Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (UPNVY) untuk melakukan literasi digital di segmen pendidikan tingkat perguruan tinggi. Kolaborasi keduanya dilakukan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Bela Negara (PKKBN) UPNVY bagi Mahasiswa Baru Tahun 2022
Direktur Pemberdayaan Informatika, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang diselenggarakan oleh Kominfo dan Katadata Insight Center pada 2021 mencatat bahwa Indonesia masih berada dalam kategori 'sedang' dengan angka 3,49 dari 5,00.
Merespons hal tersebut, Kominfo bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk UPNVY untuk memberikan materi mengenai 4 pilar utama Literasi Digital yang meliputi kecakapan digital (digital skill), etika digital (digital ethics), budaya digital (digital culture), dan keamanan digital (digital safety) dalam kegiatan PKKBN UPNVY Tahun 2022.
"Literasi digital penting bagi semua kalangan masyarakat tanpa terkecuali. Utamanya bagi para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dalam menyambut era digital 5.0," ujar Bonifasius dalam keterangannya, Sabtu (27/8).
Dia mengatakan kegiatan tersebut merupakan kolaborasi ketiga antara Kominfo dan UPNVY di Tahun 2022. Sebelumnya telah diselenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disambut baik oleh UPNVYK dengan adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Rektor dan Dirjen Aptika.
Dihadapan 5.463 peserta, Bonifasius menjelaskan bahwa terdapat tiga tingkat kemampuan literasi digital yaitu Basic Digital Skill, Intermediate Digital Skill, dan Advance Digital Skill. Dalam rangka menyiapkan SDM Indonesia yang unggul, pemerintah telah memiliki program untuk meningkatkan kemampuan literasi digital di ketiga tingkat tersebut. Pemerintah melalui Kominfo memiliki program Intermediate Digital Skill dan Advance Digital Skill.
"Kominfo berharap dapat berkontribusi sebesar 200.000 digital talents atau sepertiga dari target keseluruhan sebesar 600 ribu dengan memberikan fasilitas pelatihan terkait coding, big data, machine learning, artificial intelligence, dan sebagainya," imbuhnya.
Kominfo juga memberi training di tempat terbaik seperti Facebook, Google, Oracle, dan lainnya. “Pemerintah memberikan training selama 3 bulan dan selanjutnya harus melakukan ujian untuk sertifikasi. Selain itu untuk advanced ditujukan untuk kepala daerah/pimpinan lembaga dan perusahaan swasta untuk mengikuti pelatihan terkait digital di berbagai kampus seperti MIT, Cornell, Harvard, Imperial College, Shinwa, Oxford, dan lain-lain. Jadi pemerintah menyiapkan SDM yang dapat mengamankan dunia digital Indonesia di masa depan," jelas Bonifasius.
Bonifasius mengingatkan pentingnya etika di dunia digital. Masyarakat harus memahami dan cermat dalam memanfaatkan media sosial, perlu diperhatikan netiket atau internet etiquette. "Etika di dunia nyata dan digital itu sama, jangan melakukan cyberbullying, pencemaran nama baik, dan menyebarkan hal yang tidak baik. Konsekuensi hukum di dunia nyata dan digital itu sama," tuturnya.
Selain melakukan literasi digital kepada masyarakat, pemerintah juga menggenjot pembangunan infrastruktur digital. Sehingga, bisa terwujud pemerataan akses digital, diantaranya dengan meluncurkan meluncurkan Satelit Republik Indonesia (SATRIA) pada tahun 2023. “Pemerintah akan meluncurkan satelit satria di 2023 sehingga diharapkan saudara-saudara di luar pulau Jawa khususnya di bagian pelosok timur dapat memanfaatkan internetnya dengan satelit satria,” jelasnya.
Adapun, kolaborasi antara Kominfo dan UPNVY merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi dan diluncurkan oleh Kominfo pada 20 Mei 2021. Program ini dilaksanakan di seluruh provinsi se-Indonesia dengan target 50 juta orang memperoleh literasi tentang teknologi digital pada tahun 2024. Literasi digital di sektor pendidikan merupakan salah satu dari tiga sektor yang menjadi target program literasi digital, dua sektor lainnya meliputi sektor masyarakat umum/komunitas dan sektor pemerintahan.(H-1)
Terdakwa kasus situs judol berinisial ZA membantah keterlibatan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi dan PDIP dalam kasus tersebut.
Pernyataan itu menyusul penetapan lima tersangka oleh Kejaksaan dalam kasus PDNS, termasuk seorang mantan pejabat Kementerian Kominfo.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Jakpus Bani Immanuel Ginting menyebut terjadi pengondisian pemenang tender pengadaan barang dan jasa pengelolaan antara pihak Kemenkominfo.
SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo Handoko membantah Budi Arie Setiadi terlibat dalam melindungi situs judi online.
Proses registrasi izin kunjungan jurnalistik yang saat ini berlaku masih dijalankan secara manual dan belum memiliki standar khusus.
Tercatat ada sebanyak 162 instansi yang ikut serta yang karyanya dinilai enam pakar selama 3 bulan untuk ajang Anugeram Media Humas 2024.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang merindukan ruang untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan bertumbuh secara pribadi.
Komisi VIII DPR RI mengingatkan pentingnya etika publik dan perlindungan anak menyoroti video viral yang memperlihatkan penceramah Elham Yahya atau Gus Elham yang mencium anak kecil
Filsafat Kemiliteran dan Keselamatan Negara. Buku ini memberikan insight penting kepada berbagai pihak untuk mendeteksi anasir-anasir buruk yang melemahkan keluhuran militer
PENYELENGGARAAN Pemilu 2024 menuai sorotan, kali ini bukan hanya soal teknis kepemiluan, melainkan juga persoalan etika dan gaya hidup mewah para komisioner KPU.
Jika kurang terkontrol, gaya komunikasi yang kurang hati-hati bisa menimbulkan persepsi negatif dan berpotensi mempengaruhi citra pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved