Rabu 17 Agustus 2022, 12:35 WIB

Dorong Revitalisasi Aset Kebudayaan Lewat Kenduri Swarnabhumi

Faustinus Nua | Humaniora
Dorong Revitalisasi Aset Kebudayaan Lewat Kenduri Swarnabhumi

ANTARA/ WAHDI SEPTIAWAN
KENDURI SWARNABHUMI 2022: Pelakon teater komedi Dul Muluk Reborn menghibur pengunjung saat peluncuran Kenduri Swarnabhumi 2022 di Jambi

 

DITJEN Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menggelar ekspedisi dan festival kebudayaan bertajuk ‘Kenduri Swarnabhumi’. Acara yang berlangsung sepanjang Agustus hingga September 2022 itu merupakan salah satu upaya merevitalisasi aset-aset kebudayaan di sepanjang aliran Sungai Batanghari.

Sekretaris Jenderal Kebudayaan Kemendikbud-Ristek, Fitra Arda mengungkapkan bahwa sungai adalah variabel penting dalam sebuah peradaban. Selain menjadi sumber kehidupan, di masa lalu sungai telah terbukti melahirkan berbagai peradaban dunia seperti pusat kota, kerajaan, keraton dan kedatuan. Tidak terkecuali Sungai Batanghari yang terbentang sepanjang 800 km sebagai urat nadi pelayaran dan perniagaan yang mendunia. "Sungai Batanghari adalah saksi hebatnya kearifan masyarakat menyikapi alam dan menjadi lumbung peradaban," ungkap Fitra dalam keterangannya, Rabu (17/8).

Dia menuturkan bahwa Sungai Batanghari adalah tonggak peradaban, jalur perdagangan lintas samudra, juga menjadi tempat silang budaya akulturasi. Sungai ini menjadi perekat kebudayaan melayu dan menjadi jalur emas dalam mencari kebijaksanaan. Kini, lanjut Fitra, Sungai Batanghari mengalami pasang surut dalam perkembangannya. "Menghadapi tantangan alam maupun lingkungan, terutama hantaman modernisasi dan degradasi sosial budaya," imbuhnya.

Kenduri Swarnabhumi mengambil tajuk Peradaban Sungai Batanghari: Dulu, Kini, dan Nanti. Tujuannya memajukan kebudayaan, dan menggerakkan kesadaran masyarakat tentang harmoni sungai dan peradaban yang semakin penting untuk dirawat dengan kearifan berbasis budaya demi menjaga ekosistem di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Untuk menyukseskannya, Kemendikbud-Ristek menggandeng 14 Pemerintah Daerah di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari. Selain Pemprov Jambi, juga Pemkab Dharmasraya, Pemkab Sijunjung, Pemprov Jambi, Pemkot Jambi, Pemkab Tebo, Pemkab Batanghari, Pemkab Bungo, Pemkab Muaro Jambi, Pemkab Tanjung Jabung Timur, Pemkab Tanjung Jabung Barat, Pemkab Kerinci, Pemkab Merangin, Pemkab Sarolangun, serta berbagai komunitas budaya di sepanjang aliran Batanghari.

Diketahui, peradaban masyarakat Melayu dipercaya tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai Batanghari. Sungai itu membelah Pulau Sumatra mulai dari Kabupaten Solok di Sumatera Barat hingga Tanjung Jabung Timur di Jambi.

Kini masyarakat bersama pemerintah Provinsi Jambi bertekad untuk merestorasi dan melestarikan sungai kebanggan bumi Melayu ini. Tidak hanya kondisi fisiknya, namun budaya, kenangan, dan kebanggaannya.

Sejarah mencatat bahwa keberadaan Sungai Batanghari memegang peranan penting dalam perkembangan kebudayaan melayu di Pulau Sumatera. Di masa lalu, aliran Sungai Batanghari juga kaya akan deposit bijih emas. Sehingga orang-orang menyebut aliran sungai ini dengan Swarnabhumi atau ‘tanah emas’ atau Swarnadwipa alias pulau emas. Swarnabhumi kemudian menjadi julukan bagi Pulau Sumatra di masa lalu.(H-1)

Baca Juga

SILC

SILC Lasik Center Umumkan Kehadiran Peralatan Baru

👤RO 🕔Rabu 30 November 2022, 00:20 WIB
Schwind Atos mesin tercanggih dan satu-satunya di Indonesia dengan Automatic Cyclotorsion Compensation and Centration dengan prosedur...
Ilustrasi

10 Kombinasi Warna Cat Rumah yang Sejuk, Bisa Bagian Dalam dan Luar

👤Meilani Teniwut 🕔Selasa 29 November 2022, 23:55 WIB
Ada banyak sekali warna-warna simpel yang bakalan cocok dengan interior rumah dengan kesan sederhana yang tetap...
Antara

Update 20 November 2022: 5.766 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Selasa 29 November 2022, 23:37 WIB
Sementara itu, kasus aktif bertambah 236 sehingga menjadi 58.119...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya