Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2022, Tanoto Foundation memfasilitasi kegiatan praktik Pembuatan Makan Bayi dan Anak (PMBA) kepada orangtua di tiga wilayah mitra, yakni Jakarta, Kutai Kartanegara dan Pandeglang.
Dengan tema ‘Mewujudkan Generasi Berprestasi Melalui Pemenuhan Gizi Seimbang Untuk Anak Usia Dini’, fasilitator dan koordinator Rumah Anak SIGAP mendampingi para orangtua untuk memasak makanan sesuai kelompok usia anak.
Kegiatan praktik itu dilakukan dengan meminta para orang tua memasak dan membawa makanan ke Rumah Anak SIGAP pada hari yang telah ditentukan.
Kemudian, ahli gizi melihat dan merasakan hasil makanan yang telah dibuat, lantas memberikan masukan dan saran untuk perbaikan PMBA selanjutnya.
Masukan dan saran berupa kandungan gizi yang diperlukan setiap tahapan usia dan mengingatkan kadar rasa gula dan garam yang baik.

Sehingga anak dapat merasakan makanan dari rasa alaminya karena setiap sayuran dan lauk telah mengandung rasa manis, gurih, dan asin.
“Setiap makanan sudah mengeluarkan rasanya sendiri, sehingga kita tidak perlu menambahkan rasa secara berlebihan,” ujar dr. Luana Lidwina, M.Gizi, Sp.GK, Spesialis Gizi Anak dari RS Kanker Dharmais.
Baca juga: Yuk, Dapatkan Vitamin A untuk Balita Anda
Praktik PMBA dilaksanakan di salah satu Rumah Anak SIGAP di Jakarta pada 2-3 Agustus yang diikuti 20 orangtua dan didampingi 5 fasilitator. Di Kutai Kartanegara, PMBA berlangsung dari tanggal 25-27 Juli di 9 Rumah Anak SIGAP.
Sementara kegiatan di Pandeglang PMBA dilakukan di lima kecamatan pada 25-29 Juli dengan melibatkan puluhan orangtua, fasilitator, pejabat daerah hingga tokoh masyarakat.
Kegiatan ini membantu orang tua untuk bisa memahami dan mempraktikan PMBA dalam memenuhi kebutuhan gizi untuk anak.
Mereka tidak sekadar mendapat pengetahuan baru tetapi langsung mempraktikannya bersama fasilitator.
Selain itu, para orang tua didorong untuk lebih kreatif dalam pembuatan dan juga pemenuhan gizi anak. Mereka bisa berbagi menu yang bervariasi antar mereka, dan bahkan berbagi pula dengan para orang tua lainnya.
“Luar biasa program layanan Rumah Anak SIGAP ini, kami dan para penerima manfaat merasakan suatu hal yang baru, kami memiliki tantangan agar penerima manfaat bisa lebih aktif lagi mengikuti kegiatan layanan,” ungkap koordinator Rumah Anak SIGAP Nusa Indah II Kutai Kartanegara, Sholikah.
Di Pandeglang, praktik PMBA disertai dengan acara cerdas cermat seputar materi PMBA yang diikuti oleh orang tua Rumah Anak SIGAP.
Kegiatan itu membantu orangtua untuk paham dan mampu memberikan gizi yang seimbang untuk kebutuhan gizi anak.
Gizi seimbang akan menciptakan anak-anak yang sehat dan mampu menjadi generasi berprestasi.
“Di praktik PMBA ini, kami belajar cara membuat bubur bayi dan makan anak dari usia 6-9, 9-12 dan 12-24 bulan. Informasi meliputi bahan dan tekstur makanan yang tepat hingga frekuensi pemberian makan. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi, terima kasih Tanoto Foundation,” kata Fitriah salah satu peserta di Pandeglang.
Peserta di daerah lain juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang sangat bermanfaat itu.
Para orangtua begitu antusias selama pelaksanaan PMBA. Bagi mereka dukungan pengetahuan dan pengalaman bersama ahli gizi memberi wawasan baru terkait pemenuhan gizi anak.
“Alhamdulillah setelah mengikuti kegiatan ini tentang gizi seimbang, saya bisa memperbaiki masakan saya untuk si kecil, ilmu saya tentang perMPASIan jadi lebih ke upgrade, jadi bisa lebih selektif lagi dalam memilih makanan untuk si kecil. Penjelasan dari Dokter Gizi pun sangat detail dan mudah dimengerti,” tutur Septiany Martina salah satu orang tua di Jakarta.
Apresiasi juga disampaikan pejabat daerah dan tokoh masyarakat. Camat Loa Kulu, Kutai Kartanegara Hj. Siti Rahma menyebut bahwa anak adalah titipan.
Oleh karena itu harus dijaga dengan baik, dan memperhatikan kebutuhan gizi secara baik dan benar.
“Tingkatkan layanan Rumah Anak SIGAP ini agar masyarakat merasakan manfaatnya dengan baik dan nyata. Jangan setengah-setengah ketika kita bekerja. Sinergikan program ini ke program desa,” urainya.
Perhatikan terhadap gizi anak merupakan langkah strategis untuk menciptakan generasi yang unggul. Sehingga, orang tua perlu dibekali dengan pengetahuan yang memadai.
Rumah Anak SIGAP merupakan bentuk kemitraan antara Tanoto Foundation dengan pemerintah daerah.
Kerja sama ini berupa pengembangan model layanan yang bertujuan membekali keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak usia 0-3 tahun secara menyeluruh (holistik) yang terintegrasi dengan layanan kebutuhan esensial anak lainnya. (RO/OL-09)
Obat pereda demam hanya diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika kondisi fisik anak mulai terganggu secara kenyamanan.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Platform gim imersif global, Roblox, resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved