Selasa 16 Agustus 2022, 16:05 WIB

Bergerak Bersama Melestarikan Hutan

mediaindonesia.com | Humaniora
Bergerak Bersama Melestarikan Hutan

Mi/VICKY GUSTIAWAN
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

 

KEDAULATAN lingkungan saat ini sudah semakin disadari urgensinya dalam praktik bernegara, yang diwujudkan lewat berbagai instrumen kebijakan. Membangun lingkungan hidup sama artinya dengan membangun Indonesia. Tugas itu tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Karena itu, sekali lagi kolaborasi menjadi kunci.

Hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia menjadi momentum bagi kita semua untuk merapatkan barisan dan memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat. Sebagaimana kemerdekaan yang dulu kita perjuangan bersama. Dengan melakukannya bersama, pasti kita bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.

Seruan itu pula yang diutarakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam wawancara khusus bersama para jurnalis Media Indonesia, yakni Atalya Puspa, Zubaedah Hanum, dan Henri Siagian, di kawasan hijau Arboretum Ir Lukito Daryadi MSc di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta Pusat, Kamis (11/8). Berikut petikan wawancaranya.

Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia. Strategi apa yang diambil Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan, sekaligus berperan dalam isu iklim global?

Kalau pakai data nationally determined contribution (NDC), kita berkomitmen menurunkan emisi, yang hampir 60% berasal dari hutan. Oleh karena itu, strategi kita menyiapkan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) paralel dengan strategi memperbaiki forest management.

Menciptakan sustainable forest (pengelolaan hutan yang lestari), kuncinya di situ karena dimensinya semua aspek. Mau aspek kesehatan lingkungannya, mau aspek biodiversity, aspek satwa-satwa, wildlife lain-lain, termasuk deforestasi.

Secara lebih rinci kita siapkan dalam rencana operasional penurunan emisi gas rumah kaca yang berasal dari forest dan land use (FOLU) atau FOLU net sink 2030. Yang sudah berhasil kita kelola sejak 2015 itu adalah pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Nah, di sini kalau kita lihat, misalnya satu tahun itu emisi yang keluar dari kita itu sampai 900 juta ton atau 800 juta ton ekuivalen karbon dioksida, sebanyak 400 juta ton itu berasal dari kebakaran hutan dan gambut. Itu kita bereskan dan sudah berjalan sekarang.

Strategi lainnya yang mikro itu adalah pembangunan kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab, selain berhak atas sumber daya alam. Kalau bicara wildlife conservation, kalau kita lihat selama 5 sampai 7 tahun ini, indikatornya menunjukkan kondisi yang membaik karena banyak satwa yang lahir yang sudah kita lepaskan. Itu sudah 500 ribuan lebih yang sudah dilepasliarkan. Berbagai satwa itu ada burung, macam-macam. Yang lahir juga banyak, yang artinya bahwa ekosistem membaik.

Apakah strategi itu efektif?

Saya kira secara umum kondisi kita sudah relatif baik. Ini diakui Amerika, Norwegia, oleh lembaga-lembaga internasional.

Selain itu, gambaran terakhir tentang Climate Change Performance Index kita ada di tengah dari 57 negara yang menghasilkan emisi sembanyak 90% itu performance-nya Indonesia ada di tengahtengah. Kita nomor 27 dari 57. Jadi, ini saya pikir relatif oke.

Sudah sejauh mana progres kerja sama antar-stakeholder untuk mencapai target NDC 2030?

Kemarin kita meeting itu ada KLHK, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian.

Selain hutan yang sudah menurunkan 60% emisi dari antara 0,8 sampai 1, sekian gigaton itu kita harus lebih bisa lagi meningkatkan penurunan emisi dari sektor energi, industri, dan kelautan.

Kalau lihat datanya kemarin, informasinya sangat positif dan kita sangat mungkin menaikkan target emisi GRK kita. Misalnya di Kalimantan Utara dipersiapkan kawasan industri hijau, didukung konsep energi hijau. Ada lagi di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara atau kawasan industri yang dirintis sebagai pilot plan electromobility. Mobil listrik, motor listrik, itu sudah ada rencana sampai 2024.

Yang penting adalah oke turunkan emisi, oke hijau-hijau, tapi, kan, kebutuhan energinya rakyat enggak boleh dilewatkan. Untuk target-target renewable energy saat ini masih tetap 23% pada 2025 dan akan meningkat pada 2030 bisa 28% sampai 30%.

Kejadian karhutla terus menurun setiap tahunnya. Januari sampai Juli 2022, misalnya, karhutla turun 19,1% jika dibandingkan dengan tahun lalu. Apa sebenarnya rahasia keberhasilan penanganan karhutla di Indonesia?

Mengelola tahun terpanas atau tahun terdingin kita sama saja. Yang penting bahwa di semua area yang berpotensi hotspot yang bisa menjadi fire spot maka langsung kita lakukan pencegahan karena Presiden, kan, mintanya lakukan pencegahan dan berikan ruang pada masyarakat untuk bekerja.

Beruntung di Indonesia kita punya budaya gotong royong, sistem saling peduli, dan sistem kekerabatannya kita kuat sehingga pada banyak hal kita cukup bagus.

Jadi, menangani karhutla itu dengan masyarakat peduli api, dengan masyarakat peduli gambut, dengan kelompok tani hutan dengan tokoh-tokoh masyarakat, kepala desa, semuanya terlibat.

Dibantu Babinsa, Babinkamtibnas, dan tentu saja di tingkat kecamatan, polsek, dan koramil dan tentu saja BPBD, pemda, Satpol PP, Manggala Agni semua kerja. Itu di negara lain enggak ada.

Kita punya modal sosial yang begitu kuat yang perkiraan saya negara-negara Eropa pasti enggak punya, tapi negara Asia yang lain mungkin punya, tapi belum seefektif kita mainnya.

Apa sebenarnya tantangan terbesar dalam menangani permasalahan sampah?

KLHK sendiri melakukan studi sampah yang paling banyak plastiknya antara 14% dan 18%. Itu sekarang dilakukan dari public campaign mengurangi sampah 30% targetnya dan 70% pengelolaannya.

Ya, menangani sampah itu enggak gampang. Dunia usaha itu protes ketika diminta beresin kemasan. Mereka membutuhkan kemasan kecil-kecil itu karena daya beli masayarakat kita, kan, enggak semuanya sama.

Untuk itu, sekarang kita sedang lakukan terus perundingan. Salah satu program yang terus berjalan dan melibatkan banyak masyarakat ialah hutan sosial. Bagaimana perkembangannya saat ini?

Untuk perhutanan sosial, konsep utamanya adalah produktivitas rakyat. Jadi, Pak Presiden pakai konsep prinsip bernegara.

Jadi, aksesnya kelola rakyat, tapi manajemennya kelas korporat. Progresnya sekarang, kira-kira sudah ada 7.000-an kelompok usaha perhutanan sosial untuk 5 juta hektare hutan sosial yang aksesnya sudah kita berikan. Itu mencakup lebih dari 1,1 juta kepala keluarga dan dari 7.000 kelompok.

Yang sudah bisa ekspor itu banyak, ada kopi, gaharu, getah, madu. Wah, keren, deh. Artinya apa? Artinya kita bisa bikin rakyat produktif. Sekarang perkembangannya adalah sedang disiapkan perpres untuk mengonsolidasikan kementerian terkait sebab, ketika dapat akses, dia tidak lagi dibilang sebagai masyarakat ilegal di dalam hutan.

Jangan lagi alasan bahwa petani hutannya enggak boleh dapat pupuk karena dia enggak masuk rencana defi nitif kerja kelompok. Konsep pertanian, kan, boleh dapat fasilitas pertanian kalau sudah ada RDKK.

Bagaimana dengan perkembangan rehabilitasi mangrove, yang juga menjadi salah satu agenda penting di forum G-20? 

Jadi, mangrove ini penting karena dia bisa membantu offsite karbon, menyerap karbon jauh lebih besar daripada pohon. Bisa empat kali lipat dan kalau pakai bawahnya, akarnya itu bisa sampai empat sampai 12 kali lipat.

Tinggi sekali. Presiden menjadikan mangrove sebagai contoh bagaimana kita mengatasi penurunan emisi gas rumah kaca. Jadi, kita rehabilitasi mangrove, disiapkan pembibitan yang masif kemudian juga dia menjadi perhatian dunia. Sudah ada dukungan untuk mangrove dari World Bank dan Jerman. Lalu, Jepang sudah dari 2003-an, kemudian juga dari Uni Emirat Arab.

Kelihatannya nanti mangrove yang diangkat Presiden sebagai agenda maskot juga, program juga yang penting, itu akan bergulir nanti diproses di dunia, di global. Banyak negara yang mau ikut soal mangrove ini, termasuk Korea, Kanada, Jepang, Jerman. Itu semua mau memberikan dukungan. Saya kira buat Indonesia sangat baik, ya, dan memang kita jadi tempat yang cukup ideal untuk kerja seperti itu.

Apa harapan Anda ke depan?

Terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada semua pihak. Saya harap bahwa kita masih bahu-membahu, tidak boleh putus. Mari bergerak bersama dan memang harus ada kepercayaan dari publik kepada pemerintah. Saya minta tolong, KLHK harus bisa dipercaya.

Saya jamin, tidak ada kepen tingankepentingan pribadi di antara elemen-elemen di KLHK, tapi justru semua jajaran KLHK betulbetul bekerja agar semua dipersiapkan secara sistematis. Saya mengundang semua pihak, aktvis komunitas masyarakat kita bekerja bersama-sama. Mari kita lihat arah dan solusi ke depan. (H-2)

Baca Juga

DOK Instagram.

Allah Al-Kabir Selalu Ada tidak Pernah Tiada Sumber Segalanya

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:50 WIB
Apa makna salah satu asmaul husna, Al-Kabir? Berikut penjelasan asmaul husna Al-Kabir dilansir dari @limofficial_lirboyo di...
Ist

Promo Luar Biasa Bulan Oktober di Hotel Santika Premiere Bintaro 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:01 WIB
Hotel Santika Premiere Bintaro kembali menghadirkan promo menarik di bulan Oktober, Promo Fun – Cation Room...
Ist

Brand Lokal Valino Terus Luaskan Jangkauan Pasar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 13:43 WIB
Brand fashion lokal yang telah berdiri sejak 1989 ini juga memiliki online store yang dicantumkan pada Bio Instagram...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya