Eropa dan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.
"Kebakaran bulan lalu (di Portugal) sangat dekat dengan lingkungan masyarakat, dekat dengan desa/ kota dan itu sangat ekstrem dan sulit dikontrol. Kemudian 4 tahun kebakaran di Athena dengan korban meninggal lebih dari 100 orang. sekitar 2.500 rumah atau gedung rusak hanya dalam beberapa jam di sore hari," ujarnya dalam webinar 'Forest and Land Fire Control during 2022 Heat Wave' yang digelar Forest Digest, Sabtu (3/9).
Diungkapkan Johann, penanganan risiko kebakaran di setiap daerah tentu berbeda-beda. Hal itu sesuai dengan jenis kebakaran, misalnya kebakaran hutan berbeda dengan lahan atau juga hunian masyarakat.
Faktor penyebab kebakaran juga berbeda, mulai dari faktor alami seperti gelombang panas hingga pembukaan lahan perkebunan baru. Akan tetapi kebakaran yang disebabkan oleh cuaca ekstrem memang sulit dikendalikan.
"Salah satu masalah besar di Eropa khususnya di wilayah Mediterania kita memiliki perubahan penggunaan lahan. Ini berbeda dengan Indonesia dimana masyarakat lokal yang hidup di pedesaan meninggalkan desa. Mereka ke kota khususnya anak muda yang mencari kesempatan di kota. Kita bisa lihat tempat-tempat ditinggal. Ini artinya bahwa tidak ada penanaman lagi. Ini masalah besar bahwa api akan menemukan banyak material untuk dibakar," jelasnya.
Sebagai bagian dari manajemen kebakaran hutan dan lahan, lanjut Johann, di Eropa memiliki unit penanganannya. Setiap unit tersebut memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan mengurangi potensi kebakaran.
"Kebakaran bukan hanya menghancurkan hutan atau lahan tapi juga menyebabkan emisi yang berdampak pada aspek kesehatan publik. Jadi kami memiliki aktor berbeda yang secara sektoral, bertanggung jawab dalam manajemen kebakaran," kata dia. (H-2)
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
CUACA sangat terik di Lembata, Nusa Tenggara Timur, akhir-akhir ini memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin masif.
Studi mengungkap batas ketahanan tubuh manusia pada suhu ekstrem, wet-bulb 35°C. Panas ekstrem akibat perubahan iklim bisa memicu heat stroke hingga kematian.
Studi World Weather Attribution ungkap gelombang panas ekstrem yang picu kebakaran hutan Spanyol-Portugal 40 kali lebih mungkin akibat krisis iklim.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Gelombang panas ekstrem akibat krisis iklim menimbulkan dampak serius pada satwa liar di seluruh dunia. Para ahli memperingatkan ancaman kepunahan.
Negara-negara Nordik seperti Norwegia, Swedia, dan Finlandia kini tak lagi sejuk di musim panas.
Uni Eropa mengirimkan dua pesawat pemadam kebakaran ke Spanyol untuk membantu memadamkan kebakaran hutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved