Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan partisipasi masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk penting untuk mengatasi dan mencegah penyakit demam berdarah dengue (DBD).
"Peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi ini paling penting untuk memberantas sarang nyamuk, perlu kesadaran masyarakat," kata Maxi dalam acara virtual di Jakarta, dikutip Senin (25/7).
Maxi menjelaskan, peningkatan partisipasi masyarakat dan institusi yang berkesinambungan merupakan satu dari enam strategi nasional penanggulangan DBD 2021-2025 di Indonesia.
Baca juga: Kota Bandung Waspada Serangan DBD
Strategi lainnya adalah menguatkan manajemen vektor yang efektif, aman dan berkesinambungan. Kemudian, meningkatkan akses dan mutu tatalaksana DBD, penguatan surveilans DBD yang komprehensif serta manajemen Kejadian Luar Biasa yang responsif.
Selain itu, penguatan kebijakan manajemen program, kemitraan dan komitmen pemerintah serta pengembangan kajian, penelitian dan inovasi sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.
Pengembangan vaksin DBD bisa menjadi salah satu inovasi yang ke depannya diharapkan dapat melindungi masyarakat dari penyakit DBD, imbuh dia.
Plt. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Tiffany Tiara Pakasi menambahkan, langkah pencegahan termasuk dalam strategi percepatan penanggulangan DBD.
Program 3M plus--Menguras, Menutup, Mendaur Ulang berikut berbagai kegiatan pencegahan lainnya seperti memelihara ikan pemakan jentik, memasang kawat di pintu dan ventilasi serta memberikan larvasida di tempat penampungan air diharapkan bisa membantu mengatasi penyakit ini.
Pencegahan juga dapat dilakukan lewat pengembangan imunisasi DBD yang ia harap bisa segera diakses secara luas oleh masyarakat.
Pemerintah, saat ini, sudah berupaya meningkatkan kesadaran soal pentingnya menangani DBD, mengajak partisipasi masyarakat seperti lewat Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik dengan Jumantik bertugas memantau jentik-jentik di sekitar rumah agar sarang-sarang nyamuk segera diberantas. (Ant/OL-1)
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved