Rabu 20 Juli 2022, 22:27 WIB

Literasi Indonesia Terkendala Kurangnya Buku

Widhoroso | Humaniora
Literasi Indonesia Terkendala Kurangnya Buku

DOK MI
Ilustrasi

 

KEPALA Perpustakaan Nasional (Perpusnas) M Syarif Bando mengatakan gerakan literasi di Indonesia hingga saat ini masih memiliki kendala dalam hal penyediaan buku yang masih sangat kurang, bahkan jauh di bawah standar internasional.

"Di Indonesia satu buku ditunggu oleh 90 orang, sementara untuk standar internasional, tiga buku untuk satu orang dalam setiap tahunnya. Tentunya kondisi seperti ini menjadi perhatian semua pihak agar persediaan buku bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/7).

Menurut Syarif, untuk memenuhi ketersediaan buku tersebut, pihaknya mendorong perguruan tinggi untuk turut andil dalam mengatasi kekurangan terbitan buku. Selain itu, pengetahuan tidak hanya didapatkan di bangku kuliah dengan memenuhi satuan kredit semester (SKS).

Mahasiswa, kata dia, harus mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari perpustakaan, maka dari itu Perpusnas terus mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan lulusan yang berliterasi tinggi, yakni mampu menghasilkan barang, jasa dan menciptakan lapangan kerja baru.

Literasi, menurut dia, adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek tertentu yang bisa diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa yang berkualitas tinggi dan dapat dipakai untuk memenangkan persaingan global.

Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari mengapresiasi berbagai langkah Perpusnas dalam upaya meningkatkan ketersediaan literasi yang dibutuhkan masyarakat. Ia menilai, melalui buku didapat informasi serta ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan dengan membaca, tercipta individu yang hebat dan cerdas.

"Contohnya ibu-ibu yang suka mengaji tentu mempunyai tujuan dan mendapatkan manfaat untuk kehidupan. Sehingga dengan terbiasa mengaji, lama kelamaan ingin ngaji terus. Sama dengan urusan dunia melalui perpustakaan, paling tidak bisa membantu anak-anak kita dalam mengerjakan tugas," ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengatakan literasi dan membaca memiliki peran penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, daerahnya membutuhkan tempat memenuhi kebutuhan masyarakat, terkait literasi dan melakukan kegiatan membaca.

"Kami siap untuk menerima kegiatan yang akan kita lakukan. Kami siap menerima bantuan dana alokasi khusus untuk membuat kantor perpustakaan yang representatif dan kami siap untuk lahan dan detail engineering design (DED) sudah kami siapkan," katanya.

Menurut dia, kondisi Kabupaten Sukabumi yang sangat luas, yakni memiliki 47 kecamatan dan penduduk 2,7 juta jiwa, tidak menyurutkan semangat untuk mengajak masyarakatnya dalam menggelorakan semangat membaca demi kecerdasan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan. (Ant/OL-15)
 

Baca Juga

Ist

Keterbukaan dan Sikap Kritis Kunci Pulih dari Intoleransi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:40 WIB
Proses radikalisasi seringkali masuk akibat keterbukaan yang tidak diiringi sikap kritis. Hal ini mengingat strategi infiltrasi kelompok...
Antara

Cegah Kasus PMK Meluas, Pemerintah Impor 14 Juta Dosis Vaksin

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 23:37 WIB
Pemerintah juga melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat, namun berada di wilayah yang berstatus wabah...
Medcom.id/Ahmad Garuda

Mau Buat SIM C, Ini Syarat dan Biayanya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 18 Agustus 2022, 22:54 WIB
Apabila anda ingin segera mengendarai kendaraan, terutama sepeda motor, ketahui apa saja syarat dan berapa biaya pembuatan SIM...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya