Minggu 03 Juli 2022, 19:24 WIB

BP2MI: Banyak Pekerja Migran RI yang Termakan Bujuk Rayu Calo

Despian Nurhidayat | Humaniora
BP2MI: Banyak Pekerja Migran RI yang Termakan Bujuk Rayu Calo

Antara
Sejumlah PMI yang bermasalah menunggu dideportasi otoritas Malaysia.

 

PEKERJA migran Indonesia (PMI) banyak yang masih terkena bujuk rayu calo. Sehingga, banyak ditemui PMI dengan status ilegal. Hal itu diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Humas BP2MI Hadi Wahyuningrum.

"PMI ini menjadi korban dari calo. Mereka yang merupakan kaki tangan sindikat, mengiming-imingi pekerja migran dengan pekerjaan bagus, bergaji tinggi, kemudian memberangkatkan pekerja migran secara cepat ke negara penempatan," ungkapnya saat dihubungi, Minggu (3/7).

Menurut Ningrum, kejadian ini sebenarnya dapat dicegah, jika ada sinergi antara pemerintah daerah dan BP2MI. Sinergi yang dimaksud adalah menyiapkan berbagai informasi yang komprehensif dan cukup bagi PMI. Sehingga, risiko berangkat secara ilegal dapat diketahui.

Baca juga: Pandemi Covid-19 Picu Peningkatan Pekerja Migran Ilegal

Dia pun menegaskan bahwa BP2MI berupaya mewujudkan perlindungan menyeluruh dari mulai sebelum, selama dan setelah bekerja. "Dalam proses penempatan, pada prinsipnya PMI tidak direkrut, namun mendaftarkan diri," jelas Ningrum.

Terdapat lima skema penempatan PMI yang saat ini berjalan. Seperti, Government to government (G to G), Govenment to Private (G to P), Private to private (P to P), untuk kepentingan perusahaan sendiri (UKPS) dan skema penempatan mandiri.

Baca juga: BP2MI Gulirkan KUR Bantu Pekerja Migran

BP2MI melaksanakan perlindungan bagi seluruh PMI yang terdaftar di sistem komputerisasi untuk Pelayanan Penempatan dan Perlindungan PMI (SISKOP2MI). “Saat ini, negara tidak memobilisasi, namun memfasilitasi penggunaan hak semua warga negara untuk bekerja di luar negeri," kata Ningrum.

"PMI dulu direkrut dan bersifat pasif, sekarang PMI mendaftar sesuai dengan kemauan dan kompetensinya. Kemudian dalam kerangka penempatan PMI, aspek pelindungan lebih diutamakan," imbuhnya.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA/Asprilla Dwi Adha

UI Pamerkan Bus Listrik Merah Putih di Hakteknas Ke-27

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:15 WIB
Rancangan teknologi bus listrik lahir dari ide periset yang berasal dari Fakultas Teknik UI, sementara perusahaan mitra berperan sebagai...
AFP

Anak Terinfeksi Monkeypox, Satgas: Perlu Penanganan Khusus

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:04 WIB
Kelompok usia anak menjadi salah satu pasien yang perlu mendapat penanganan khusus dari tenaga medis, khususnya saat terinfeksi cacar...
ANTARA/Andreas Fitri Atmoko

UGM Buka Pendaftaran KIP Kuliah untuk Mahasiswa Baru

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:00 WIB
Penerima KIP-K berhak mendapat bantuan biaya pendidikan atau uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan oleh pemerintah langsung ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya