Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga dari Lembaga Psikologi Terapan UI (LPTUI) Anna Suri Ariani mengatakan orangtua berperan besar membantu anak memahami cara bersosialisasi dengan teman-teman sebaya mereka.
"Ketika anak melihat ayah dan ibu bekerja sama sebagai pasangan, itu contoh sosialisasi yang luar biasa bagi anak. Maka dari itu penting untuk terus menunjukkan kerja sama yang baik dengan pasangan sehingga anak bisa mencontoh hal tersebut," kata perempuan yang akrab disapa Nina itu dalam sebuah acara daring, Selasa (28/6).
Tidak dapat dipungkiri, pandemi covid-19 telah membatasi anak untuk bersosialisasi. Oleh sebab itu, pendampingan orangtua diperlukan agar anak bisa memahami pentingnya sosialisasi di lingkungan sosial yang lebih besar selain keluarga.
Baca juga: Psikolog: Teknologi Bisa Dimanfaatkan untuk Kemampuan Sosialisasi Anak
Selain menunjukkan koordinasi yang baik antara ayah dan ibu, orangtua juga bisa menunjukkan contoh sosialisasi lewat tetap menjaga hubungan baik dengan teman dan kolega sehingga anak bisa mendapatkan gambaran tentang sosialisasi.
Bahkan tidak menutup kemungkinan ia bisa terinspirasi untuk melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan orangtua bersama teman-temannya.
Jika ternyata anak masih takut memulai sosialisasi, orangtua juga berperan menstimulasi dengan salah satu caranya adalah bermain peran atau role play.
Sementara itu, untuk anak yang masih berusia di bawah lima tahun mungkin orangtua bisa mengajak bermain peran yang terbilang mudah misalnya berpura-pura merasakan menjadi pedagang dan pembeli, atau berpura-pura menjadi guru dan murid.
Ketika usianya bertambah, orangtua bisa bermain peran yang melibatkan konflik-konflik tertentu misalnya mengajarkan anak harus bersikap ketika ada temannya yang merebut mainan.
Stimulasi lainnya untuk mendorong anak bersosialisasi dengan lancar bersama dengan teman-teman sebayanya adalah merencanakan kegiatan playdate atau main bersama dengan orangtua dan anak-anak lainnya.
Playdate bisa dimulai dengan kelompok kecil, dengan demikian anak akan mulai terbiasa melihat teman sebayanya dan mulai memahami sosialisasi.
Hal paling penting lainnya untuk mendorong anak mau bersosialisasi dengan lingkungan yang lebih luas adalah orangtua harus dapat membuat suasana di rumah dalam atmosfer yang ceria.
"Sebisa mungkin ciptakan suasana yang selalu ceria di rumah, jadi anaknya juga tidak jenuh dan tidak takut bersosialisasi. Saat di rumah, orangtua sebisa mungkin jangan menampilkan adegan berantem, kalau sudah terlanjur cepat berbaikan dan kembalikan suasana menjadi ceria," pungkas Nina. (Ant/OL-1)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Obat pereda demam hanya diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika kondisi fisik anak mulai terganggu secara kenyamanan.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved