Minggu 26 Juni 2022, 20:31 WIB

Tangkap Peluang Wisata Medis, Kembangkan Layanan Kesehatan Berkualitas

mediaindonesia.com | Humaniora
Tangkap Peluang Wisata Medis, Kembangkan Layanan Kesehatan Berkualitas

Ist
Seminar Nasional tentang Manajemen Rumah Sakit di Bali.

 

SEMINAR Nasional dengan tema Building World Class Medical Tourism Destination Hospital by Implementing End to End Digital Process diselenggarakn Ikatan Ahli Manajemen dan Administrasi Rumah Sakit Indonesia (IAMARSI) PW Bali yang bekerja sama dengan Privy Identitas digelar, Sabtu (25/6)..

Seminar nasional yang merupakan rangkaian HUT ke-1 IAMARSI dan pengukuhan Pengurus Wilayah IAMARSI itu berlangsung di Hotel Sunset Road, Bali secara hybrid dan dihadiri oleh 150 peserta dari lintas propinsi di Indonesia.

“Dalam menindaklanjuti perkembangan pelayanan kesehatan di Indonesia perlu upaya-upaya inovatif yang melibatkan kolaborasi dari seluruh ekosistem wisata kesehatan dan bekerja sama dengan multi stakeholders,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno saat memberi sambutan dalam keterangan pers, Minggu (27/6)

Seminar yang digagas oleh IAMARSI Pengurus Wilayah Bali itu bertujuan untuk menjadi penghubung antara pemegang kebijakan stakeholders dengan praktisi pelayanan kesehatan di bidang perumahsakitan

.“Seminar yang kita adakan ini seminar sesuai dengan kondisi yang ada saat ini di mana covid-19 ini sudah berakhir semua negara menyiapkan bagaiamana mereka harus bangkit lagi di bidang ekonomi termasuk kesehatan,” ujar dr. Agus Bintang M.Kes., selaku Ketua Panitia Pelaksana Seminar Nasional dan HUT IAMARSI.

Ketua IAMARSI PW Bali Dr. dr. AAN. Jaya Kusuma, Sp.OG., K KFM., MARS mengingatkan, perumahsakitan di Indonesia perlu membangun body of knowladge terkait wisata kesehatan di Indonesia.

Seminar yang berlangsung satu hari tersebut dimulai dengan membahas konsep meta leadership yang dibawakan  Prof. dr. Laksono Trisnantoro, MSc., Ph.D.

Dalam pemaparannya, Dr.dr.Fathema Djan Rachmat, Sp. B, Sp.BTKV (K), MPH membagikan pengalamannya membangun konsep medical tourism di Indonesia sekaligus menutup sesi pertama.

Sesi kedua dimulai oleh Marshall Pribadi selaku Co Founder CEO Privy Identitas Digital, yang secara detail menjelaskan digitalisasi dalam proses pelayanan rumah sakit mampu mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan pasien.

Baca juga: Rumah Sakit Bertaraf Internasional Diresmikan di Labuan Bajo, NTT

dr Made Indra Wijaya, FISQua, MARS., PhD membawakan materi terkait regulasi yang berkaitan dengan medical tourism dan ditutup oleh dr Martha M.L Siahaan, MARS MHKes yang merupakan direktur RS Premier Bintaro yang telah sukses mengembangkan medical tourism.

Tiga Keuntungan

Dokter Martha mengatakan, Indonesia perlu serius meningkatkan layanan kesehatan dan mengembangkan wisata medis (medical tourism).

Untuk itu, diperlukan peran dan kolaborasi berbagai pihak terkait. Dengan demikian, layanan kesehatan di dalam negeri bisa menjadi kepercayaan masyarakat Indonesia maupun luar negeri.

“Setidaknya ada tiga keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita serius mengembangkan wisata medis," jelas dr.Martha.

"Pertama, dampak positif dalam perekonomian, berupa pemasukan Rp100 triliun setiap tahunnya dari pasien Indonesia yang berobat ke Singapura bisa beralih ke Indonesia,” ujar  dr. Martha.

Keuntungan kedua, lanjutnya, di bidang pariwisata. Saat menunggu, pasien atau keluarga pasien bisa menggunakan waktu luangnya untuk traveling di sekitaran rumah sakit.

Keuntungan ketiga, lanjutnya, meningkatkan kesejahteraan staf kesehatan sekaligus kualitas layanan mereka.

Diakui, dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisata medis di Indonesia, ada sejumlah tantangan yang dihadapi.

Seperti, perlunya peningkatan dan perbaikan di rumah sakit Indonesia, peningkatan sumber daya manusia (SDM) untuk memiliki kualitas internasional, peningkatan fasilitas yang ditawarkan, serta perlunya dukungan penuh dari pemerintah, tarif yang cukup terjangkau, dan teknologi yang mutakhir.

“Kalau saat ini masih ada masyarakat yang memilih berobat ke Penang (Malaysia) karena biayanya lebih murah, kita perlu menelaah bagaimana hal itu bisa terjadi. Apakah karena pajak alat kesehatan kita terlalu tinggi, atau ada sebab lain,” kata dr. Martha.

Ia menegaskan, momentum yang tepat setelah terpuruk selama dua tahun oleh pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan oleh seluruh rumah sakit untuk berperan meningkatkan ekonomi masyarakat.

Rumah sakit harus menyusun strategi mendatangkan wisatawan berobat ke Indonesia, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat Indonesia untuk berobat di dalam negeri.

Dokter Martha mencontohkan upaya yang dilakukan rumah sakit yang dipimpinnya, Rumah Sakit Premier Bintaro (RSPB). RSPB dengan sejumlah layanan unggulannya sejauh ini tidak hanya mampu menarik pasien dalam negerim tetapi juga luar negeri untuk berobat di RS yang berlokasi di Tengerang Selatan, Banten itu.

Beberapa layanan unggulan itu antara lain, Skin & Laser Clinic, Stroke Center, Spine Center, Orthopaedic Center, Vascular Center, dan Medical Check Up.

“Kebutuhan sebagian masyarakat Indonesia untuk melakukan Wisata Medis Indonesia keluar negeri cukup tinggi. Semenjak masa pandemi ini, hal tersebut terkendala dengan adanya protokol kesehatan yang membatasi rencana untuk bepergian," katanya.

"Kondisi demikian menjadi peluang bagi rumah sakit untuk mengambil pasar wisata medis Indonesia. RSPB menjadi salah satu rumah sakit yang mencoba mengoptimalkan peluang tersebut,” papar dr. Martha.

Untuk menyebarluaskan layanan-layanan yang dimiliki RSPB, lanjut dr. Martha, pihaknya melakukan inovasi dalam promosi dan pemasaran. Misalnya, dengan menggelar giant webinar yang terhitung sudah diselenggarakan 29 kali sejak Mei 2020.

Adapun di sisi pemasaran, RSPB memanfaatkan berbagai saluran termasuk media sosial. Program pemasaran itu dikemas dalam berbagai program acara antara lain Ngopi Dulu, Info Sehat, Talk to The Expert, Tips, dan Tanya Dokter.

“Sejauh ini upaya tersebut membuahkan hasil positif. RSPB juga telah menjalin kerja sama Program health Tourism bersama sejumlah pihak yang penandatanganannya disaksikan oleh Menteri Kesehatan RI pada oktober 2021 lalu,” pungkas dr. Martha. (RO/OL-09)

 

 

Baca Juga

DOK RENDRA SETYADIHARJA

Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO, Nadiem Ajak Lestarikan Pantun

👤Faustinus Nua 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:15 WIB
Indonesia telah mencatat sejarah penting karena pantun diakui sebagai budaya dunia pada Desember 2020 dan kerja keras melestarikan pantun...
Antara

Masta, Masakan Sehat Atasi Stunting dari Garut

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 15 Agustus 2022, 22:05 WIB
Kabupaten Garut menjadi daerah dengan prevalensi stunting tertinggi se-Jawa...
Antara

170,6 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Senin 15 Agustus 2022, 21:40 WIB
Sementara itu, Kemenkes mencatat 14.732 ribu orang disuntik vaksin dosis pertama hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya