Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG ibu yang sedang mengandung boleh menyusui bayinya asalkan ia dalam kondisi prima dan kehamilannya sehat, kata konselor laktasi dr. Teresia Susilo dari Ikatan Dokter Indonesia.
"Dari segi laktasi, kalau menyusui anak pertama lalu hamil, ASI tetap dapat diberikan, dengan catatan kondisi kehamilan sehat, tidak rapuh, stabil," jelas Teresia dalam bincang-bincang virtual, Kamis (28/7).
Baca juga: ASI Disimpan di Kulkas, Tahan Berapa Lama?
Ketika ibu berada dalam masa menyusui kemudian kembali mengandung, memang ada beberapa perubahan yang mungkin membuat bayi jadi enggan mengonsumsi ASI. Sebagai contoh, kondisi puting dan aerola menjadi lebih kering.
"(Puting) bisa lecet serta retak, dalam kondisi ini ada kalanya bayi tidak mau menyusui," ujar dia.
Rasa ASI juga bisa berubah ketika ibu kembali hamil. Komposisi air susu ibu berubah sesuai dengan perkembangan bayi. Ketika bayi baru lahir, payudara memproduksi kolostrum yang volumenya sedikit namun penting untuk menyokong antibodi bayi yang belum sempurna.
Setelah bayi berusia 5-7 hari, ASI berubah menjadi ASI peralihan dan selanjutnya menjadi ASI matur yang lebih cair. Ketika hamil lagi, ASI matur yang sudah diproduksi bisa perlahan berubah menjadi kolostrum. Perbedaan rasa dan aliran susu yang tak sederas biasanya ini dapat memengaruhi nafsu bayi dalam menyusui.
"Tapi ini tidak jadi kontraindikasi, ibu tetap boleh menyusui walau sedang hamil terutama bila bayi belum berusia setahun, dianjurkan menyusui asal kandungan sehat," kata Teresia.
Ia mengingatkan para ibu yang ingin berhenti menyusui saat hamil untuk melakukannya seperti bertahap, sama seperti ketika menyapih anak.
Jika menyusui dihentikan secara mendadak, payudara ibu akan bengkak dan terjadi peradangan pada jaringan payudara sehingga ibu merasa tidak nyaman.
Menyusui memberikan beberapa keuntungan bagi ibu, seperti mencegah perdarahan pasca persalinan, membantu mempercepat rahim kembali ke bentuk semula, sebagai kontrasepsi alami, dan mengurangi risiko terjadinya kanker ovarium dan kanker payudara. (Ant/OL-6)
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Karena hormon oksitosin berpengaruh terhadap produksi ASI, ibu perlu merasa nyaman, diterima, dan didukung secara emosional, terutama pada masa menyusui.
Faktor bioaktif dalam ASI itu bukan nilai nutrisi, bukan lemaknya, bukan proteinnya, tapi faktor yang dapat membantu kematangan usus dan sel-sel kekebalan.
Penggunaan ASI booster itu tetap harus ada indikasi medis.
Menyusui adalah salah satu solusi alami yang ramah lingkungan, karena mengurangi ketergantungan terhadap susu formula dan juga kemasan plastik.
Pendekatan menu berbasis pangan lokal juga sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas gizi sekaligus memberdayakan masyarakat.
Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan urgensi pencegahan stunting sejak masa krusial 1.000 hari pertama kehidupan, khususnya ketika bayi masih berada dalam kandungan. MBG 3B
Kondisi ini disebut pitties dan merupakan fenomena adanya benjolan pada ketiak yang muncul ketika jaringan payudara berisi ASI mengalami pembengkakan.
Biasanya, dokter akan memberikan rekomendasi untuk memakai jenis kontrasepsi yang nonhormonal seperti kondom dan IUD.
Seorang perempuan di Filipina mengalami pembengkakan di ketiak yang ternyata jaringan payudara tambahan. Saat menyusui, cairan ASI keluar dari folikel rambutnya.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ibu menyusui antara 12 dan 24 bulan memiliki risiko relatif stabil untuk penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved