Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perpustakaan Nasional (Perpusnas) M Syarif Bando mengatakan gerakan literasi di Indonesia hingga saat ini masih memiliki kendala dalam hal penyediaan buku yang masih sangat kurang, bahkan jauh di bawah standar internasional.
"Di Indonesia satu buku ditunggu oleh 90 orang, sementara untuk standar internasional, tiga buku untuk satu orang dalam setiap tahunnya. Tentunya kondisi seperti ini menjadi perhatian semua pihak agar persediaan buku bisa mencukupi untuk kebutuhan masyarakat," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/7).
Menurut Syarif, untuk memenuhi ketersediaan buku tersebut, pihaknya mendorong perguruan tinggi untuk turut andil dalam mengatasi kekurangan terbitan buku. Selain itu, pengetahuan tidak hanya didapatkan di bangku kuliah dengan memenuhi satuan kredit semester (SKS).
Mahasiswa, kata dia, harus mendapatkan pengetahuan sebanyak-banyaknya dari perpustakaan, maka dari itu Perpusnas terus mendorong perguruan tinggi agar menghasilkan lulusan yang berliterasi tinggi, yakni mampu menghasilkan barang, jasa dan menciptakan lapangan kerja baru.
Literasi, menurut dia, adalah kedalaman pengetahuan seseorang terhadap suatu subjek tertentu yang bisa diimplementasikan dengan inovasi dan kreativitas untuk memproduksi barang dan jasa yang berkualitas tinggi dan dapat dipakai untuk memenangkan persaingan global.
Anggota Komisi X DPR RI Desy Ratnasari mengapresiasi berbagai langkah Perpusnas dalam upaya meningkatkan ketersediaan literasi yang dibutuhkan masyarakat. Ia menilai, melalui buku didapat informasi serta ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan dengan membaca, tercipta individu yang hebat dan cerdas.
"Contohnya ibu-ibu yang suka mengaji tentu mempunyai tujuan dan mendapatkan manfaat untuk kehidupan. Sehingga dengan terbiasa mengaji, lama kelamaan ingin ngaji terus. Sama dengan urusan dunia melalui perpustakaan, paling tidak bisa membantu anak-anak kita dalam mengerjakan tugas," ujarnya.
Sementara, Wakil Bupati Sukabumi Iyos Somantri mengatakan literasi dan membaca memiliki peran penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, daerahnya membutuhkan tempat memenuhi kebutuhan masyarakat, terkait literasi dan melakukan kegiatan membaca.
"Kami siap untuk menerima kegiatan yang akan kita lakukan. Kami siap menerima bantuan dana alokasi khusus untuk membuat kantor perpustakaan yang representatif dan kami siap untuk lahan dan detail engineering design (DED) sudah kami siapkan," katanya.
Menurut dia, kondisi Kabupaten Sukabumi yang sangat luas, yakni memiliki 47 kecamatan dan penduduk 2,7 juta jiwa, tidak menyurutkan semangat untuk mengajak masyarakatnya dalam menggelorakan semangat membaca demi kecerdasan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan. (Ant/OL-15)
Kenaikan kelas dan kelulusan seringkali hanya menjadi formalitas administratif demi mengejar target persentase kelulusan 100%. Masih ditemukannya siswa yang belum bisa membaca dan menulis.
Kemampuan motorik berhubungan erat dengan pencapaian akademik, khususnya dalam berhitung dan membaca.
Menumbuhkan Minat Baca Sejak Dini Anak-Anak Bantaran Sungai Ciliwung Bersama Pegiat Biruni
Membaca pada dasarnya adalah sebuah latihan bagi otak.
Acara yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Toba ini mengusung tema "Membaca, Berdaya dan Sejahtera dengan Literasi".
Melalui Program Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia, sebanyak 716 judul buku cerita anak telah diproduksi dan dipilih secara ketat.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved