Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang dipimpin oleh Prof. Dr.med. dr. Retno Danarti, Sp.KK(K) mengembangkan formula gel timolol maleate, sebagai terapi baru penyembuhan tumor pembuluh darah hemangioma infantil.
Tumor jinak ini paling sering ditemukan pada bayi dan anak, didapatkan sekitar 4%-10% bayi pada tahun pertama kehidupan.
"Kami memberikan terapi timolol maleate pada pasien-pasien dengan tumor jinak pembuluh darah yang menunjukkan perbaikan lesi setelah 6 bulan pemakaian topikal," terang Retno dalam siaran pers yang diterima mediaindonesia.com, Senin (29/8).
Hingga saat ini, penyebab dari hemangioma infantil belum diketahui secara pasti. Tumor ini biasanya ditemukan saat lahir berupa bercak kemerahan yang makin lama makin membesar, dan ditangani dengan terapi menggunakan obat topikal.
Meskipun tidak membahayakan kehidupan dan terkadang mengecil dengan sendirinya, tumor yang letaknya di permukaan ini bisa membawa dampak psikologis pada orang tua dan anak serta mengganggu penampilan apabila terletak pada wajah atau area tubuh yang terlihat.
Obat yang telah digunakan secara luas untuk terapi adalah krim kortikosteroid yang mudah didapatkan dengan biaya terjangkau. Meski demikian, penggunaan kortikosteroid hanya menunjukkan respon baik pada 30% pasien.
"Dengan diketahuinya banyak efek samping kortikosteroid dan responnya yang kadang gagal atau kurang baik, diperlukan alternatif terapi topikal lain," ucapnya.
Retno menerangkan, timnya mulai meneliti terapi ini setelah mengikuti World Congress of Pediatric Dermatology di Bangkok pada tahun 2009. Pada saat itu salah satu pembicara mempresentasikan terapi baru untuk hemangioma infantil yaitu preparat beta blocker oral dan topikal.
Tim ini kemudian mencari data pasien yang terdiagnosis hemangioma infantil, dan melakukan penelitian pendahuluan selama sekitar 8 bulan. Mereka memberikan obat tetes mata timolol maleate 0,5%, obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan bola mata pada pasien glaukoma, sebagai suatu beta bloker non selektif untuk pasien-pasien dengan diagnosis hemangioma infantil.
Perlakuan ini diberikan selama 6 bulan, dan dievaluasi setiap 1 bulan. Dari penelitian yang dilakukan pada rentang waktu tahun 2009 - 2014, pemberian obat tersebut selama 6 bulan dapat menghambat berkembangnya tumor dan memicu terjadinya pengecilan tumor. Pemberian timolol maleate topikal dalam bentuk tetes mata mendapatkan angka respon 90%, meskipun terkadang tidak
didapatkan resolusi sempurna.
"Keuntungan pemakaian timolol maleate secara topikal adalah harga relatif murah, pemakaian mudah, dan risiko minimal dari kejadian efek samping obat meskipun diberikan pada wajah dan area sekitar mata," kata Retno.
Setelah menyelesaikan riset awal, saat ini tim peneliti tengah mengembangkan formula gel timolol maleate nanopartikel sebagai kandidat terapi topikal hemangioma infantil superfisial.
Obat dalam bentuk gel, menurutnya, memiliki sejumlah kelebihan dibandingkan dengan produk tetes. Pelepasan obat timolol maleate dapat dikontrol (sustained release) sehingga konsentrasi obat tetap konstan dalam jangka waktu tertentu.
Selain itu, frekuensi pemakaian dapat dikurangi menjadi hanya satu kali sehari, dibandingkan dengan dua kali sehari pada penggunaan produk tetes, dan obat berbentuk gel tidak mudah menetes ke kulit normal ketika dioleskan.
"Apabila sudah ditemukan formulasi optimal dan dilakukan uji penetrasi pada kulit sintetis, kami akan bekerjasama dengan pabrik farmasi untuk memproduksi gel tersebut, dan diberikan kepada pasien setelah mendapatkan ethical clearance dari Komisi Etik FK-KMK UGM," lanjutnya.(OL-13)
Baca Juga: Agar Tanda Lahir tidak Mengganggu Penampilan
Peneliti menemukan bahwa batu permata yang memiliki nilai jauh lebih rendah bisa memberikan petunjuk penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan berlian
Sang peneliti Dr. Widiastuti Setyaningsih dari Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian meraih Ristek Kalbe Science Award (RKSA) 2025.
Penghargaan bagi peneliti muda menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem riset nasional yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing.
Penelitian yang diterbitkan di Global Change Biology, meneliti hampir 30.000 spesies amfibi, burung, mamalia, dan reptil. Studi ini mengkaji bagaimana peristiwa panas ekstrem
Seiring planet mendingin, para ilmuwan memperkirakan mantel akan berkembang menjadi lapisan-lapisan berbeda dengan komposisi kimia yang berbeda, seperti bagaimana jus beku
Para peneliti sudah lama memperkirakan bahwa perubahan iklim dapat menimbulkan ancaman bagi pika di bagian barat Amerika.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo hadir dalam pengukuhan guru besar,Prof. Zainal Arifin Mochtar dan pidatonya soal demokrasi
Integrasi data layanan kesehatan menjadi bagian dari ekosistem respons kebencanaan berbasis pengetahuan yang dikembangkan untuk pengambilan keputusan kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada, Arie Sujito mengingatkan pentingnya menjaga otonomi desa yang merupakan buah dari reformasi.
EKSPLOITASI seksual anak di ruang digital kian mengkhawatirkan dengan maraknya manipulasi konten seksual berupa foto dan video melalui fitur kecerdasan buatan atau AI misalnya lewat Grok.
“Pemilihan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada kejadian banjir susulan akhir tahun 2025 di Desa Lampahan Timur,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved